Seiring dengan perkembangan globalisasi, model e-commerce live streaming secara bertahap mulai merambah pasar luar negeri. TikTok sebagai platform media sosial dengan jumlah pengguna global yang sangat besar, fitur live streaming-nya memberikan peluang pertumbuhan baru bagi merek dan pelaku bisnis.
Lalu,apakah e-commerce live streaming di pasar luar negeri dapat meniru model sukses di dalam negeri? Dapatkah merek-merek domestik memanfaatkan platform ini untuk menembus pasar global?
Mari kita bahas bersama tentang strategi e-commerce live streaming TikTok di luar negeri dan beberapa pemikiran baru.
Strategi 1: Jalur peningkatan dari video pendek ke live streaming
Di TikTok, merek dan pelaku bisnis biasanya terlebih dahulu menguji kecocokan produk dengan pasar lokal melalui video pendek, lalu secara bertahap meningkatkan investasi pada live streaming.
Pada tahap awal, produk diuji melalui video pendek KOC (Key Opinion Consumer) untuk memilih produk yang performanya baik, kemudian diperluas melalui video pendek dan live streaming. Influencer papan atas membuka pengaruh pasar lebih lanjut melalui video pendek dan live streaming, sedangkan live streaming toko digunakan untuk promosi merek dan produk secara berkelanjutan.
Strategi promosi bertahap seperti ini memungkinkan merek untuk secara perlahan membangun basis pengguna, mengoptimalkan produk, dan mencapai tingkat konversi yang lebih tinggi dalam live streaming.
Strategi 2: Memanfaatkan influencer papan atas dan host profesional
Influencer papan atas memiliki basis penggemar yang besar, dan efek penjualan melalui live streaming sangat signifikan. Misalnya, Stormi Steele, Jeffery Star, dan Mandys, influencer papan atas yang sering memecahkan rekor live streaming berkat pengaruh dan basis penggemar mereka yang luas. Para influencer ini tidak hanya menjual produk melalui live streaming, tetapi juga melakukan promosi lintas kategori dan lintas merek, menunjukkan potensi yang besar.
Sementara itu, tim host profesional juga semakin berkembang. Dibandingkan influencer, host profesional memang tidak memiliki IP dan traffic sendiri, tetapi mereka menyediakan layanan live streaming yang stabil dan profesional, dapat berperan sebagai "pramuniaga" online, membawa traffic yang lebih stabil dan tingkat konversi yang lebih tinggi untuk toko.
Sumber gambar: TikTok
Poin penting: Kesesuaian strategi antara pemilihan produk dan rantai pasokan
Dalam live streaming TikTok, produk kecantikan dan perawatan pribadi mendominasi secara absolut. Produk-produk ini merupakan kategori yang sudah matang, volume penjualannya tinggi dan lebih mudah menampilkan kualitas produk melalui live streaming. Selain itu, produk elektronik dan digital juga menjadi kategori populer.
Namun, memilih kategori yang cocok untuk live streaming hanyalah langkah pertama, rantai pasokan yang sesuai juga sangat penting. Live streaming berskala besar yang sukses membutuhkan dukungan stok yang mendalam untuk menghindari kehabisan stok atau penumpukan inventaris. Merek perlu menyesuaikan jumlah stok berdasarkan performa video pra-live untuk memastikan kebutuhan penjualan selama live streaming terpenuhi.
Tips praktis: Satu jam emas dan strategi penempatan iklan
Kesuksesan sebuah live streaming tidak lepas dari persiapan yang matang dan strategi penempatan iklan yang tepat. Merek perlu melakukan pemanasan melalui video pendek sebelum live streaming untuk menarik perhatian pengguna.
"Satu jam emas" setelah live streaming dimulai adalah momen kunci yang menentukan keberhasilan seluruh acara, performa pada jam ini bergantung pada kecocokan produk dan host, kedalaman stok, serta minat konsumen.
Untuk meningkatkan tingkat konversi live streaming, merek dapat membagi anggaran iklan sesuai strategi "2:6:2", yaitu 20% untuk pemanasan sebelum live streaming, 60% selama live streaming, dan 20% untuk tahap akhir sebelum live streaming berakhir.
Blogger yang memecahkan rekor GMV jutaan dolar, @iamstormisteele
Penataan jangka panjang: Konversi pengguna dari domain publik ke domain privat
E-commerce live streaming TikTok bukan hanya cara mendapatkan traffic jangka pendek, tetapi juga saluran penting untuk pengelolaan merek jangka panjang. Melalui live streaming, pelaku bisnis dapat mengumpulkan pengguna dari "domain publik" ke "domain privat", membentuk kelompok penggemar setia. Potensi komersial penggemar ini jauh lebih tinggi daripada pengguna biasa, dan dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan jangka panjang merek.
Secara keseluruhan, e-commerce live streaming TikTok semakin matang dan menjadi penanda baru bagi merek yang ingin go global. Merek dan pelaku bisnis perlu terus mengeksplorasi dan menyesuaikan strategi, melalui konten yang mendorong, penempatan iklan yang tepat, dan manajemen rantai pasokan, untuk mencapai konversi penjualan dan peningkatan merek yang lebih tinggi. Ke depan, seiring ekosistem komersial TikTok semakin sempurna, e-commerce live streaming akan membawa lebih banyak peluang dan tantangan bagi merek.


