Dalam perjalanan ekspansi globalnya, TikTok Shop kembali meluncurkan langkah besar. Baru-baru ini, berbagai spekulasi beredar di internet, konon ada pihak terkait yang membocorkan bahwa TikTok sedang mempersiapkan secara matang peluncuran bisnis e-commerce di Polandia, dengan rencana paling lambat diluncurkan secara resmi pada paruh pertama tahun 2026.

Jika kabar ini benar, Polandia akan menjadi langkah strategis ketujuh TikTok Shop di pasar Eropa setelah Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dan Belanda.

Sumber: xyz.pl

Mempercepat Ekspansi Eropa, Menghadapi Tekanan AS

Langkah TikTok Shop yang menyasar Polandia ini merupakan kelanjutan dari strategi percepatan ekspansi pasar Eropa yang baru-baru ini dilakukan. Latar belakang percepatan ekspansi ini erat kaitannya dengan ketidakpastian akibat undang-undang "jual atau larang" di AS serta potensi risiko kebijakan perdagangan. Untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tunggal AS, TikTok Shop secara aktif membuka lokasi baru dan menjadikan Eropa sebagai pusat strategis pengembangan bisnis e-commerce-nya.

Baru-baru ini, pada 31 Maret, TikTok Shop secara bersamaan membuka tiga lokasi besar di Jerman, Prancis, dan Italia. Setelah itu, platform memperbarui standar pendaftaran POP (Platform Open Plan) di beberapa pasar Eropa, secara signifikan menurunkan ambang batas masuk. Kebijakan baru ini tidak hanya mendukung penjual yang memiliki pengalaman operasional di platform pihak ketiga seperti Amazon dan eBay untuk mendaftar dengan cepat, tetapi juga membuka jalur hijau bagi penjual AS, dengan tujuan menarik lebih banyak sumber daya penjual ke pasar Eropa.

Sumber: TikTok Shop Cross-border E-commerce

Potensi E-commerce Polandia Besar, Menjadi Target Ideal Ekspansi

Alasan TikTok Shop memilih Polandia sebagai titik baru dalam peta Eropanya tidak terlepas dari pasar e-commerce negara yang berkembang pesat. Data pasar sepenuhnya menunjukkan ketahanan pertumbuhan dan prospek luasnya.

Data dari platform manajemen penjualan online Eropa, BaseLinker, menunjukkan bahwa bahkan setelah musim puncak tradisional berakhir pada Januari tahun ini, pasar e-commerce Polandia tetap tumbuh stabil: total penjualan meningkat 9,9% year-on-year, dan jumlah pesanan meningkat 5,4% year-on-year. Perkiraan dari lembaga riset pasar Statista bahkan lebih optimis: pada tahun 2025, pendapatan pasar e-commerce Polandia diperkirakan mencapai 25,6 miliar dolar AS; pada tahun 2029, angka ini diperkirakan akan tumbuh menjadi 35,76 miliar dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 8,71% dari 2025 hingga 2029. Potensi pertumbuhan yang kuat ini secara alami menarik perhatian strategis TikTok Shop.

Sumber: Statista

Basis Pengguna Besar dan Tingkat Penerimaan Belanja Media Sosial Tinggi

TikTok Shop memiliki keunggulan bawaan yang signifikan di pasar Polandia—basis pengguna yang besar dan tingkat penerimaan yang tinggi dari konsumen lokal terhadap belanja media sosial.

Menurut laporan data pelaksanaan dan penggunaan Uni Eropa yang dirilis oleh TikTok, selama periode Juli hingga Desember 2024, pengguna aktif bulanan TikTok di kawasan Uni Eropa mencapai 159,1 juta orang, meningkat bersih 9 juta orang dibandingkan periode statistik sebelumnya. Di antaranya, jumlah pengguna TikTok di wilayah Polandia mencapai 12,6 juta, menempati peringkat kelima di antara negara-negara Eropa.

Yang lebih penting, konsumen Polandia, terutama kelompok muda, menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap belanja melalui platform media sosial. Laporan riset dari platform fintech Adyen menunjukkan bahwa pada tahun 2023, 45% konsumen Polandia telah berbelanja melalui platform media sosial, dengan rata-rata pengeluaran tahunan sebesar 7.000 poundsterling. Di kalangan Generasi Z, proporsi ini bahkan mencapai 59%. Yang sangat penting, TikTok diakui sebagai platform belanja sosial yang paling disukai oleh konsumen Generasi Z di Polandia.

Sumber: musically

Persaingan Ketat, Pasar Semakin Panas

Namun, sebagai pendatang baru di pasar e-commerce Polandia, TikTok Shop pasti akan menghadapi persaingan sengit dari raksasa lokal dan pendatang baru lintas batas.

Platform e-commerce lokal Allegro adalah penguasa yang tak terbantahkan di pasar Polandia, dengan posisi pasar dan profitabilitas yang sangat kuat. Data menunjukkan, hanya pada kuartal pertama tahun 2025, Allegro mencapai pendapatan 5,04 miliar yuan, meningkat 5,9% year-on-year; laba operasionalnya mencapai 920 juta, dengan peningkatan year-on-year sebesar 10,5%, menunjukkan profitabilitas yang kuat.

Selain Allegro, platform e-commerce lintas batas asal China, Temu, juga mengalami pertumbuhan yang luar biasa di Polandia. Menurut data dari Gemius Mediapanel, hingga Maret tahun ini, Temu telah mengumpulkan 18,1 juta pengguna nyata di Polandia, angka ini sedikit melampaui 17,8 juta pengguna Allegro pada periode yang sama. Ini berarti, hanya dalam waktu sekitar dua tahun, Temu berhasil melampaui raksasa lokal dan menjadi platform e-commerce dengan kunjungan tertinggi di Polandia.

Sumber: Bloomberg

Kesimpulan

Meskipun pasar e-commerce Polandia memiliki prospek yang luas, ia sudah menjadi medan pertempuran bagi banyak pemain, dengan raksasa lokal seperti Allegro yang bercokol dan pendatang baru lintas batas seperti Temu yang berkembang pesat. TikTok Shop, dengan keunggulan lalu lintas yang besar dan basis pengguna muda, pasti akan menambah variabel kuat baru di medan ini. Apakah ia dapat berhasil keluar dari tekanan ganda Allegro dan Temu, serta memotong bagian yang signifikan dari kue pasar Polandia yang terbatas, kinerja masa depannya masih perlu diamati oleh pasar.