Pada tahun 2025, kecerdasan buatan (AI) telah memicu gelombang yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri e-commerce global. Sebagai dua raksasa di bidang e-commerce lintas batas global, Amazon dan Walmart tidak hanya terus meningkatkan investasi mereka, tetapi juga bersaing ketat dalam penelitian dan pengembangan teknologi, aplikasi pasar, serta pengalaman pengguna.

Sumber gambar: dari internet

1. Raksasa Bergerak Cepat, Pertempuran Investasi AI Dimulai Sepenuhnya

Diketahui, Amazon berencana meningkatkan belanja modal hingga 100 miliar dolar AS tahun ini, dengan sebagian besar dialokasikan untuk penelitian dan penerapan kecerdasan buatan.

Faktanya, investasi Amazon di AI bukanlah hal baru. Pada akhir tahun lalu, mereka telah meluncurkan model kecerdasan buatan besar dengan nama sandi "Olympus", yang mendorong kemajuan signifikan dalam pemrosesan konten gambar, teks, dan video. Memasuki tahun 2025, Amazon juga memperkenalkan model dasar DeepSeek R1 untuk lebih memperkaya platform AI mereka, memberikan layanan yang lebih cerdas dan rekomendasi yang dipersonalisasi bagi pengguna.

Sumber gambar: dari internet

Di sisi lain, Walmart juga tidak mau ketinggalan dengan meluncurkan alat bantu pengkodean AI, alat inovatif yang dirancang khusus untuk pengembang guna meningkatkan efisiensi pengiriman kode dan mengurangi kesalahan. Menurut statistik, pada tahun 2024, Walmart menghemat 4 juta jam kerja dengan bantuan alat AI, secara signifikan meningkatkan produktivitas pengembang. Tahun ini, teknologi ini akan diperluas lebih lanjut untuk mencakup semua tim pengembangan di Amerika Utara dan India, yang diperkirakan akan berdampak besar pada transformasi digital Walmart.

Dari tren saat ini, persaingan antara Amazon dan Walmart di bidang AI tidak lagi terbatas pada pengembangan fungsi tunggal, tetapi merambah ke seluruh rantai industri, berupaya mewujudkan peningkatan cerdas di setiap aspek mulai dari manajemen rantai pasokan, pengalaman konsumen, rekomendasi produk, hingga operasi backend.

Sumber gambar: dari internet

2. AI + E-commerce Meledak, Membentuk Ulang Lanskap Industri

Teknologi AI secara mendalam mengubah lintasan perkembangan industri e-commerce. Dari rekomendasi cerdas, iklan bertarget, penetapan harga dinamis, hingga asisten belanja virtual, AI telah menjadi mesin baru yang mendorong pertumbuhan industri e-commerce. Selain Amazon dan Walmart, platform e-commerce internasional lainnya juga mempercepat penerapan teknologi AI.

eBay pada awal tahun ini mengumumkan kerja sama dengan OpenAI untuk mengembangkan asisten belanja virtual AI bernama "Operator", yang bertujuan membantu pengguna menemukan produk yang diinginkan dengan lebih cepat dan akurat, sehingga meningkatkan pengalaman belanja dan penjualan platform. Platform e-commerce barang bekas terkenal AS, Poshmark, juga meluncurkan fitur bernama "Smart List AI", yang menyediakan layanan pembuatan daftar barang cerdas khusus untuk penjual, secara signifikan mengurangi biaya operasional penjual.

Sumber gambar: dari internet

Selain raksasa e-commerce tradisional, platform e-commerce sosial juga mempercepat penerapan teknologi AI, terutama platform baru seperti TikTok Shop, yang menggabungkan video pendek dan siaran langsung dengan algoritma rekomendasi AI untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih akurat bagi konsumen dan membantu pedagang mencapai tingkat konversi yang lebih tinggi.

Sumber gambar: dari internet

Kesimpulan

Dapat diprediksi bahwa di masa depan, AI akan menjadi mesin baru bagi industri e-commerce, membentuk ulang lanskap pasar e-commerce global. Baik Amazon, Walmart, maupun raksasa e-commerce lainnya seperti eBay dan Poshmark, semuanya mempercepat penempatan di bidang AI untuk merebut hak bicara di era e-commerce cerdas.

Pertempuran teknologi ini bukan hanya persaingan dalam hal lalu lintas dan pengalaman pengguna, tetapi juga kunci untuk merestrukturisasi ekosistem bisnis di masa depan.

Bagi platform e-commerce, siapa yang pertama kali meraih keuntungan dari perkembangan AI, akan memiliki peluang untuk mendominasi persaingan e-commerce global di masa depan. Sedangkan bagi konsumen, AI akan membawa pengalaman belanja yang lebih nyaman, personal, dan efisien, membuka era baru bagi industri e-commerce.