"Pemasaran TikTok tidak hanya untuk sisi C, sisi B sebenarnya lebih membutuhkannya."
01 Mengapa Perusahaan B2B Harus Mempertimbangkan Pemasaran TikTok?
Setelah sekian lama berkecimpung di bisnis luar negeri, Tuke kadang masih menemui orang yang meragukan kemampuan pemasaran TikTok untuk sisi B. Memang, sejak diluncurkan dan dioperasikan, bisnis yang dijalankan TikTok pada dasarnya adalah di bidang B2C, yang tampaknya tidak ada hubungannya dengan sisi B2B.
Namun perlu diketahui, apa pun jenis pemasarannya, yang pada akhirnya menarik adalah manusia, hanya saja identitasnya berbeda.
Hakikat TikTok adalah platform media sosial, dengan lebih dari 1,6 miliar pengguna aktif bulanan global, yang sebenarnya setara dengan jaringan yang belum tergarap.
Selain itu, jangkauan usia pengguna TikTok sangat luas, dan format kontennya sangat cocok untuk penyebaran cepat dan interaksi tinggi, sehingga platform ini ideal untuk meningkatkan kesadaran merek dan loyalitas pelanggan.
02 Bagaimana Perusahaan B2B Melakukan Pemasaran Melalui TikTok?
Pemasaran TikTok untuk perusahaan B2B sebenarnya memiliki beberapa kesamaan dengan sisi B2C, misalnya sama-sama membutuhkan persona, konten, dan lain-lain, namun karena perbedaan kelompok audiens, pelaksanaannya akan berbeda. Berikut adalah 6 strategi pemasaran yang dirangkum oleh Tuke, bisa dijadikan referensi.
1. Personalisasi Citra Merek
Dulu, citra perusahaan di sisi B seringkali terlalu formal dan profesional, ini sebenarnya adalah stereotip, karena perusahaan di sisi B kebanyakan adalah pabrik, sehingga orang merasa perlu lebih formal.
Namun TikTok adalah platform hiburan dan berbagi, citra merek yang formal dan profesional mungkin tidak sepopuler konten yang humoris dan membumi. Oleh karena itu, merek B2B perlu menjaga profesionalisme sambil sedikit melonggarkan nada, agar konten lebih menarik dan layak ditonton.
2. Perbanyak Video Demonstrasi Produk
Klien di sisi B2B adalah perusahaan, juga konsumen, hal ini tidak pernah berubah, jadi kita bisa memanfaatkan fitur visual dan video pendek TikTok untuk membuat video demonstrasi produk atau alur operasi yang intuitif.
Ini tidak hanya membantu menampilkan fungsi produk, tetapi juga dapat menarik target pelanggan dengan menunjukkan bagaimana produk memecahkan masalah spesifik mereka.
3. Mengungkap "Rahasia" di Balik Layar Industri
Orang akan penasaran dengan hal-hal yang tidak mereka ketahui, jadi kita bisa menarik perhatian pengguna dengan berbagi budaya perusahaan dan alur kerja di balik layar, seperti keseharian karyawan, lingkungan kantor, atau kemajuan proyek khusus, sehingga meningkatkan transparansi dan kedekatan merek.
Dalam industri pabrik, ini berarti bisa berbagi lini produksi produk, termasuk proses pengemasan, pemeriksaan, penyesuaian, pemasangan, dan lain-lain.
4. Memanfaatkan KOL untuk Pemasaran B2B
Pemasaran influencer memang lebih sering digunakan dalam kegiatan pemasaran B2C, tetapi ini tidak berarti tidak cocok untuk pemasaran B2B. Sebaliknya, pemasaran influencer juga merupakan cara penting bagi perusahaan di sisi B untuk meningkatkan kredibilitas merek.
Hanya saja perbedaannya, influencer yang diajak kerja sama di sisi B sebaiknya adalah KOL dalam industri atau akun perusahaan yang berpengaruh, biarkan mereka berbagi pengalaman menggunakan produk Anda, atau menyebut perusahaan dan produk Anda, berbagi proses kunjungan pabrik, dan lain-lain. Ini akan lebih autentik dan lebih mudah menarik target pelanggan untuk melakukan inquiry.
5. Memanfaatkan Iklan Berbayar
Menggabungkan pemasaran influencer dengan iklan berbayar adalah cara terbaik untuk memaksimalkan efek promosi. Layanan iklan Spark Ads di TikTok dengan jelas menunjukkan hal ini. Karena mereka pernah menguji sebuah kasus di akun NEXT (komunitas asuransi bisnis kecil online), dengan menguji tiga jenis iklan berbeda, termasuk Spark Ads yang menggabungkan pemasaran influencer, Spark Ads dari akun bisnis NEXT, dan iklan non-Spark.
Hasilnya menunjukkan bahwa Spark Ads yang menggabungkan pemasaran influencer mendorong tingkat konversi yang jauh lebih tinggi daripada dua jenis lainnya, dan biaya perolehan pelanggan juga lebih rendah.
Kesimpulan
TikTok menawarkan peluang pasar yang belum pernah ada sebelumnya bagi perusahaan B2B untuk berinteraksi dan terhubung dengan target pelanggan dengan cara yang baru. Melalui strategi di atas, perusahaan B2B dapat membangun pengaruh merek yang kuat di TikTok, sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan dan daya saing pasar.
Seiring semakin banyaknya manajer perusahaan yang mulai memperhatikan platform ini, sekarang adalah waktu terbaik bagi perusahaan B2B untuk mulai mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi pemasaran TikTok.



