Jika Anda ingin sukses di TikTok Shop, menciptakan produk viral adalah suatu keharusan.

Namun, produk viral terdengar indah, tetapi mewujudkannya tidak semudah mengandalkan keberuntungan.

Hari ini kita akan membahas bagaimana TikTok Shop dapat mendorong produk biasa menjadi "produk viral" yang diburu orang, mulai dari pemilihan produk hingga penempatan iklan. Jangan khawatir, artikel ini juga menyertakan empat studi kasus sukses dari merek nyata untuk memberi Anda inspirasi praktis!

Sumber: Internet

1. Pemilihan Produk: Pilih produk yang tepat, setengah jalan menuju sukses

Pemilihan produk adalah langkah pertama dalam menciptakan produk viral, bahkan bisa dibilang langkah paling krusial. Produk yang bisa menjadi viral di TikTok biasanya memiliki karakteristik berikut:

Terlihat menarik: Produk harus terlihat keren, menyenangkan, atau memiliki fungsi khusus dalam video, sehingga bisa langsung menarik perhatian pengguna. Misalnya, mainan anti-stres yang mengembang saat ditekan, atau kuas makeup yang berputar otomatis, semuanya sangat menarik.

Murah dan praktis: Pengguna TikTok sebagian besar adalah anak muda, anggaran mereka mungkin terbatas, tetapi mereka tidak bisa menolak barang yang menyenangkan dan berguna. Sebagian besar produk viral dibanderol antara 10 hingga 50 dolar AS.

Potensi pasar khusus: Pilih produk yang mungkin sudah populer di platform e-commerce lain, tetapi belum dipromosikan secara besar-besaran di TikTok, seperti peralatan rumah tangga mini, perlengkapan outdoor portabel, dll.

Studi Kasus: Blender Portabel BlendJet

BlendJet awalnya memilih produk yang sangat cocok untuk TikTok—blender portabel. Desainnya kecil, warnanya beragam, dan terlihat pas untuk video pendek. Selain itu, produk ini sangat diminati oleh penggemar kebugaran dan mereka yang menjalani gaya hidup sehat, persis seperti tipe "kebutuhan dasar + sedikit keren" yang disukai pengguna utama TikTok. Akhirnya, penjualan beberapa model blender mencapai ribuan, berkat pemilihan produk yang tepat.

Sumber: TikTok

2. Konten Video: Membuat orang ingin membeli begitu melihatnya

TikTok adalah platform yang mengutamakan "penampilan". Apakah produk bisa viral tergantung pada apakah konten video bisa "menarik pengguna". Jadi, konten video tidak boleh biasa-biasa saja, tetapi harus memicu rasa ingin tahu dan keinginan membeli.

Demonstrasi fungsi produk: Video harus menunjukkan kegunaan produk secara langsung, memberi tahu pengguna "produk ini bisa menyelesaikan masalah Anda". Misalnya, kuas makeup yang menghemat tenaga, rekam langsung satu tangan mengaplikasikan blush on, dan tangan lain menggunakan kuas biasa sebagai perbandingan, langsung membuat orang tertarik.

Ekspresi berbasis cerita: Buat konten yang kontekstual, seperti "bagaimana pekerja kantoran menyiapkan sarapan cepat dengan blender portabel", sehingga pengguna merasa produk benar-benar bisa terintegrasi ke dalam kehidupan.

Ikuti tren: Lihat tantangan atau musik latar apa yang sedang populer di TikTok, lalu gabungkan untuk membuat konten terlihat lebih alami.

Studi Kasus: Merek Pemberi Makan Hewan Otomatis PETKIT

PETKIT menggunakan strategi konten yang sangat langsung di TikTok: merekam momen lucu hewan peliharaan saat makan, sambil menunjukkan bagaimana pemberi makan otomatis beroperasi melalui ponsel. Videonya tidak menggunakan teknik rumit, hanya mengandalkan hewan lucu untuk menarik perhatian, lalu menampilkan fungsi produk melalui adegan sederhana. Akhirnya, dengan strategi ini, satu video PETKIT dengan mudah mencapai ribuan penayangan.

Sumber: TikTok

3. Penempatan Iklan: Anggaran harus digunakan dengan tepat

Produk dan konten yang bagus saja tidak cukup; produk viral di TikTok Shop memerlukan penempatan iklan yang presisi. Iklan adalah alat untuk memperbesar lalu lintas, tetapi jika tidak tepat sasaran, uang yang dihabiskan akan sia-sia.

Targetkan orang yang tepat: Gunakan alat iklan TikTok untuk memilih dimensi seperti usia, minat, perilaku, dan secara presisi menargetkan kelompok yang mungkin tertarik pada produk.

Jangan paksa, ceritakan kisah: Pengguna TikTok tidak suka iklan yang kaku. Konten iklan harus sebisa mungkin menyerupai video biasa di platform, santai dan menarik, sehingga tidak terasa mengganggu.

Uji coba lalu optimalkan: Jangan berharap sukses dalam sekali penempatan. Gunakan beberapa ide iklan berbeda untuk uji A/B, lihat mana yang lebih menarik, lalu fokuskan anggaran pada versi yang paling efektif.

Studi Kasus: Aksesoris Tangan Pura Vida

Penempatan iklan Pura Vida sangat representatif. Awalnya, mereka menguji beberapa konten berbeda dan menemukan bahwa pengguna lebih menyukai video pendek dengan cerita emosional, misalnya menceritakan bagaimana pengrajin membuat aksesoris tersebut. Akhirnya, mereka memfokuskan anggaran pada konten semacam itu, dan dalam 30 hari, penjualan harian langsung meningkat dua kali lipat, serta merek tersebut menjadi populer di TikTok.

Sumber: TikTok

4. Umpan Balik Data: Lihat data untuk mengubah strategi, jangan asal membuang uang

Apakah suatu produk bisa viral tidak bisa hanya dengan membuang uang secara membabi buta. Dasbor iklan TikTok menyediakan banyak data, seperti rasio klik, jumlah tayangan, rasio konversi, dll. Data ini adalah "kompas". Dengan menggunakan data dengan baik, Anda dapat dengan cepat menyesuaikan strategi.

Data pemilihan produk: Produk mana yang memiliki rasio klik tinggi dan laku cepat, itu menunjukkan pengguna suka membelinya, stok harus dipenuhi; produk yang berkinerja buruk harus segera dihentikan.

Data konten: Jika sebuah video memiliki jumlah like yang tinggi, pertimbangkan untuk menjadikannya iklan; jika tidak ada yang menonton, berarti kontennya kurang menarik dan perlu dioptimalkan ulang.

Data iklan: Bandingkan kinerja berbagai strategi penempatan, arahkan anggaran ke arah dengan rasio konversi tertinggi.

Studi Kasus: Aplikasi Sosial Bumble

Pada tahap awal penempatan iklan, Bumble menemukan bahwa beberapa iklan memiliki jumlah tayangan tinggi, tetapi rasio konversi unduhan tidak baik. Dengan menganalisis data, mereka menemukan bahwa pengguna lebih menyukai video interaktif, misalnya menceritakan kisah sukses berteman melalui aplikasi. Mereka kemudian menyesuaikan arah konten iklan dan mengoptimalkan strategi penargetan, yang akhirnya meningkatkan pengguna baru sebesar 50%, langsung mendorong aktivitas platform.

Sumber: TikTok

Kesimpulan: Produk viral bukanlah mistis, melainkan logika

Dari BlendJet hingga Pura Vida, hingga Bumble, kesuksesan merek-merek ini membuktikan satu hal: produk viral di TikTok Shop bukanlah soal keberuntungan, melainkan hasil dari "produk bagus + konten bagus + penempatan presisi + optimasi data" yang dijalankan dalam empat langkah.

TikTok adalah platform yang penuh peluang, tetapi logika di balik produk viral sangat jelas: temukan titik minat pengguna, sajikan produk Anda dengan cara yang mereka sukai. Lakukan setiap langkah dengan serius, dan Anda juga bisa menciptakan mitos produk viral Anda sendiri di platform ini!