Pada Desember 2024, TikTok kembali menghadapi perubahan di Amerika Serikat. Pengadilan Banding Federal AS pada 6 Desember menolak permohonan TikTok untuk menunda larangan, yang berarti jika banding tidak berhasil, operasi TikTok di AS akan menghadapi tantangan berat.
TikTok kemudian mengumumkan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung AS untuk mencoba menghentikan undang-undang yang berpotensi melarangnya di AS. Dalam pernyataannya, TikTok menekankan bahwa pelaksanaan larangan akan langsung memengaruhi hak penggunaan lebih dari 170 juta pengguna AS, dan tidak ada bukti publik yang menunjukkan bahwa platform tersebut mengancam keamanan nasional AS.
Kekhawatiran pemerintah AS terhadap keamanan nasional TikTok terutama berfokus pada privasi data dan kontrol konten informasi. Otoritas AS menuduh TikTok mungkin menyerahkan data pengguna kepada pemerintah China, atau menggunakan platform untuk menyebarkan informasi sensitif. Namun, hingga saat ini, pemerintah AS belum secara terbuka memberikan bukti konkret apa pun yang menunjukkan risiko tersebut dari TikTok.
Sumber gambar: Lianhe Zaobao
Perubahan Sikap Trump
Selain itu, sikap Trump terhadap TikTok baru-baru ini mengalami perubahan signifikan. Trump, yang sebelumnya mendorong larangan selama masa kepresidenannya, kini secara terbuka mendukung TikTok dalam kampanye presidennya.
Pada awal Desember 2024, Trump mengatakan dalam wawancara dengan NBC: "Saya menggunakan TikTok, jadi saya tidak bisa sepenuhnya mengatakan saya membencinya." Ia juga menambahkan bahwa TikTok memainkan peran penting dalam kampanye pemilihannya, membantunya memenangkan pemilih muda dengan selisih 34 poin persentase. "TikTok sangat efektif," kata Trump.
Perubahan sikap Trump telah menarik perhatian luas. Meskipun sebelumnya ia menganggap TikTok sebagai ancaman keamanan nasional dan mendorong pelarangannya, kini ia percaya bahwa larangan tersebut dapat menyebabkan persaingan pasar yang tidak adil: "Jika TikTok dilarang, hal lain akan menggantikannya, dan mungkin itu tidak adil." Pernyataan ini jelas menambah titik diskusi baru bagi tim kampanyenya, dan juga menunjukkan sikap kompleks Trump terhadap TikTok dan platform media sosial.
(Kutipan wawancara: "I used TikTok, so I can’t really, you know, I can’t totally hate it," katanya selama wawancara, merujuk pada kampanye pemilihannya. "It was very effective." Jika TikTok dilarang, "something else is going to come along and take its place," tambah Trump. "And maybe that’s not fair.")
Trump diwawancarai oleh reporter NBC Sumber gambar: NBC
Pertemuan Trump dengan Shou Zi Chew
Pada 16 Desember 2024, Trump bertemu dengan CEO TikTok, Shou Zi Chew, di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida. Pertemuan ini secara luas diartikan sebagai indikasi lebih lanjut dari perubahan sikap Trump terhadap TikTok.
Meskipun apa yang mereka bicarakan secara spesifik masih belum diketahui, dan juru bicara TikTok tidak menanggapi permintaan komentar.
Namun, menurut laporan Bloomberg, seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengonfirmasi bahwa Trump, beberapa jam sebelum bertemu dengan Shou Zi Chew di Mar-a-Lago pada Senin (16 Desember), mengisyaratkan bahwa ia akan mencoba untuk mencabut larangan TikTok dengan cara tertentu.
Dalam konferensi pers pada hari yang sama, Trump juga mengatakan: "Kami akan mempelajari TikTok, Anda tahu, saya memiliki perasaan positif terhadap TikTok."
Trump juga menyebutkan bahwa putranya, Barron, pernah menyarankannya untuk memperhatikan beberapa kreator populer di TikTok, seperti Joe Rogan, yang semakin menunjukkan minat dan pengakuan pribadi Trump terhadap TikTok.
CEO TikTok, Shou Zi Chew Sumber gambar: Sina Weibo
Bagaimana Kebijakan Trump Akan Berkembang di Masa Depan
Meskipun pernyataan Trump selama kampanye tampaknya cenderung mendukung TikTok, mengingat lingkungan politik dan hukum di AS, masalah ini masih penuh ketidakpastian. Keberhasilan banding TikTok akan memengaruhi kebijakan regulasi AS di masa depan terhadap platform media sosial asing. Dan apakah Trump akan mengambil langkah perlindungan di pemerintahan masa depan juga akan sangat memengaruhi lanskap pasar platform sosial AS.
Dengan Mahkamah Agung AS yang akan menangani kasus ini, masa depan TikTok masih belum pasti. Perubahan sikap Trump dan kontaknya dengan petinggi TikTok mungkin akan memengaruhi hasil akhir dari peristiwa ini sampai batas tertentu, tetapi bagaimana menyeimbangkan keamanan nasional dan persaingan pasar akan menjadi salah satu tantangan terbesarnya.



