Tahun 2024 sudah mulai memasuki penghujung, berbagai platform internet luar negeri besar juga mulai bergerak satu per satu. Baru-baru ini, beredar kabar bahwaTikTok Shop akan diluncurkan di Jepang pada bulan Juni tahun depan, berita ini tentu saja menarik perhatian luas.
Meskipun kabar ini belum dikonfirmasi secara resmi, melihat langkah ekspansi TikTok Shop dalam beberapa tahun terakhir,peluncuran TikTok Shop di Jepang hanyalah masalah waktu.
Sebagai salah satu negara yang dibuka sejak awal perkembangan TikTok,TikTok telah memiliki sekitar 40 juta pengguna di pasar Jepang, dan sebagian besar pengguna ini berasal dari kelompok muda yang sangat aktif. Hal ini membuatnya memiliki potensi untuk menjadi kekuatan baru di pasar e-commerce Jepang.
Namun, selama bertahun-tahun TikTok Shop belum diluncurkan di Jepang, melainkan memfokuskan upaya utamanya di pasar Amerika Serikat dan Asia Tenggara. Alasannya kembali lagi pada budaya unik dan kebiasaan konsumsi pasar Jepang.
Keunikan Pasar Jepang
Konsumen Jepang memiliki tuntutan tinggi terhadap kualitas produk dan citra merek, serta memiliki kemauan membayar yang kuat. Dibandingkan dengan pasar Asia Tenggara, strategi e-commerce merek di pasar Jepang perlu lebih halus dan profesional.
Selain itu, tidak seperti pasar Amerika Serikat dan Asia Tenggara, konsumen di pasar Jepang lebih sedikit terpengaruh oleh belanja langsung (live shopping), dan lebih mementingkan keaslian serta hiburan konten, bukan murni dorongan belanja.
Oleh karena itu, TikTok Shop memilih untuk menguji coba di negara lain terlebih dahulu.
Sekarang,TikTok Shop telah menerapkan belanja tertutup "tonton sambil beli" di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Inggris, dan dengan cepat menarik perhatian banyak penjual dan konsumen.
Menurut statistik, pada paruh pertama tahun 2024,total penjualan global TikTok Shop telah melampaui 10,7 miliar dolar AS.
Di pasar Jepang, jika TikTok berhasil memperkenalkan model e-commerce tertutup sepenuhnya (saat ini Jepang masih setengah tertutup), hal ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat konversi pengguna, mengurangi tingkat pentalan, dan menyediakan lebih banyak saluran penjualan bagi penjual lintas batas.
Potensi Strategi untuk Penjual Lintas Batas
Bagi penjual lintas batas, peluncuran TikTok Shop di pasar Jepang bukan hanya peluang untuk memperluas saluran, tetapi juga bisa menjadi panggung untuk meningkatkan kesadaran merek.
Penjual tahap awal dapat mencoba model "inventaris ringan", untuk menghindari biaya inventaris yang terlalu besar di pasar Jepang, sambil menggunakan format seperti siaran langsung dan iklan video pendek untuk menguji reaksi pengguna.
Selain itu, konsumen Jepang lebih mementingkan rasa autentik produk dan kesesuaian budaya konten, yang berarti penjual perlu menginvestasikan sejumlah upaya untuk menciptakan konten yang dekat dengan budaya lokal.
Dibandingkan dengan pasar Asia Tenggara, konsumen Jepang cenderung pada pengalaman konten yang lebih halus, sehingga siaran langsung tidak boleh terlalu langsung, melainkan dapat menambah daya tarik dan interaktivitas melalui konten yang dikontekstualisasikan.
Misalnya, menambahkan demonstrasi skenario penggunaan produk dan cerita budaya kecil dalam siaran langsung akan lebih mudah menarik minat penonton dan mendorong konversi.
Dalam praktiknya, meskipun saat ini TikTok Jepang masih dalam "mode setengah tertutup", beberapa merek dan pedagang telah berhasil melalui TikTok. Ambil contoh penjual elektronik Newegg, merek ini telah mencapai penjualan yang stabil di kalangan konsumen muda melalui siaran langsung dan interaksi pengguna.
Strategi penjualan Newegg tidak hanya bergantung pada kupon pertama, tetapi juga pada pemahaman yang tepat tentang minat penonton. Interaksi antara pembawa acara dan penonton menjadi kunci kesuksesan Newegg, bahkan penggemar mereka secara rutin kembali untuk menonton pembawa acara favorit mereka merekomendasikan produk.
Sebaliknya, merek seperti NightCap, yang menjual ikat rambut anti-stab, menghadapi lebih banyak tantangan. Meskipun video mereka mudah viral di TikTok pada awalnya, seiring meningkatnya persaingan pasar, tingkat eksposur perlahan menurun, menunjukkan bahwa untuk merek di bidang vertikal tertentu, efek TikTok Shop mungkin tidak stabil.
Saran untuk Pasar Jepang
Bagi penjual yang bersiap untuk fokus di TikTok Jepang, disarankan untuk memulai dengan strategi inventaris rendah untuk mengurangi risiko investasi awal. Manfaatkan siaran langsung dan konten yang dilokalkan untuk membangun hubungan emosional dengan konsumen, dan secara bertahap akumulasi pengaruh merek.
Pada saat yang sama, pertahankan ekspektasi realistis terhadap pasar, jangan jadikan ini sebagai satu-satunya saluran penjualan, sehingga dalam proses menjelajahi pasar, Anda dapat secara bertahap menemukan strategi operasi yang tepat.
Secara keseluruhan, peluncuran TikTok Jepang di masa depan adalah peluang yang patut diperhatikan, tetapi juga membutuhkan penjual untuk bekerja keras dalam hal konten dan kesesuaian budaya agar benar-benar mendapatkan hasil kinerja yang ideal.



