Berita Terbaru TikTok
1. Pengguna Aktif Harian TikTok AS Tembus 120 Juta
Pengguna aktif harian TikTok di Amerika Serikat telah melampaui 121 juta, dan diperkirakan pada akhir tahun 2024, pengguna sosial komersial TikTok akan mencapai setidaknya 35,8 juta; pada tahun 2027, rata-rata pengeluaran tahunan pengguna TikTok Shop akan mencapai 144,5 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dari 67 miliar dolar AS pada tahun 2023.
2. Penjualan TikTok di Wilayah AS Capai 1,1 Miliar Dolar AS pada Desember
Data menunjukkan, total penjualan e-commerce TikTok AS pada Desember mencapai 1,16 miliar dolar AS, turun 1% secara bulanan. Dari segi kategori produk, penjualan kecantikan dan perawatan pribadi turun 5% menjadi 190 juta dolar AS, pakaian wanita dan pakaian dalam wanita turun 4% menjadi 120 juta dolar AS, suplemen kesehatan turun 21% menjadi 63 juta dolar AS. Sementara penjualan olahraga dan luar ruangan meningkat, naik 9% menjadi 75 juta dolar AS.
Sumber: Internet
3. TikTok Rencanakan Masuk Pasar Belanda pada 2025
TikTok berencana memasuki pasar e-commerce Belanda pada tahun 2025. Rencana ini merupakan bagian dari ekspansi TikTok di pasar Eropa, sebelumnya TikTok Shop telah diluncurkan di Inggris, Spanyol, dan Irlandia, serta sedang diuji coba di Italia dan Jerman. Diketahui, TikTok saat ini memiliki 175 juta pengguna aktif bulanan di Eropa, dengan potensi pasar yang besar di kawasan tersebut.
4. TikTok Dapatkan Izin Operasi di Malaysia
Diketahui, TikTok telah mendapatkan izin operasi di Malaysia. Regulator komunikasi Malaysia, berdasarkan undang-undang media sosial baru, memberikan izin kepada TikTok dan WeChat untuk beroperasi di negara tersebut. Undang-undang ini mewajibkan platform media sosial dan penyedia layanan informasi dengan lebih dari 8 juta pengguna di Malaysia untuk mendapatkan izin, jika tidak akan menghadapi tuntutan hukum. Undang-undang ini mulai berlaku pada 1 Januari 2025.
5. 50% Konsumen AS Berbelanja Online Melalui TikTok
Data survei terbaru dari lembaga pemasaran MGH menunjukkan, di AS, hampir 50% responden pernah membeli barang di TikTok, dan 37% membeli hadiah untuk orang lain melalui platform tersebut. Selain itu, 55% konsumen AS menemukan inspirasi hadiah liburan melalui TikTok, dan 69% responden menganggap video unboxing, video ulasan pasca-pembelian pelanggan, dan pengalaman pengguna produk memainkan peran penting dalam keputusan pembelian.

Sumber: Internet
Berita Terbaru Amazon, Temu, dll.
1. Amazon Percepat Ekspansi ke Pasar Grosir
Whole Foods Market milik Amazon kembali ke mode ekspansi, berencana menambah setidaknya 100 lokasi baru dengan kecepatan minimal 30 toko baru per tahun, hampir tiga kali lipat dari 11 toko yang dibuka tahun lalu.
2. Fitur Jual Satu Produk ke UE di Temu Akan Diperbarui
Temu mengumumkan bahwa fitur jual satu produk untuk pasar Uni Eropa akan mengalami pembaruan penting. Mulai hari ini, platform akan mendukung penjual untuk mempublikasikan produk ke 27 negara UE dalam satu klik, artinya saat membuat produk baru, penjual dapat langsung membuka semua 27 negara UE [termasuk yang belum resmi diluncurkan] untuk mempublikasikan produk, tanpa perlu mempublikasikan ulang setiap kali membuka negara baru.
3. Klarifikasi! Kebakaran Gudang TEMU 57.000 Kaki Persegi Adalah Hoaks
Baru-baru ini, berita palsu tentang kebakaran gudang TEMU seluas 57.000 kaki persegi menyebar luas di internet asing, disertai dengan foto terkait. Setelah diverifikasi, foto tersebut adalah informasi palsu, diduga dihasilkan oleh AI.
4. Toko Lokal Shopee Taiwan Akan Dibekukan Secara Permanen Jika Melanggar Penggunaan
Shopee Taiwan memperketat manajemen akun untuk toko lokal. Jika penjual melanggar aturan, misalnya menyewakan metode verifikasi seperti nomor KTP atau telepon kepada orang lain, mereka tidak hanya berisiko akun diblokir secara permanen, tetapi juga dapat melanggar hukum dan harus menanggung tanggung jawab bersama atas tindakan tidak pantas penyewa.
Sumber: Internet
Berita Terbaru Pasar E-commerce Eropa, Inggris, dll.
1. Pasar E-commerce Eropa: Secara Keseluruhan Positif, Namun Perbedaan Regional Signifikan
Pada tahun 2022, pendapatan e-commerce Eropa mencapai 632 miliar dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan tahunan 9,3%, diperkirakan mendekati 1 triliun dolar AS pada tahun 2029. Di antaranya, Eropa Barat terutama didominasi oleh Inggris, Prancis, dan Jerman, yang berkembang lebih baik dari rata-rata keseluruhan dan menjadi pendorong utama pertumbuhan. Namun, Spanyol dan Italia lebih terpengaruh oleh krisis biaya hidup, sehingga pertumbuhan awal yang cepat telah melambat.
2. Konsumen di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan Paling Perhatikan Kenyamanan Pengiriman ke Rumah
Diketahui, layanan pengiriman ke rumah sangat dihargai di berbagai pasar, terutama di Afrika Selatan (51%), Brasil (48%), dan Inggris (46%). Sementara harga yang ekonomis juga menjadi alasan utama belanja online, konsumen di Inggris (40%), Australia (41%), Turki (45%), Korea Selatan (47%), dan Brasil (48%) menganggapnya sebagai faktor penting.
3. 47,1% Pembeli Kecantikan di Thailand Lebih Memilih Online
Industri kecantikan dan perawatan pribadi di Thailand mengalami perubahan signifikan. Menurut laporan Kantar, hampir setengah (47,1%) pembeli kecantikan menunjukkan preferensi untuk berbelanja online, dengan 70% di antaranya adalah pelanggan tetap. Di bidang fashion, barang-barang seperti pakaian wanita, tas tangan, dan aksesori rambut mengalami peningkatan penjualan yang signifikan pada kuartal keempat, terutama merek populer di media sosial Thailand yang penjualannya di platform Lazada meningkat hampir 50%.
4. Nilai Pasar E-commerce India Akan Mencapai 7,77 Miliar Dolar AS
Pasar e-commerce India berkembang pesat, diperkirakan pada akhir tahun 2025, nilai pasar e-commerce akan mencapai 7,77 miliar dolar AS, dengan volume pesanan meningkat 36,8% secara tahunan. Pada tahun 2030, total nilai barang dagangan (GMV) e-commerce diperkirakan akan tumbuh menjadi 350 miliar dolar AS.
Sumber: Internet
Di atas adalah berita terbaru lintas batas yang dirangkum oleh Tuke, semoga bermanfaat untuk memahami pasar luar negeri!



