Di pasar konsumen global yang semakin kompetitif, Amerika Latin kini menjadi “ladang percobaan” pilihan utama bagi semakin banyak merek Tiongkok untuk Tuke.
Wilayah ini memiliki populasi muda, tingkat penetrasi internet yang tinggi, dan budaya sosial yang aktif, terutama dengan pertumbuhan pesat TikTok, memberikan kesempatan yang belum pernah ada sebelumnya bagi merek untuk menjangkau konsumen.
realme, QCY, Urbanic—tiga merek Tiongkok dari bidang berbeda ini secara bersamaan memilih TikTok sebagai basis utama untuk memasuki pasar Amerika Latin, dan dengan strategi konten yang berbeda, mereka berhasil membuka pasar baru ini.
Strategi mereka mungkin adalah kunci terobosan yang sedang Anda cari.

Sumber gambar:Google
01
realme:
Menggunakan konten lokal+ pemasaran hari raya untuk membangun resonansi emosional
Sebagai merek smartphone yang dengan cepat menyapu dunia,strategi realme di pasar Amerika Latin sangat representatif. Strategi intinya dapat dirangkum sebagai: distribusi konten ala “dapur pusat” + kolaborasi lokal yang mendalam.

Sumber gambar:realme
realme telah membangun 7 akun resmi TikTok yang mencakup Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan wilayah lainnya, membentuk sistem operasi matriks.
Untuk pasar Amerika Latin,realme tidak hanya menerjemahkan dan mempublikasikan konten global secara langsung, tetapi juga menggabungkan budaya lokal dan kebutuhan pengguna untuk merancang konten secara detail.
Misalnya di Brasil,realme pandai memanfaatkan hari raya lokal dan kolaborasi dengan KOL untuk menciptakan konten yang penuh emosi.
Pada Hari Ibu di Brasil,realme pernah bekerja sama dengan beberapa influencer lokal untuk membuat serangkaian video pendek unboxing dan review dengan tema hadiah untuk ibu.
Influencer@alcala.creativo melalui narasi hangat + demonstrasi produk, secara alami memasukkan ponsel realme ke dalam suasana hari raya. Selama Hari Ibu, video ini ditonton lebih dari 760 ribu kali, meningkatkan kesan positif dan daya ingat merek.
Keberhasilan realme terletak pada:
Mereka tidak hanya menganggapTikTok sebagai saluran penjualan, tetapi sebagai jembatan untuk membangun koneksi emosional antara merek dan pengguna. Melalui momen hari raya, bahasa lokal, dan kisah nyata, produk teknologi menjadi lebih hangat dan dapat beresonansi.

Sumber gambar:TikTok
02
QCY:
Menggunakan ulasan nyata+ kolaborasi influencer untuk menyentuh pengguna
Berbeda denganrealme, merek earphone QCY di Amerika Latin lebih menekankan visualisasi fungsi dan keaslian skenario, terutama mahir menampilkan performa produk secara langsung melalui konten TikTok.
Misalnya, akun Brasil mengujiefek peredam bising earphone QCY di lingkungan bising seperti kereta bawah tanah dan jalanan, menampilkan keunggulan performa secara visual melalui perbandingan sebelum dan sesudah.
Konten seperti ini tidak hanya kredibel, tetapi juga sangat sesuai dengan kebutuhan inti pengguna Amerika Latin terhadap kualitas suara dan kepraktisan.
Sumber gambar:TikTok
Dalam kolaborasi dengan influencer,QCY tidak memilih selebriti secara membabi buta, tetapi secara tepat memilih kreator lokal tingkat menengah yang sangat cocok.
Misalnya bekerja sama dengan blogger Brasil@paula.raysa (43.700 pengikut) untuk merilis video unboxing headphone, dengan pengalaman nyata yang menyentuh penonton, menghasilkan 446.800 penayangan.
Strategi pemasaran dengan anggaran kecil dan hasil tinggi seperti ini sangat cocok untuk merek kecil dan menengah yang memiliki anggaran terbatas namun mengejar efektivitas.
Keberhasilan QCY terletak pada:
Konten tidak perlu terlalu keren, yang penting nyata dan terasa. Di pasar Amerika Latin yang sangat interaktif, pengguna lebih suka membeli konten yang membumi.

Sumber gambar:TikTok
03
Urbanic:
Menggunakan akun terpisah+ konten outfit untuk membangun estetika merek
Merek fast fashionUrbanic yang berkembang pesat di Amerika Latin menunjukkan kekuatan TikTok dalam menanamkan visual dan menyesuaikan estetika lokal.
Urbanic membuka akun terpisah untuk setiap negara, dengan gaya konten yang disesuaikan dengan lokal.
Misalnya akun Brasil@urbanic_brasil menonjolkan gaya berpakaian yang sehat, rapi, dan nyaman, kini telah mengumpulkan 868.700 pengikut dan lebih dari 7,8 juta likes; sedangkan akun Meksiko @urbanic_mx lebih condong ke arah fashion yang trendi, sesuai dengan selera estetika anak muda lokal.

Sumber gambar:TikTok
Strategi pengelolaan akun terpisah seperti ini tidak hanya dapat mengurangi hambatan budaya, tetapi juga memungkinkan merek membangun identitas visual yang jelas dengan cepat di setiap pasar.
Dari segi konten,Urbanic banyak bekerja sama dengan influencer outfit lokal, menampilkan model, bahan, dan efek padu padan pakaian secara langsung melalui video try-on.
Misalnya influencer Brasil@sthe_viick (895.800 pengikut) merilis video outfit Urbanic terbaru, dengan penayangan lebih dari satu juta dan banyak komentar “minta link produk yang sama”.
Keberhasilan Urbanic terletak pada:
Dengan konten try-on nyata+ wajah lokal, kredibilitas dan daya tarik produk sangat meningkat, dan merek pun dengan cepat membangun citra sebagai merek populer lokal.

Sumber gambar:TikTok
04
Ringkasan:Tiga langkah strategi TikTok di Amerika Latin
Darirealme, QCY hingga Urbanic, kita dapat menyimpulkan tiga jalur terobosan merek Tiongkok di TikTok Amerika Latin:
1)Tipe resonansi emosional—memanfaatkan hari raya, KOL, dan kisah lokal untuk menciptakan konten merek yang hangat;
2)Tipe uji fungsi—memperkuat kredibilitas performa produk melalui skenario nyata dan ulasan perbandingan;
3)Tipe visual—pengelolaan akun terpisah + influencer outfit, membangun pengakuan estetika lokal.
Kesamaan mereka adalah: bukan sekadar “pengangkut” konten, tetapi menjadi “penerjemah” budaya.
Ingatlah:Di pasar Amerika Latin yang muda, penuh semangat, dan interaktif, hanya dengan benar-benar memahami bahasa, estetika, dan kebutuhan lokal, merek Anda bisa dikenali dan diingat.
Jika Anda juga sedang bersiap memasuki Amerika Latin, tidak ada salahnya untuk mulai dengan membuat akunTikTok lokal——
Gunakan bahasa lokal, ceritakan kisah lokal, dan sentuh orang yang paling ingin Anda jangkau.


