Amerika Serikat, sebagai salah satu negara dengan e-commerce paling maju di dunia, hampir setiap segmen pasar memiliki potensi besar.

Menurut laporan terbaru dari platform pemantauan data ritel Brick Meets Click, pada kuartal ketiga tahun ini, pasar grosir online AS menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan penjualan meningkat 13,8% year-on-year menjadi 27,4 miliar dolar AS.

Penjualan pasar grosir online AS melonjak signifikan Sumber: supermarketnews

Kunci pertumbuhan ini terletak pada peningkatan di semua metode pengiriman, terutama lonjakan permintaan pengiriman ke rumah yang mendorong kenaikan volume penjualan secara keseluruhan. Data menunjukkan, pesanan pengiriman ke rumah meningkat 15%, sementara penjualan naik 25%. Sebaliknya, pada periode yang sama tahun lalu, penjualan di sektor ini sempat turun sekitar 6%, menunjukkan kontras yang signifikan.

Pertumbuhan berbagai metode pengiriman juga memicu persaingan yang lebih ketat antar platform. Pangsa pasar Mars dalam pengiriman ke rumah naik menjadi 16,4%, menunjukkan kemampuan ekspansi yang kuat; Amazon terus memimpin dengan pangsa pasar 50,1%, tetapi turun 1% dibandingkan tahun lalu. Dalam layanan ambil sendiri, Mars masih unggul dengan pangsa pasar 56,1%, turun 0,7% dari tahun lalu, dan kehilangan pangsa pasar ini terutama dipengaruhi oleh strategi keanggotaan agresif Walmart.

Tidak hanya itu, dengan terus meluasnya basis konsumen, fondasi permintaan pasar grosir online semakin kuat. Data menunjukkan, sejak awal tahun, jumlah pengguna aktif bulanan untuk semua metode belanja naik 2% menjadi 56%; di antaranya, proporsi konsumen yang menghabiskan lebih dari 25% anggaran grosir naik 3 poin persentase, menunjukkan bahwa grosir online telah sangat disukai konsumen.

Kelompok konsumen belanja grosir online meluas Sumber: supermarketnews

Mark Fairhurst, Chief Growth Officer Mercatus, mengatakan: "Kinerja baik pasar grosir online AS tidak lepas dari penggalian mendalam terhadap kebutuhan konsumen. Pemimpin industri seperti Mars dan Walmart, dengan jaringan toko mereka yang luas, mendorong perkembangan seluruh pasar."

Persaingan Ketat: Pertarungan Pasar Raksasa Memanas

Seiring perluasan pasar grosir online, pasar AS secara bertahap menjadi medan pertempuran yang diperebutkan para peritel. Bagi raksasa e-commerce Amazon, meskipun memiliki keunggulan absolut di bidang e-commerce secara keseluruhan, tantangan di sektor grosir masih cukup besar. Untuk memperluas peta pasar grosir, Amazon secara aktif mempercepat penataan.

1. Amazon mengadopsi strategi yang lebih agresif dalam perluasan toko. Sejak supermarket segar pertama dibuka pada tahun 2020, Amazon telah membuka 49 toko di 9 negara bagian AS, meningkatkan cakupan toko fisik untuk mengatasi kekurangan tata letak awal.

Amazon meluncurkan supermarket segar Amazon Fresh Sumber: aboutamazon

2. Amazon mengandalkan sistem e-commerce, dengan berbagai promosi dan layanan Prime, mempercepat langkah ekspansi pasar grosir. Misalnya, pada Agustus tahun ini, Amazon meluncurkan program grosir tahunan sebesar 99,99 dolar AS untuk anggota Prime, memungkinkan anggota menikmati pengiriman gratis tanpa batas di Amazon Fresh dan Whole Foods Market, langkah ini semakin meningkatkan loyalitas pengguna.

Amazon meluncurkan layanan langganan grosir tahunan Sumber: aboutamazon

Sementara itu, keunggulan Walmart di sektor grosir semakin kokoh. Dengan jaringan toko yang luas di seluruh AS, Walmart memimpin dalam layanan ambil sendiri dan pengiriman, dan melalui optimalisasi strategi keanggotaan yang terus-menerus meningkatkan tingkat konversi pengguna, posisinya di pasar semakin stabil.

Masuknya Pemain Baru TikTok

Saat ini, kebangkitan pesat TikTok secara mendalam memengaruhi pola konsumsi AS. Bagi banyak merek grosir, TikTok bukan lagi sekadar platform sosial, melainkan alat yang kuat untuk promosi merek dan peningkatan penjualan. Banyak merek menampilkan produk melalui TikTok, merilis video pendek yang menarik dan mudah disebarkan untuk mempromosikan layanan pengiriman dan produk unggulan, terutama disukai konsumen muda.

Amazon dan Walmart juga berinvestasi besar di TikTok, memanfaatkan efek lalu lintas unik platform ini untuk mengarahkan pengguna ke platform mereka sendiri atau toko fisik untuk membeli. Misalnya, Walmart menggunakan fitur live streaming TikTok untuk menampilkan serangkaian produk grosir terjangkau kepada kelompok muda, merangsang interaksi dan meningkatkan loyalitas pengguna. Model e-commerce sosial ini menyuntikkan vitalitas baru ke pasar grosir tradisional, semakin mendorong popularitas belanja online.

Prospek Pasar: Efek Sinergi Mendorong Industri Terus Naik

Ke depan, dengan integrasi mendalam antara media sosial dan e-commerce, lanskap persaingan pasar grosir online AS akan menghadapi titik balik baru, dan siapa yang pada akhirnya akan menonjol di pasar yang ketat ini masih belum diketahui. Dengan semakin terlibatnya platform sosial seperti TikTok, tidak hanya akan mendorong inovasi pasar yang berkelanjutan, tetapi juga mempercepat perubahan dan pertumbuhan permintaan konsumen, mengaktifkan lebih banyak peluang baru. Dapat diramalkan, pasar grosir online AS akan terus mencapai puncak baru di bawah dorongan integrasi dan persaingan ini.