Pada 12 Januari, Kantor Informasi Dewan Negara mengadakan konferensi pers yang memperkenalkan situasi impor dan ekspor sepanjang tahun 2023. Di antaranya, total nilai impor dan ekspor Tiongkok pada tahun 2023 mencapai 41,76 triliun yuan, meningkat 0,2% tahun ke tahun; impor dan ekspor perdagangan lintas batas mencapai 2,38 triliun yuan, meningkat 15,6%. Jumlah konsumen yang berpartisipasi dalam impor perdagangan lintas batas terus meningkat setiap tahun, mencapai 163 juta pada tahun 2023.

Semua ini mengirimkan sinyal kepada kita—ekonomi global mulai pulih.

Sebenarnya, jika kita melihat perubahan domestik dan internasional dalam dua tahun terakhir, kita bisa melihat tanda-tandanya.

Pertama, TikTok berkembang pesat di luar negeri, dengan pengguna aktif harian melebihi 1,1 miliar, jauh lebih besar dari platform video pendek luar negeri lainnya. Pada saat yang sama, pembukaan penuh siklus tertutup TikTok Shop di banyak negara juga mendorong e-commerce TikTok ke tahap perkembangan pesat di luar negeri. Ditambah dengan inisiatif "Satu Sabuk, Satu Jalan" baru yang didorong oleh Tiongkok, semua ini telah memberikan dorongan tertentu pada ekonomi global.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2024, ekspansi lintas batas pasti akan terus menjadi populer, menjadi proyek panas yang melibatkan seluruh dunia.

Namun, ini juga menimbulkan beberapa pertanyaan—bagaimana perusahaan harus melakukan ekspansi ke luar negeri? Ke wilayah mana?

Saat ini ada banyak platform e-commerce lintas batas, yang terkenal termasuk TikTok (versi luar negeri Douyin), Alibaba International Station, Temu (versi luar negeri Pinduoduo), dan lainnya, semuanya bisa dipilih. Namun, secara relatif, Tuke lebih menyarankan pemula memilih TikTok.

Karena sebagai media sosial luar negeri, jumlah audiensnya lebih unggul di antara platform lintas batas, sehingga lebih mudah menjangkau target audiens dan meningkatkan kemungkinan terjadinya transaksi.

Selain itu, TikTok saat ini mencakup negara-negara utama di luar negeri, yang dapat membantu perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ke luar negeri dengan lebih baik.

Mengenai pilihan wilayah, Tuke berpendapat bahwa wilayah AS atau negara-negara Asia Tenggara adalah pilihan yang baik.

Karena wilayah-wilayah ini saat ini telah membuka TikTok Shop, sangat cocok untuk pengembangan perusahaan B2C.

Untuk perusahaan B2B, selain wilayah di atas, Brasil dapat dipertimbangkan sebagai prioritas.

Karena jumlah pengguna TikTok di Brasil berada di peringkat teratas dunia, dan saat ini TikTok Shop belum dibuka di Brasil. Ini berarti, perusahaan B2B yang mendapatkan audiens Brasil melalui TikTok akan dapat meminimalkan "gangguan" dari audiens e-commerce, sehingga mendapatkan pelanggan dengan lebih akurat.

Ditambah lagi, Asosiasi E-commerce Brasil (ABComm) baru-baru ini merilis berita bahwa pasar e-commerce Brasil diperkirakan akan tetap mempertahankan momentum pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun ke depan. Pada tahun 2024, pendapatan e-commerce diperkirakan mencapai 204,27 miliar real Brasil (41,94 miliar dolar AS), meningkat sekitar 10% dibandingkan dengan perkiraan penjualan tahun 2023.

Ini tentu merupakan sinyal yang baik bagi perusahaan lintas batas yang fokus pada bisnis B2B.

Mengapa?

Karena pertumbuhan berkelanjutan e-commerce Brasil akan mendorong distributor lokal untuk mencari lebih banyak sumber barang, sehingga manufaktur B2B lintas batas ini lebih mudah masuk ke "pandangan" distributor lokal. Pada saat itu, dengan operasi dan promosi yang tepat waktu, kemungkinan perusahaan mendapatkan permintaan juga akan meningkat secara signifikan.

Tidak hanya itu, sebagai negara dengan jumlah pengguna aktif bulanan TikTok yang tinggi, TikTok tidak mungkin meninggalkan pasar e-commerce seperti Brasil. Sebelumnya juga ada kabar bahwa Brasil akan membuka TikTok Shop, jadi toko TikTok pasti akan dibuka pada waktunya.

Pada saat itu, perusahaan B2B yang cocok juga dapat secara bersamaan mengembangkan bisnis B2C, meningkatkan daya saing perusahaan mereka sendiri, yang lebih menguntungkan bagi perkembangan perusahaan.

Pada tahun 2024, daripada menunggu peluang di dalam negeri, lebih baik bersiap lebih awal.