Laporan ini terutama membahas situasi pasar pembayaran lintas batas global, menganalisis kondisi pasar saat ini, karakteristik berbagai wilayah, serta mengeksplorasi tren perkembangan di masa depan.
1. Perkembangan pembayaran lintas batas saat ini: Skala pasar pembayaran lintas batas global terus berkembang, dengan total volume transaksi mencapai 194,6 triliun dolar AS pada tahun 2024, dan diperkirakan akan mencapai 320 triliun dolar AS pada tahun 2032. Di dalamnya, pembayaran B2B mendominasi, dengan perusahaan besar sebagai inti skala. Dari segi permintaan, total volume ekspor dan impor perdagangan B2B terus meningkat, sementara permintaan perjalanan lintas batas dan studi di luar negeri dari sisi C juga berangsur pulih setelah pandemi.
2. Pasar pembayaran lintas batas Tiongkok: Skala pembayaran dalam mata uang Renminbi terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Februari 2025, Renminbi menempati peringkat keempat dalam mata uang pembayaran global dengan pangsa 4,3%. Sistem Pembayaran Lintas Batas Renminbi (CIPS) terus disempurnakan, dengan jumlah peserta yang bertambah dan cakupan bisnis yang meluas. Perdagangan elektronik lintas batas berkembang pesat, dengan volume perdagangan meningkat lebih dari 10 kali lipat dalam lima tahun terakhir, mendorong pertumbuhan permintaan pembayaran lintas batas. Pada saat yang sama, Tiongkok telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung perkembangan pembayaran lintas batas.
3. Karakteristik regional pembayaran lintas batas global
- Pasar matang: Di Amerika Utara, dompet digital dalam pembayaran e-commerce tumbuh pesat, sementara pembayaran POS offline bergantung pada pembayaran kartu; di Eropa, lanskap pembayaran e-commerce beragam dan strukturnya stabil, pembayaran POS didominasi oleh kartu, dan tingkat penggunaan dompet digital diperkirakan akan berlipat ganda di masa depan.
- Pasar berkembang: Timur Tengah memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan Tiongkok, pembayaran elektronik berkembang pesat, dan sistem pembayaran lintas batas berangsur sempurna; Afrika memiliki infrastruktur keuangan tradisional yang lemah, tetapi tingkat adopsi pembayaran digital tinggi; Asia Tenggara memiliki adopsi kode QR yang luas, dengan tren aplikasi super yang mendorong penggunaan dompet digital.
4. Tren masa depan pembayaran lintas batas: Inovasi teknologi mendorong tren baru dalam pembayaran lintas batas, pembayaran real-time memungkinkan transfer dan penyelesaian cepat, interoperabilitas yang lebih baik dapat mengurangi biaya transaksi, dan kecerdasan buatan (AI) dapat mendeteksi penipuan serta mematuhi peraturan. Dalam hal arah pengembangan, industri pembayaran lintas batas pada tahun 2025 akan mengalami perubahan dalam pendanaan perusahaan, regulasi kebijakan, dan aspek lainnya, seperti percepatan delisting dari pasar publik, peningkatan pangsa ekuitas swasta (PE), dan pengawasan yang lebih ketat terhadap biaya pertukaran.








