Kalau bicara soal merek ajaib di dunia sepatu, Crocs pasti masuk daftar.
Sepatu berlubang yang dulu masuk daftar "50 Penemuan Terburuk di Dunia" versi Time Magazine ini, ternyata berbalik jadi favorit para trendsetter?!
Tidak hanya menarik jutaan penggemar, tapi juga meraup 8,22 juta dolar AS lewat pemasaran kreatif.Apa sebenarnya rahasia di balik kebangkitan merek ini?
Sumber: Situs web independen merek Crocs
01
Dulu Penemuan Terburuk, Kini Simbol Tren
Merek Crocs lahir pada tahun 2002, awalnya sebagai sepatu fungsional untuk luar ruangan, terbuat dari resin Croslite, ringan, tahan air, dan antibakteri.
Awalnya, sepatu ini langsung populer di pameran kapal pesiar berkat desain uniknya, dengan nilai pasar mencapai 6 miliar dolar AS.Namun, kejayaan itu tidak bertahan lama. Pada tahun 2008, Crocs mengalami kerugian besar akibat ekspansi lini produk yang sembarangan, harga saham anjlok hingga 1 dolar AS, hampir bangkrut.
Tapi titik balik datang pada tahun 2018. Dengan posisi pasar yang tepat dan strategi pemasaran yang fleksibel, Crocs berhasil meraih keuntungan stabil. Terutama selama pandemi, permintaan konsumen akan sepatu nyaman melonjak, membuat merek Crocs bangkit dengan cepat, menjadi simbol tren "fashion malas" global.
Sumber: Situs web independen merek Crocs
02
Strategi Multi-Platform: Membalikkan Keadaan Merek
Kebangkitan merek Crocs sebagian berkat strategi pemasaran multi-platform.
Di platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, Pinterest, Crocs menciptakan konten beragam yang ditargetkan untuk kelompok pengguna yang berbeda.
TikTok: Sebagai medan pertempuran utama merek, Crocs sudah bergabung sejak 2019, memposting video pendek yang menarik, menyelipkan sepatu berlubang ke berbagai skenario kehidupan. Hingga saat ini, akun resminya memiliki 2,5 juta pengikut, dengan jumlah like video mencapai 29,5 juta. Tagar merek #crocs telah ditonton lebih dari 17,6 miliar kali, dengan lebih dari 750.900 video terkait.
Situasi akun TikTok merek Crocs
Instagram: Ini adalah "kartu nama visual" Crocs. Merek ini memposting foto gaya berpakaian berkualitas tinggi untuk menarik perhatian pecinta fashion. Warna mencolok dan desain visual kreatif menjadikan Crocs barang wajib bagi para trendsetter.
Situasi akun Instagram merek Crocs
YouTube: Di platform ini, Crocs memposting video pengenalan produk dan skenario penggunaan secara detail, membantu pengguna memahami fitur produk secara menyeluruh dan memperdalam kesadaran merek.
Situasi akun YouTube merek Crocs
Melalui strategi konten yang disesuaikan dengan kondisi setempat, Crocs berhasil menjangkau beragam pengguna dan meningkatkan pengaruh merek secara online.
03
Mengungkap Strategi Pemasaran TikTok Crocs
Dalam strategi multi-platform, TikTok jelas memainkan peran kunci dalam mendorong lonjakan penjualan merek Crocs. Selanjutnya, ikuti langkah Tuke untuk memahami strategi spesifik di baliknya.
1. Fokus pada Pemasaran Konten UGC
Merek Crocs sangat paham bahwa inti TikTok terletak pada kreativitas pengguna. Merek ini meluncurkan tantangan tagar kreatif di platform, seperti #ThousandDollarCrocs, menarik pengguna untuk mengunggah video gaya berpakaian, dengan jumlah tayangan mencapai 3,078 miliar. Melalui konten UGC, merek Crocs tidak hanya meningkatkan eksposur merek, tetapi juga memicu antusiasme interaksi pengguna.
Sumber gambar: TikTok
2. Kolaborasi dengan Influencer dan Selebriti
Menurut Tuke, merek Crocs telah menjalin hubungan dengan 8.842 influencer, menerbitkan lebih dari 18.400 video promosi. Para influencer ini mengubah merek Crocs menjadi barang trendi melalui konten kreatif, dan video promosi mereka menjadi saluran penjualan utama merek.
Selain itu, merek Crocs juga berkolaborasi dengan selebriti seperti Justin Bieber dan Post Malone, memanfaatkan pengaruh mereka di kalangan konsumen muda untuk meningkatkan daya tarik merek.
Video pendek kreatif hasil kolaborasi merek Crocs dengan Justin Bieber
3. Kolaborasi IP untuk Meningkatkan Popularitas
Merek Crocs bekerja sama dengan merek mainan trendi dan IP anime populer untuk meluncurkan serangkaian edisi kolaborasi, seperti Hello/Kitty, Naruto, dan SpongeBob. Produk kolaborasi ini tidak hanya menarik konsumen dari berbagai minat, tetapi juga berhasil membentuk citra merek yang muda dan trendi.
Edisi kolaborasi merek Crocs dengan Hello Kitty
04
Menciptakan Pengalaman Unik Pengguna melalui Budaya DIY
Kesuksesan merek Crocs juga tidak lepas dari dorongan budaya DIY.
Pada tahun 2006, Crocs mengakuisisi merek aksesori Jibbitz, menambah keseruan padu padan DIY pada sepatu berlubang. Kini, konsumen dapat membuat sepatu berlubang yang personal sesuai selera estetika mereka melalui aksesori seperti gantungan sepatu dan rantai. Desain ini tidak hanya menambah keseruan produk, tetapi juga mendekatkan hubungan emosional antara merek dan konsumen.
Sumber: Situs web independen merek Crocs
05
Pelajaran dari Kesuksesan Crocs: Bagaimana Merek "Menggali Emas" di Pasar Luar Negeri?
Dalam perjalanan merek go global, Crocs membuktikan dengan tindakan nyata: asalkan strateginya tepat, produk apa pun bisa menjadi barang fenomenal!
@Merek yang ingin sukses go global, pelajari strategi bermanfaat ini dengan baik~
▶ Dalami karakteristik platform: Sesuaikan konten dengan kebutuhan pengguna di berbagai platform untuk meningkatkan pengaruh merek.
▶ Rangkul konten UGC: Dorong pengguna untuk membuat konten, tingkatkan kepercayaan merek melalui pengalaman pengguna yang autentik.
▶ Kolaborasi dengan influencer dan selebriti: Jangkau konsumen target melalui efek influencer, tingkatkan penetrasi pasar produk.
▶ Manfaatkan kolaborasi IP secara fleksibel: Gabungkan dengan budaya tren, perbarui citra merek secara terus-menerus, tarik konsumen yang beragam.
Kami berharap lebih banyak merek dalam negeri dapat mencapai ledakan penuh di pasar luar negeri dengan strategi pemasaran yang tepat!



