Halo, semuanya, saya Tuke.
Pepatah lama sering mengatakan: Orang harus keluar, naik, dan masuk ke dalam.
Pepatah ini masih relevan hingga hari ini.
Tiga langkah klasik bagi perusahaan Tiongkok untuk go global adalah "keluar, masuk, dan naik."
Tiga langkah ini tampak jauh terpisah, tetapi di era digital saat ini, ketiganya memiliki makna bahwa cinta bisa mengatasi jarak, dan gunung serta lautan pun bisa diratakan.
Lalu, dalam situasi baru ini, bagaimana seharusnya perusahaan B2B go global?
Munculnya e-commerce lintas batas telah mengubah jalur perusahaan untuk memasuki pasar internasional. Dengan dukungan kuat dari industri baru ini, banyak perusahaan manufaktur tradisional Tiongkok mulai berani menampilkan merek mereka melalui internet, memulai tren baru "brand go global."
Di antaranya, metode yang paling banyak digunakan adalah go global melalui video pendek TikTok.
Baik untuk segmen B maupun C, iklan video pendek TikTok dapat mencapai konversi yang baik, meningkatkan peluang inquiry bagi perusahaan B2B secara signifikan.
Bagi perusahaan B2B, platform video pendek TikTok bukan hanya alat iklan, tetapi juga saluran untuk interaksi mendalam dan penyebaran merek.
Perusahaan dapat menarik calon pelanggan dengan menciptakan konten yang menarik dan edukatif, serta mengoptimalkan strategi pemasaran dengan menganalisis data interaksi pengguna. Cara ini tidak hanya meningkatkan visibilitas merek, tetapi juga memperkuat hubungan dengan konsumen.
Ambil contoh video terkait "pabrik#factory," tahun ini eksposur topik terkait di TikTok telah melampaui 10 miliar kali.
Dengan lalu lintas sebesar itu, baik pabrik barang kecil seperti casing ponsel dan kabel daya, maupun pabrik besar seperti lampu LED dan baterai penyimpanan energi, semuanya bisa mendapatkan banyak peluang mendapatkan pelanggan.
Jadi, menyebut TikTok sebagai lautan biru baru bagi perusahaan B2B yang go global tidaklah berlebihan.
Namun, hanya dengan satu ide lalu langsung terjun ke TikTok untuk memperluas peta bisnis tidaklah layak.
Meskipun TikTok hanyalah platform media sosial yang berfokus pada video pendek, ia tidak bisa lepas dari esensi platform sosial—hiburan.
Baik perusahaan B2B maupun B2C, harus mengikuti arahan data, menekankan inovasi dan daya tarik konten, agar bisa mendapatkan pelanggan dan inquiry secara tepat.
Jika TikTok membantu perusahaan go global mewujudkan langkah "keluar," maka langkah "masuk" membutuhkan usaha dari perusahaan itu sendiri.
Perusahaan B2B dapat menarik perhatian target pelanggan dengan menampilkan proses produksi, berbagi pengetahuan industri, dan menyediakan solusi. Ini tidak hanya membantu perusahaan menunjukkan profesionalisme dan kekuatan teknis, tetapi juga meningkatkan daya tarik merek, sehingga calon pelanggan lebih mudah mengingat dan mempercayai merek.
Selain itu, strategi go global di era digital juga mencakup menjalin kerja sama dengan mitra lokal. Bekerja sama dengan distributor lokal, agen, atau bahkan perusahaan manufaktur lain dapat membantu perusahaan Tiongkok lebih baik beradaptasi dengan karakteristik pasar target, sambil menyediakan layanan dan dukungan yang dilokalkan. Strategi kerja sama ini tidak hanya mempercepat penetrasi pasar, tetapi juga meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Ini juga merupakan salah satu jalur untuk mewujudkan langkah "naik."
Saat ini adalah era digital, kemunculan TikTok telah memperluas jalur bagi perusahaan B2B Tiongkok untuk go global. Dengan memanfaatkan alat dan platform digital baru, dikombinasikan dengan metode pengembangan pasar tradisional, perusahaan dapat lebih fleksibel beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang berbeda, sehingga memperoleh keunggulan dalam persaingan internasional.
Inilah trilogi yang benar bagi perusahaan Tiongkok yang go global: "keluar, masuk, dan naik."



