Baru-baru ini, TikTok Shop merilis panduan kepatuhan darurat bagi penjual di platformnya, yang berfokus pada peraturan baterai baru Uni Eropa yang akan mulai berlaku penuh pada 18 Agustus 2025. Panduan ini menetapkan batas waktu yang jelas dan jalur operasional bagi penjual yang menjual baterai dan produk yang mengandung baterai di pasar UE. Penjual yang gagal mematuhi tepat waktu akan menghadapi konsekuensi serius seperti penghapusan produk hingga penutupan toko.

Hal ini tidak hanya mencerminkan sikap proaktif TikTok Shop dalam menanggapi regulasi, tetapi juga menyoroti tren yang semakin ketat dalam manajemen kepatuhan penjual di platform e-commerce global.

Sumber gambar: Internet

I. Persyaratan Kepatuhan Inti yang Dikeluarkan TikTok Shop

Berdasarkan "Panduan Kepatuhan Regulasi Baterai Baru UE" yang dirilis TikTok Shop, persyaratan intinya jelas dan mendesak:

Objek yang Berlaku: Semua penjual di platform TikTok Shop yang menjual baterai independen atau produk yang mengandung baterai (seperti perangkat elektronik, perkakas listrik, mainan, dll.) ke pasar UE.

Kewajiban Inti: Penjual harus menyelesaikan registrasi kepatuhan peraturan baterai di bawah skema Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (EPR) di negara/region UE terkait sebelum 18 Agustus 2025.

Tindakan Platform: Setelah menyelesaikan registrasi, penjual harus mengunggah nomor registrasi EPR yang valid melalui "portal kepatuhan" yang ditentukan oleh platform TikTok Shop.

Konsekuensi Tegas: Bagi penjual yang gagal menyelesaikan registrasi dan menyerahkan nomor registrasi EPR yang valid sebelum batas waktu, TikTok Shop akan mengambil tindakan paksa, termasuk namun tidak terbatas pada:

Penghapusan produk yang tidak sesuai;

Penangguhan atau larangan permanen hak penjualan toko terkait.

TikTok Shop menekankan bahwa nomor registrasi EPR ini adalah "paspor" untuk produk yang beredar secara legal di pasar UE. Kehilangannya berarti produk kehilangan akses dasar ke pasar. Dengan waktu yang tersisa terbatas hingga batas akhir 18 Agustus, penjual harus segera bertindak, meninjau proses, menyiapkan dokumen, dan memastikan kepatuhan tepat waktu.

Sumber gambar: TikTok Shop Learning Center

II. Langkah Platform yang Seragam, Penegakan Hukum UE Tak Bisa Ditantang

Tindakan TikTok Shop kali ini bukan peristiwa terisolasi, melainkan langkah seragam platform e-commerce utama dalam merespons regulasi UE.

Amazon sejak Juli 2023 telah mengeluarkan persyaratan yang hampir identik kepada penjual UE-nya: Semua penjual yang menjual baterai independen atau produk dengan baterai internal di UE harus menyelesaikan registrasi EPR dan menyerahkan nomor registrasi sebelum 18 Agustus 2025, jika tidak, mereka juga menghadapi risiko penghentian penjualan.

Sumber gambar: Amazon

Keseragaman langkah kedua raksasa e-commerce ini berakar pada kekuatan mengikat regulasi UE itu sendiri dan tradisi penegakan hukumnya:

Inti Regulasi: Inti dari peraturan baterai baru UE (terutama berdasarkan Petunjuk Baterai dan amendemennya) adalah memperkuat tanggung jawab lingkungan produsen (EPR), yang mewajibkan produsen untuk bertanggung jawab atas daur ulang, pengolahan, dan penggunaan kembali baterai guna mengurangi polusi lingkungan.

Ketegasan Penegakan Hukum: UE terkenal dengan pengawasan yang ketat di bidang perlindungan lingkungan, keselamatan produk, dll., dan mengambil sikap "toleransi nol" terhadap pelanggaran. Setelah menemukan produk yang tidak sesuai dengan regulasi, otoritas regulasi UE akan segera mengambil tindakan paksa seperti penghapusan dan penarikan produk.

Penelusuran dan Denda Berat: Pelanggar tidak hanya menghadapi kerugian akibat penghapusan produk, tetapi juga dapat ditelusuri tanggung jawabnya, menanggung biaya pengolahan daur ulang yang tinggi, dan dapat dikenakan denda besar (jumlah denda biasanya dihitung berdasarkan penjualan, bisa mencapai proporsi yang signifikan). Berharap pada keberuntungan dapat membawa kerugian yang jauh melebihi nilai produk.

Oleh karena itu, penjual harus menanggapi panduan TikTok Shop dengan serius, mempelajari persyaratan spesifik secara cermat, memastikan pemahaman yang jelas dan akurat tentang standar keselamatan produk, sertifikat kepatuhan (seperti sertifikasi CE, dll.), serta proses pengawasan pasar selanjutnya, guna menghindari ketidakpatuhan akibat kesalahan pemahaman.

Sumber gambar: flash battery

Kesimpulan: Merangkul Kepatuhan Secara Proaktif adalah Kunci Menuju Kemenangan

Batas akhir peraturan baterai baru UE pada 18 Agustus 2025 menjadi peringatan bagi penjual lintas batas terkait. Pemberitahuan tegas dari platform seperti TikTok Shop dan Amazon, serta banyaknya kasus penutupan toko, denda besar, hingga tuntutan pidana yang muncul secara global, dengan jelas mengirimkan sinyal: Di saat tata kelola perdagangan global sedang mengalami penyesuaian mendalam, kepatuhan adalah landasan yang tidak dapat diubah bagi e-commerce lintas batas.

Dalam persaingan babak kedua e-commerce lintas batas global, kemampuan kepatuhan itu sendiri adalah inti daya saing. Hanya dengan merangkul aturan secara proaktif dan menginternalisasi kepatuhan sebagai kekuatan pendorong pembangunan, penjual dapat meraih kepercayaan pasar dan mencapai operasi global yang berkelanjutan. Ujian dari peraturan baterai baru UE hanyalah salah satu titik penting dalam perjalanan kepatuhan yang panjang ini.