Di era internet, hanya merek yang bisa menari di puncak gelombang yang bisa terbang lebih tinggi.
Salomon, yang lahir sebagai bengkel kecil di Pegunungan Alpen Prancis, kini telah menjadi primadona ganda di dunia olahraga luar ruangan dan mode global.
Tidak hanya terkenal dengan keahlian teknisnya, tetapi juga mendorong "sepatu jelek" yang unik ke seluruh dunia, menjadi ikon mode jalanan. Bahkan di Champs-Élysées di Paris, toko outdoor Salomon dapat ditemukan.
Kesuksesan Salomon bukan hanya cerita tentang sepatu, tetapi juga tentang bagaimana sebuah merek beralih dari pegunungan ekstrem ke jalanan kota dan menaklukkan dunia.
Dari Kota Ski ke Panggung Dunia
Kisah Salomon dimulai pada tahun 1947, ketika pendiri François Salomon mendirikan merek ini di Annecy, di kaki Pegunungan Alpen Prancis.
Awalnya, Salomon hanyalah bengkel kecil yang memproduksi tepi papan ski. Seiring dengan berkembangnya pariwisata Eropa, Salomon secara bertahap memperluas lini produknya, mencakup berbagai bidang olahraga luar ruangan seperti ski, pendakian gunung, dan lari lintas alam.
Pada tahun 1990-an, inovasi teknologi Salomon mencapai level baru, meluncurkan berbagai teknologi revolusioner seperti sistem peredam GCS dan sol Contagrip, yang semuanya memperkuat posisi profesionalnya di bidang olahraga luar ruangan.
Salomon mengalami tiga kali pergantian pemilik penting dalam perjalanan pengembangan mereknya. Pada tahun 1997, Adidas mengakuisisi Salomon seharga $1,4 miliar, mendorong ledakan teknologi merek tersebut.
Pada tahun 2005, Salomon dijual oleh Adidas kepada raksasa outdoor Amer Sports, dan Salomon mulai merambah ke dunia mode.
Pada tahun 2019, konsorsium yang terdiri dari Anta, Tencent, dan modal lainnya mengakuisisi Amer Sports seharga 36 miliar yuan, dan Salomon mulai bangkit dengan cepat di pasar Tiongkok.
Sumber gambar: Situs independen Salomon
Perpaduan Sempurna antara Profesionalisme dan Tren
Kesuksesan Salomon tidak hanya terletak pada perlengkapan outdoor profesionalnya, tetapi juga pada terobosannya dalam mode tren.
Pada tahun 2015, toko konsep Prancis The Broken Arm ingin mencari beberapa merek lintas batas untuk meluncurkan karya kolaborasi khusus, sehingga mereka mengincar Salomon. Sepatu kasual murni pertama, "Salomon SNOWCROSS x The Broken Arm", lahir, yang menjadi titik awal Salomon memasuki dunia mode.
Selanjutnya, Salomon berkolaborasi dengan banyak desainer dan merek perintis, seperti Boris Bidjan Saberi, Palace, Rei Kawakubo, dll., meluncurkan serangkaian edisi kolaborasi, berhasil menembus dunia mode.
Selain itu, desain sepatu Salomon sangat khas, dengan struktur modular dan kombinasi warna yang mencolok, menjadikannya favorit para penggemar mode. Misalnya, model XT-6 tidak hanya memiliki performa lintas alam yang kuat, tetapi juga menjadi item bintang di dunia mode karena penampilannya yang trendi.
Selain itu, Salomon selalu berkomitmen pada inovasi teknologi, meluncurkan berbagai teknologi revolusioner untuk olahraga luar ruangan.
Ambil contoh XT-6 yang sangat populer, sepatu ini menggabungkan berbagai teknologi unggulan Salomon, seperti sol luar Contagrip, sistem peredam midsole ACS, dan teknologi penyesuaian upper Sensifit. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan performa produk, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna.
Memanfaatkan Media Sosial untuk Pemasaran Global
Strategi pemasaran global Salomon juga patut dipuji.
Merek ini sangat memahami bahwa matriks "selebriti + influencer" adalah kunci lalu lintas internet saat ini, sehingga mereka memanfaatkan pengaruh selebriti dan influencer untuk mendapatkan eksposur lalu lintas yang besar.
Di Amerika Serikat, Salomon memanfaatkan panggung kelas atas seperti Super Bowl, dengan Rihanna tampil menggunakan edisi kolaborasi mereka, dengan cepat memicu perhatian pasar. Dalam 24 jam setelah pertunjukan, frekuensi pencarian Salomon di pasar sekunder melonjak 800% dibandingkan periode yang sama minggu sebelumnya, dan semua ukuran sepatu yang sama di situs resmi merek menunjukkan stok habis.
Di pasar Tiongkok, Salomon juga dengan cepat memperluas pengaruh mereknya melalui kekuatan selebriti dan KOL. Salomon bekerja sama dengan IP mode Xiaohongshu "Panduan Hitam Populer", melalui selebriti Sun Yang dan berbagai gaya KOL, menciptakan panduan berpakaian "Gaya Liar Trendi" Speedcross 3, menunjukkan pesona mode Speedcross 3 dalam padanan sebenarnya, memungkinkan lebih banyak penggemar mode untuk melihat gaya uniknya secara langsung.
Tidak hanya itu, Salomon juga sangat mementingkan pemasaran media sosial luar negeri. Merek ini telah membangun komunitas merek yang kuat di platform seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok, dengan berbagi pengalaman pengguna, mengadakan acara online, dan cara lainnya untuk meningkatkan loyalitas pengguna.
Misalnya, di Facebook, Salomon membuat beberapa grup minat, mendorong pengguna untuk berbagi pengalaman petualangan luar ruangan, menciptakan suasana komunitas yang positif.
Di YouTube, Salomon menggunakan berbagai format seperti wawancara, film pendek, dan iklan untuk menceritakan kisah dan budaya di balik merek secara hidup, menunjukkan dedikasi yang tak kenal lelah terhadap inovasi profesional. Konten ini tidak hanya menunjukkan kedalaman dan luasnya merek, tetapi juga membantu memperkuat nilai merek dan membangun identitas merek yang kuat. Hingga Juli tahun ini, Salomon telah mengunggah 1005 video di platform ini dan mengumpulkan 267.000 pengikut.
Sumber gambar: YouTube
Di TikTok, Salomon memposting berbagai video olahraga luar ruangan untuk menunjukkan aplikasi produk dalam situasi nyata, seperti ski, lintas alam, pendakian gunung, lari, dll. Menyampaikan profesionalisme dan gaya produk kepada pengguna muda di seluruh dunia melalui pengalaman nyata. Membuat citra merek Salomon lebih tiga dimensi, sehingga menarik perhatian dan minat banyak konsumen generasi baru. Saat ini, Salomon telah mengumpulkan 264.000 pengikut di TikTok dan menerima lebih dari 6 juta suka.
Sumber gambar: TikTok
Kesuksesan Salomon tidak hanya bergantung pada produk dan teknologi yang luar biasa, tetapi juga pada inovasi yang terus-menerus dan komitmen terhadap visi awal merek.
Dari awal sebagai perlengkapan ski hingga menjadi primadona ganda di dunia olahraga luar ruangan dan mode global saat ini, meskipun telah melewati 77 tahun yang penuh liku, Salomon tidak pernah melupakan nilai inti mereknya: profesionalisme, inovasi, dan alam.
Komitmen inilah yang membuat merek yang sudah berusia 77 tahun ini tetap bersinar hingga hari ini.



