Dulu, siapa yang menyangka bahwa suatu hari nanti, WeChat yang berada di bawah perusahaan yang sama akan mematahkan dominasi QQ di platform media sosial domestik dan bersaing dengannya?

Sama seperti Facebook dan YouTube yang tidak pernah menyangka bahwa TikTok, yang datang dari "luar", bisa menyamai jumlah unduhan mereka dalam waktu singkat, yang merupakan hasil kerja keras mereka selama sepuluh tahun.

Namun di Amerika Serikat, sebagai raksasa media sosial lama, YouTube dan Facebook masih memiliki basis pengguna terluas.

TikTok

Menurut laporan terbaru dari Pew Research Center, masing-masing 83% dan 68% orang dewasa Amerika mengatakan pernah menggunakan YouTube dan Facebook, sementara 47% orang dewasa Amerika mengatakan pernah menggunakan Instagram.

Sedangkan untuk TikTok, yang merupakan "pendatang baru", 33% orang dewasa Amerika mengatakan pernah menggunakannya.

Hasil ini tampaknya tidak sebanding dengan raksasa lokal tersebut, tetapi baru beberapa tahun sejak TikTok memasuki Amerika. Dibandingkan dengan tahun 2021, hasil laporan TikTok telah meningkat sebesar 12 poin persentase, menjadikannya media sosial dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat.

Terlebih lagi, di kalangan remaja Amerika, TikTok telah melampaui media sosial lokal lama seperti Instagram dan Facebook, dan dengan kokoh menduduki posisi kedua.

Laporan Pew Research Center

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan antar platform media sosial, setiap platform terus mengembangkan fitur baru dan mengoptimalkan algoritma untuk menarik dan mempertahankan pengguna. Dalam proses ini, kebiasaan media sosial pengguna juga menunjukkan perbedaan tertentu berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, dan latar belakang pendidikan.

Kaum muda, terutama dewasa muda berusia 18-29 tahun, lebih cenderung menggunakan platform seperti Instagram, Snapchat, dan TikTok, sementara kelompok pengguna yang lebih tua lebih banyak menggunakan YouTube dan Facebook.

Selain itu, TikTok dan Instagram sangat populer di kalangan orang Amerika keturunan Hispanik dan Asia, sementara penggunaan LinkedIn terkait erat dengan tingkat pendidikan pengguna, menunjukkan pola penggunaan media sosial yang berbeda di berbagai kelompok pengguna.

Data ini tidak hanya mengungkapkan tingkat adopsi dan preferensi penggunaan media sosial di kalangan pengguna dewasa Amerika, tetapi juga mencerminkan bagaimana platform media sosial menyesuaikan strategi konten dan layanan mereka berdasarkan karakteristik pengguna yang berbeda untuk tetap menarik dalam persaingan pasar yang ketat.

Dan inilah yang perlu kita perhatikan dengan seksama dalam melakukan ekspansi merek ke luar negeri.

Laporan Pew Research Center

Sebagai platform media sosial yang berasal dari dalam negeri, perkembangan TikTok sangat terkait dengan kita semua yang terjun ke pasar luar negeri.

Dan dari fakta yang ada, kita dapat secara wajar memperkirakan bahwa pada tahun 2024, basis pengguna TikTok akan terus berkembang, merebut pangsa pasar.

Pada saat yang sama, seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan pengguna, platform media sosial juga akan menghadapi peluang dan tantangan baru. Persaingan antar platform akan semakin ketat, dan inovasi serta personalisasi konten akan menjadi faktor kunci dalam menarik dan mempertahankan pengguna.

Selain itu, dengan semakin parahnya masalah privasi data dan informasi palsu, platform media sosial juga perlu menemukan keseimbangan antara pengalaman pengguna dan perlindungan privasi pengguna untuk menjaga reputasi merek dan kepercayaan pengguna.