Baru-baru ini, versi luar negeri Pinduoduo, Temu, menjadi populer di Nigeria.
Mungkin Anda tidak menyangka, platform yang terkenal dengan "harga murah lewat belanja bersama" di dalam negeri ini, ternyata juga sukses besar di pasar Afrika.
Menurut sebuah survei, lebih dari 80% konsumen di Nigeria merasa barang-barang Temu murah dan berkualitas, hampir setengahnya mengatakan bahwa berbelanja di Temu bisa menghemat lebih dari setengah anggaran mereka.
Diterima oleh lebih dari 80% konsumen Sumber: ebusinesslife
Perlu diketahui, Temu baru masuk ke Nigeria selama tiga bulan, dan bisa meraih hasil seperti ini, memang cukup mengejutkan.
Bagaimana Temu melakukannya? Sebenarnya sangat sederhana, yaitu "penuh ketulusan".
Begitu memasuki pasar Nigeria, Temu langsung meluncurkan berbagai aktivitas eksklusif, seperti pengiriman gratis dalam 24 jam, pengembalian barang tanpa alasan dalam 90 hari, dan diskon hingga 33.000 Naira. Kebijakan ini langsung menyentuh titik sakit konsumen, siapa yang tidak ingin membeli barang murah dan terpercaya? Ditambah lagi, variasi produk di platform Temu sangat lengkap, mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga elektronik, konsumen tentu rela membayar.
Halaman utama Temu Nigeria
Tentu saja, keberhasilan Temu dengan cepat berdiri kokoh di Nigeria juga tidak lepas dari "dukungan" pasar lokal. Nigeria adalah salah satu ekonomi terbesar di Afrika, dengan potensi pasar e-commerce yang sangat besar.
Data menunjukkan, skala e-commerce Nigeria menempati peringkat keempat di Afrika, dengan ukuran pasar mendekati 2 miliar dolar AS. Meskipun tidak sebesar Asia, Eropa, dan Amerika, ruang pertumbuhannya sangat signifikan. Selain itu, tingkat penetrasi internet di Nigeria meningkat pesat, semakin banyak anak muda yang mulai terbiasa berbelanja online. Lingkungan pasar seperti ini memberikan peluang emas bagi Temu.
Potensi e-commerce Nigeria besar Sumber: ecommercedb
Sebenarnya, kesuksesan Temu hanyalah gambaran kecil dari pasar e-commerce Afrika. Meskipun pasar e-commerce Afrika mulai terlambat, namun kecepatan pertumbuhannya luar biasa. Pada tahun 2024, pendapatan e-commerce seluruh Afrika telah mencapai 55 miliar dolar AS, meskipun tidak sebanding dengan level triliunan dolar di Asia, Eropa, dan Amerika, namun tingkat pertumbuhan tahunan gabungannya jauh di depan. Diperkirakan pada tahun 2029, ukuran pasar e-commerce Afrika akan menembus 110 miliar dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 14%. Kecepatan pertumbuhan seperti ini jarang terlihat di seluruh dunia.
Pendapatan e-commerce Afrika pada tahun 2024 mencapai 55 miliar dolar AS Sumber: AMZ123
Melihat peluang seperti ini, para raksasa e-commerce tentu tidak akan melewatkannya. Amazon sejak tahun 2023 sudah beredar kabar akan memasuki pasar Afrika Selatan, dan akhirnya terealisasi tahun lalu. Meskipun awalnya tidak mulus, Amazon tidak menyerah, malah meningkatkan investasi, meluncurkan layanan Prime dan pasar lokal Shop Mzansi. Selain Amazon, platform seperti SHEIN, TikTok, dan AliExpress juga mulai merambah pasar Afrika. Bisa dikatakan, pasar e-commerce Afrika telah menjadi "medan pertempuran wajib" bagi para raksasa.

Amazon memasuki Afrika Selatan Sumber: incubeta
Mengapa pasar Afrika begitu menarik? Ada tiga alasan berikut:
1. Struktur populasi Afrika sangat muda, dengan usia rata-rata sekitar 20 tahun, potensi konsumsi sangat besar.
2. Tingkat penetrasi internet di Afrika meningkat pesat, terutama penetrasi internet seluler, yang memungkinkan semakin banyak orang mengakses platform e-commerce.
3. Kebutuhan konsumsi di Afrika sedang meningkat, beralih dari belanja offline tradisional ke belanja online, perubahan ini juga membawa peluang besar bagi platform e-commerce.
Sumber: TechCabal
Namun, pasar Afrika bukanlah "tulang" yang mudah digerogoti.
Masalah logistik, pembayaran, perbedaan budaya, semuanya adalah tantangan yang harus dihadapi platform e-commerce. Misalnya, infrastruktur logistik di Afrika relatif tertinggal, efisiensi pengiriman di banyak tempat tidak tinggi; metode pembayaran juga beragam, beberapa tempat terbiasa menggunakan uang tunai, sementara yang lain lebih bergantung pada pembayaran seluler. Selain itu, keragaman budaya di Afrika sangat kuat, kebiasaan konsumsi di berbagai negara sangat berbeda, sehingga platform perlu bekerja keras dalam operasi lokalisasi.
Kisah pasar e-commerce Afrika baru saja dimulai, bagaimana masa depannya, tidak ada yang bisa memastikan.
Namun yang pasti, tanah yang penuh vitalitas ini, sedang menjadi medan perang baru e-commerce global.



