Dalam lingkungan bisnis saat ini, bagaimana perusahaan lintas batas dapat secara efektif melakukan pemasaran B2B di TikTok telah menjadi topik yang patut diperhatikan.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, TikTok secara bertahap berevolusi dari platform hiburan bagi remaja dan dewasa muda menjadi alat pemasaran penting di pasar B2B.

Awalnya, banyak merek lintas batas tidak menganggapnya sebagai saluran pemasaran yang tepat, terutama karena basis pengguna utamanya tidak sesuai dengan target audiens mereka.

Namun, seiring berjalannya waktu, basis pengguna TikTok mulai beragam, mencakup berbagai kalangan dari usia muda hingga paruh baya, dengan jumlah pengguna global telah melampaui 2 miliar. Oleh karena itu, sekarang adalah waktu terbaik bagi perusahaan untuk melakukan pemasaran di TikTok.

Mengapa TikTok begitu penting untuk pemasaran B2B?

Pertama, TikTok terkenal dengan jangkauan luas dan potensi penyebaran yang besar, menjadi salah satu platform media sosial dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Aplikasi berbagi video pendek ini memungkinkan pengguna untuk berbagi konten menggunakan suara, lagu, dan audio asli, dan kini bahkan mendukung video hingga sepuluh menit, memberikan lebih banyak ruang bagi kreator untuk mengekspresikan diri.

Kedua, sifat video TikTok memungkinkan berbagai jenis organisasi untuk menampilkan produk dan layanan mereka dengan cara yang sangat menarik, sehingga membangun lebih banyak koneksi emosional dengan calon pelanggan.

Sebuah survei menunjukkan bahwa 67% pengguna tertarik pada produk yang mereka lihat saat menjelajahi TikTok, meskipun awalnya tidak memiliki rencana untuk berbelanja. Inilah daya tarik platform sosial TikTok.

Mungkin beberapa orang berpikir bahwa daya tarik ini hanya membuktikan bahwa TikTok cocok untuk pemasaran ke konsumen (to C), karena dapat memicu keinginan belanja, dan tidak cocok untuk pemasaran bisnis ke bisnis (to B).

Namun, pemikiran itu salah. TikTok adalah platform yang sangat inklusif terhadap pengguna dengan basis yang sangat besar. Dari basis pengguna yang begitu besar, selalu mungkin untuk menemukan segmen pelanggan B2B.

Misalnya, akun bernama @yhomebaby di TikTok, yang merupakan akun bisnis furnitur lintas batas dari dalam negeri. Videonya sangat sederhana, sebagian besar menampilkan produk sofa di pabrik atau latar pameran di mal, namun berhasil mengumpulkan 337.000 pengikut. Seiring dengan melonjaknya jumlah tayangan, akun ini juga menerima banyak permintaan penawaran. Masih bisakah Anda mengatakan bahwa sulit untuk mendapatkan pelanggan B2B?

Lalu, bagaimana cara melakukan pemasaran B2B di TikTok?

Pemasaran B2B di TikTok berbeda dengan platform media sosial lainnya, karena lebih menekankan pada keaslian, kreativitas, dan koneksi emosional. Jadi, baik melalui pemasaran dengan kreator, pembuatan konten orisinal, maupun iklan berbayar, pemasaran di TikTok dapat memberikan potensi pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi merek.

Perusahaan B2B dapat belajar dari beberapa studi kasus sukses saat melakukan pemasaran di TikTok. Misalnya, menjaga keaslian konten daripada terlalu banyak bungkus, mempublikasikan konten secara teratur untuk menjaga aktivitas akun dan perhatian pengguna, serta menampilkan kepribadian dan nilai merek untuk membangun koneksi mendalam dengan calon pelanggan.

Tentu saja, tujuan utama di tahap awal adalah memanfaatkan fitur tren TikTok untuk membantu konten mendapatkan eksposur yang lebih luas. Bagaimanapun, tanpa eksposur dan lalu lintas, tidak ada yang bisa dibicarakan, jika tidak, semua rencana akan sia-sia.

Jika ada perusahaan yang merasa tidak yakin melakukannya sendiri, mereka juga dapat memilih untuk bekerja sama dengan penyedia layanan ekspor, yang lebih berpengalaman dalam pemasaran kreator, layanan pengelolaan akun, dan lainnya, termasuk pembuatan dan perawatan akun di tahap awal, sehingga dapat menghemat banyak kerumitan.

Namun, saat ini banyak juga penipu, jadi jika ingin bekerja sama, pastikan untuk memeriksa kualifikasi dengan baik.

Kesimpulannya, TikTok telah menjadi saluran pemasaran B2B yang tidak bisa diabaikan. Melalui konten yang autentik, kreatif, dan strategi pemasaran yang efektif, perusahaan tidak hanya dapat membangun kesadaran merek di platform ini, tetapi juga menarik dan mempertahankan pelanggan target. Dengan pertumbuhan pengguna TikTok yang terus berlanjut, sekarang adalah waktu terbaik bagi perusahaan untuk bergabung dan mulai memanfaatkan platform ini.