Halo, semuanya, saya adalah Tuke.
Saat ini, bidang pemasaran B2B sedang mengalami perubahan yang menarik dan terus berkembang,cara lama “berjuang sendirian” tidak lagi cocok dengan tren ini. Di era baru, Anda perlu merangkul tren baru ini dan menggunakan iklan video pendek TikTok untuk membentuk kembali masa depan pemasaran B2B.
1. Pemasaran video menduduki posisi teratas
Dari popularitas aplikasi video pendek seperti TikTok, dapat dilihat bahwa narasi visual semakin penting dalam beberapa tahun terakhir. Iklan video pendek TikTok telah berubah dari alat pendukung menjadi kekuatan utama, memainkan peran kunci dalam bidang pemasaran B2B dan B2C.
Banyak perusahaan B2B telah berhasil mendapatkan pelanggan luar negeri melalui video pendek atau siaran langsung TikTok, terus meningkatkan reputasi dan soft power mereka di industri.
Ini telah menjadi cara penting bagi perusahaan untuk menarik pelanggan, mendorong keterlibatan konsumen, dan meningkatkan hubungan satu sama lain.
Namun, perlu diperhatikan bahwa kualitas video sangat penting.
Jika sebuah perusahaan B2B ingin mendapatkan pelanggan melalui TikTok, maka iklan video pendek TikTok yang dibuat tidak boleh asal-asalan, karena hanya akan merusak citra perusahaan dan melemahkan penyampaian informasi.
Karena dalam pemasaran B2B, pihak B sangat memperhatikan kualitas produk, kekuatan pabrik, dan lain-lain, tingkat produksi video juga termasuk di dalamnya, semua ini akan menjadi faktor penilaian akhir.
Selain itu, video yang asal-asalan juga tidak akan mendapatkan perhatian dari traffic.
2. Pemanfaatan alat AI secara rasional
1. Alat AI menganalisis data
Alat AI dapat menganalisis data dalam jumlah besar, memberikan saran yang dapat diterapkan, dan mengidentifikasi pola yang mungkin terlewatkan oleh analis manusia.
2. Alat AI seperti Natural Language Generation (NLG)
Alat AI seperti NLG dapat menulis postingan media sosial, artikel blog, bahkan secara otomatis membuat video dan konten lain untuk membentuk iklan video pendek TikTok, sehingga menghemat waktu dan sumber daya.
3. Mengoptimalkan konten dan strategi pemasaran
AI dapat membantu mengoptimalkan konten dan strategi pemasaran, meningkatkan efisiensi pencarian suara, termasuk memahami nuansa pertanyaan lisan dan memberikan respons yang akurat dan sesuai konteks.
4. Mengoptimalkan penempatan media
AI dapat mengoptimalkan proses pengambilan keputusan penempatan media otomatis, secara tepat menargetkan audiens dan kelompok tertentu.
Penerapan alat AI dan otomatisasi ini dapat membuat pemasaran B2B lebih efisien dan terarah.
3. Pemasaran influencer di industri B2B
Selama ini, pemasaran influencer terutama terkait dengan industri B2C, karena perusahaan B2C lebih mudah menarik perhatian publik. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan B2B mulai menyadari bahwa dengan bekerja sama dengan influencer dan KOL (Key Opinion Leaders), mereka dapat secara efektif meningkatkan kredibilitas merek dan memperluas pengaruh produk di pasar niche.
Influencer dan KOL biasanya memiliki pengaruh besar dan pengikut di bidang atau industri tertentu. Dukungan dan endorsement mereka dapat membuat merek B2B mendapatkan lebih banyak eksposur dan pengakuan di pasar target.
Misalnya, seorang pakar industri atau blogger terkenal dapat membagikan ulasan positif tentang produk atau layanan B2B di media sosial, yang akan membantu meningkatkan kepercayaan calon pelanggan dan mendorong minat beli.
Selain itu, kerja sama dengan influencer dan KOL juga dapat membantu perusahaan lebih memahami tren pasar melalui pembuatan konten dan penyebaran informasi. Dengan menganalisis interaksi dan umpan balik mereka, perusahaan dapat lebih memahami kebutuhan audiens, mengidentifikasi tren baru, dan menyesuaikan strategi pemasaran berdasarkan informasi tersebut.
4. Pengambilan keputusan berbasis data
Pengambilan keputusan berbasis data telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pemasaran modern. Tren ini menekankan pentingnya data untuk membimbing perumusan dan optimalisasi strategi pemasaran.
Pengambilan keputusan berbasis data mencakup dua aspek utama: pengumpulan data dan analisis data.
Pengumpulan data adalah mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk umpan balik, analisis, data penjualan, dan lain-lain. Data ini memberikan informasi berharga tentang perilaku pelanggan, preferensi, dan tren pasar. Pengumpulan dan pengelolaan data yang akurat sangat penting, karena keputusan yang dibuat berdasarkan data yang tidak akurat atau tidak lengkap dapat menyebabkan hasil yang salah.
Sedangkan analisis data adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan secara mendalam untuk menemukan pola, korelasi, dan tren. Melalui analisis data, pemasar dapat lebih memahami perilaku audiens, mengetahui kebutuhan dan masalah mereka. Selain itu, analisis data juga membantu mengukur keberhasilan aktivitas pemasaran dan melakukan penyesuaian serta optimalisasi secara tepat waktu.
Informasi ini juga merupakan kunci bagi perusahaan B2B dalam membuat iklan video pendek TikTok.
Di era digital ini, perusahaan B2B perlu menunjukkan kekuatan dan nilai mereka di platform media baru seperti TikTok, sekaligus melindungi privasi data pelanggan dan memastikan keamanan informasi. Dengan menggabungkan kreativitas, teknologi, dan data, perusahaan B2B dapat menonjol di pasar yang kompetitif dan mencapai pertumbuhan serta kesuksesan yang berkelanjutan.
Mari kita bersama-sama menyambut era baru yang penuh tantangan dan peluang ini, serta berkontribusi pada kemakmuran perusahaan B2B.


