Siapa pun yang pernah menjalankan iklan video pendek TikTok pasti tahu, di luar negeri, jika ingin cepat dikenal, tetap harus mengandalkan pemasaran influencer luar negeri. Karena setiap gerakan mereka bisa memengaruhi preferensi netizen, jadi saat memilih influencer untuk bekerja sama, pastikan memilih influencer berkualitas tinggi, agar bisa memberikan efek pemasaran yang baik.

Lalu seperti apa influencer yang dianggap berkualitas tinggi dan mampu mendukung efektivitas promosi merek?

Berikut enam indikator utama yang wajib diingat jika ingin mencari influencer untuk bekerja sama.

1. Jumlah Pengikut

Meskipun di industri video pendek, jumlah pengikut tidak bisa menjadi tolok ukur segalanya, namun harus diakui, saat memilih influencer untuk iklan video pendek TikTok, jumlah pengikut memiliki keunggulan mutlak dalam mengukur skala dan pengaruh influencer.

Setidaknya, ini bisa secara langsung mencerminkan satu hal, yaitu tanpa rekomendasi big data, berapa banyak orang yang bisa melihat iklan Anda secara maksimal.

Tentu saja, saat ini fenomena membeli atau memanipulasi pengikut sangat umum di industri ini, jadi untuk menilai kualitas channel seorang influencer, kita juga perlu mengevaluasi dari berbagai data.

2. Jumlah Penayangan

Di platform sosial berbasis video, jumlah penayangan selalu menjadi faktor penting untuk menilai kualitas konten akun. Namun dalam konten pemasaran, jumlah penayangan hanyalah indikator dasar dari efek pemasaran.

Karena tujuan pemasaran adalah konversi, bukan sekadar eksposur. Eksposur bisa meningkatkan popularitas merek Anda, sedangkan konversi adalah kunci untuk membangun hubungan erat antara merek dan audiens. Hanya jika eksposur dan konversi berjalan bersamaan, iklan video pendek TikTok Anda baru bermakna.

3. Rata-rata Penayangan

Rata-rata penayangan adalah dasar untuk menilai stabilitas performa akun sosial influencer, juga merupakan indikator yang perlu diperhatikan oleh pemasar saat memperkirakan jumlah eksposur.

Secara umum, rata-rata penayangan akun influencer menunjukkan eksposur nyata yang bisa didapatkan saat melakukan promosi, dan merupakan parameter penting untuk menghitung tingkat konversi pemasaran.

4. Tingkat Interaksi

Tingkat interaksi dapat dipahami sebagai indeks aktivitas antara pengikut dan influencer, dapat digunakan untuk menentukan apakah iklan video pendek TikTok yang diposting influencer disukai oleh audiens.

Like, komentar, atau share dari netizen akan meningkatkan indeks tingkat interaksi akun, dan dari situ dapat dianalisis konten mana yang lebih menarik bagi pengikut.

5. Rasio Penayangan terhadap Pengikut

Rasio penayangan terhadap pengikut adalah sebuah rasio, yaitu rata-rata penayangan influencer dibagi dengan jumlah pengikut. Biasanya digunakan untuk menilai kualitas konten influencer.

Namun rasio ini tidak selalu semakin tinggi semakin baik, kuncinya tetap harus melihat basis pengikut akun tersebut.

6. Frekuensi Publikasi Video

Frekuensi publikasi video adalah standar untuk menilai tingkat aktivitas akun influencer, yang dilihat adalah siklus influencer dalam memposting konten.

Biasanya, akun yang sering aktif akan lebih mudah mendapatkan rekomendasi dari platform, dan iklan video pendek TikTok yang diposting juga lebih berpengaruh dan menarik bagi pengikut, sehingga akan langsung memengaruhi hasil pemasaran kita.

Sedangkan influencer yang tidak memperbarui konten dalam waktu tertentu (lebih dari 1,5 bulan), sebaiknya lebih berhati-hati dalam bekerja sama.

Ringkasan

Berdasarkan beberapa indikator data yang disebutkan di atas, kita dapat menarik kesimpulan berikut:

Seorang influencer yang baik biasanya harus memiliki jumlah pengikut tertentu sebagai dasar, sekaligus memiliki rata-rata penayangan dan tingkat interaksi yang sepadan. Indikator-indikator ini harus tetap dalam kisaran yang wajar, dan influencer perlu secara rutin memperbarui video untuk menjaga interaksi dan daya tarik dengan pengikut.

Dengan mengikuti pola pikir ini dalam mencari dan membina influencer, diyakini akan membantu meningkatkan peluang sukses!