Latar Belakang Kasus
Infinix adalah salah satu dari 50 "Merek Tiongkok Terdepan di Luar Negeri" di bawah Transsion Holdings, yang secara khusus menciptakan merek ponsel internet kelas atas untuk konsumen muda. Pada Mei 2021, Infinix akan meluncurkan ponsel kolaborasi kedua dengan game mobile terkenal "Mobile Legends: Bang Bang" (disingkat MLBB), yaitu HOT 10S, dengan target pasar Indonesia. Infinix memanfaatkan popularitas lagu tema MLBB dan karakter game itu sendiri, berharap dapat melakukan pemasaran lokal yang mendalam di TikTok.
Solusi
Untuk mencapai tujuan ini, Infinix bekerja sama dengan TikTok, mengadopsi strategi pemasaran full-link "tiga langkah" untuk mendorong peluncuran produk baru. Pada masa pemanasan, melalui berbagi sumber daya TikTok Creator Marketplace, Infinix mengundang empat kreator ulasan game dengan jutaan pengikut di platform untuk menggunakan dan menguji ponsel terbaru. Pada masa puncak, dengan memanfaatkan iklan splash screen dengan eksposur tinggi (Brand Takeover) dan iklan feed One Day Max, Infinix memperoleh eksposur posisi terbaik pada hari peluncuran, sekaligus mengarahkan trafik besar untuk tantangan #infinixMLBBAntiLagLag dan stiker kustom. Melalui pemasaran influencer dan co-creation dengan pengguna, tercipta interaksi mendalam dengan pengguna. Setelah periode hak komersial tantangan merek berakhir, Infinix secara cerdas memanfaatkan materi kreatif berkualitas dari para influencer untuk terus menayangkan iklan bidding merek TikTok, memaksimalkan jangkauan ke lebih banyak pengguna potensial dengan biaya CPM yang lebih baik.
Efek Pemasaran
Kampanye pemasaran yang berfokus pada Brand Challenge HOT 10S ini memperoleh 1,8 miliar penayangan video hanya dalam tiga hari setelah diluncurkan di pasar Indonesia, dengan lebih dari 200 juta interaksi. Ditambah dengan penayangan ulang iklan feed pada tahap akhir, total eksposur video selama siklus peluncuran produk baru ini melebihi 5,6 miliar.





