Dari lonjakan penjualan hingga peningkatan merek, tahun 2024 pasti menjadi tahun tonggak bagi e-commerce konten lintas batas.

01 | E-commerce Konten: Mesin Baru Bisnis Lintas Batas

Pada tahun 2024, banyak merek menuai hasil melimpah di bidang e-commerce konten.

Misalnya, merek pakaian olahragaOQQ meluncurkan tantangan di TikTok, menarik lebih dari 7.000 video pengguna dan hampir 88 juta penayangan.Pop Mart mencapai penjualan sebesar $1,2 juta dalam satu sesi live streaming melalui TikTok Shop.

Sementara merek kebugaranMerach, melalui kolaborasi dengan kreator dan siaran langsung mandiri, berhasil mengamankan gelombang promosi besar, dengan GMV melonjak 240% selama Black Friday.

Model e-commerce yang digerakkan oleh konten ini tidak hanya memberikan lebih banyak eksposur bagi merek dan penjual, tetapi juga menawarkan pengalaman belanja yang menyenangkan dan praktis bagi pengguna. Data menunjukkan, pada tahun 2024, jumlah pengguna belanja sosial di AS melampaui 100 juta, dengan TikTok Shop menambah hingga 11,9 juta pengguna baru, menjadi pendorong pertumbuhan utama.

Logika inti e-commerce konten adalah: Integrasi "menanam-minat-ke-konversi", membuat jalur pengguna dari melihat produk hingga melakukan pembelian menjadi sangat efisien.

Sumber gambar: Pop Mart

02 | Titik Balik Dekade Baru

Melihat kembali lintasan perkembangan e-commerce lintas batas:

· 2014-2016: Model rak tradisional dimulai, platform seperti Amazon dan eBay menjadi pilihan pertama bagi pedagang China untuk "uji coba".

· 2017-2019: Model situs mandiri muncul, merek menjelajahi jalur global yang lebih personal.

· 2020-2022: Perang harga memanas, banyak pedagang kecil dan menengah keluar dari pasar.

· Setelah 2023: Perang harga mereda, e-commerce konten bangkit dengan cepat.

Di tengah kejenuhan e-commerce rak, e-commerce konten mendefinisikan ulang jalur e-commerce lintas batas: melalui video pendek, siaran langsung, dan bentuk lainnya, pedagang dapat menggunakan "konten" untuk menyentuh emosi pengguna dan membangun hubungan mendalam dengan konsumen.

03 | Di Balik Produk Laris: Konten Memberdayakan Merek

Daya tarik e-commerce konten tidak hanya terletak pada lalu lintas, tetapi lebih pada penggunaan konten untuk menceritakan kisah merek dengan baik.

· OQQ: Dari menanam-minat di media sosial hingga ledakan platform, GMV selama 7 hari acara Super Brand Day menembus $5,19 juta.

· Bedsure: Hanya tim 10 orang, memproduksi 5.000 video pendek per bulan, 5.000 sesi live streaming, penjualan tahunan mencapai jutaan.

· Merach: Dari kolaborasi kreator hingga konten buatan sendiri, live streaming maraton 97 jam, GMV satu sesi hampir $100.000.

Selain itu, e-commerce konten juga mendorong popularitas produk "baru dan unik". Misalnya, merek suplemen GNC memenuhi kebutuhan pengguna melalui "paket nutrisi kecil", sementara merek aksesori PS5, Yalewei, mencapai ledakan penjualan berkat video pendek yang menghibur.

Konten video TikTok Merach Sumber gambar: TikTok

04 | Masa Depan E-commerce Konten: Dorong Pertumbuhan dengan "Kekuatan Konten"

E-commerce konten bukan hanya model penjualan, tetapi juga cara berpikir bisnis yang baru.

Dibandingkan dengan e-commerce rak tradisional yang bergantung pada pencarian dan tampilan, e-commerce konten memicu minat pengguna melalui resonansi emosional, sehingga mempercepat keputusan pembelian. Dalam model ini, nilai produk didefinisikan ulang: bukan harga murah, melainkan "cerita yang bagus".

Catatan Akhir: 2025, Gelombang Berikutnya E-commerce Lintas Batas

Baik kreator, pedagang, maupun platform itu sendiri, e-commerce konten tahun 2024 telah menunjukkan vitalitas yang kuat. Seperti yang dikatakan seorang penjual lintas batas: "Sepuluh tahun lalu lihat e-commerce rak, sepuluh tahun ke depan lihat e-commerce konten."

Kebangkitan e-commerce konten adalah jalur kunci bagi merek untuk go global dan meraih pangsa pasar global.

Dengan optimalisasi fungsi e-commerce platform seperti TikTok yang terus berlanjut, pada tahun 2025, kami punya alasan untuk percaya bahwa lebih banyak merek akan menembus batas negara melalui e-commerce konten dan mencapai lonjakan penjualan global.

Menurut Anda, merek mana yang akan bangkit melalui e-commerce konten di tahun 2025? Tinggalkan komentar dan diskusikan!