Perkembangan pesat pasar e-commerce global telah mendorong pertumbuhan platform e-commerce lintas batas yang cepat, dan Amazon tampil paling menonjol berkat jaringan logistik yang kuat serta kemampuan inovasi teknologinya.

Menurut informasi dari Tuke, pada paruh pertama tahun 2024, total nilai transaksi barang (GMV) Amazon mencapai angka yang menakjubkan yaitu 350 miliar dolar AS, dengan stabil menduduki peringkat pertama di antara 20 platform e-commerce B2C lintas batas global, dan unggul jauh dari platform lainnya.

Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan dominasi pasar Amazon yang kuat, tetapi juga menonjolkan kemampuannya untuk terus berkembang di bidang e-commerce lintas batas.

Peringkat GMV platform e-commerce lintas batas utama pada paruh pertama 2024

Di belakang Amazon, Shopify yang menempati peringkat kedua berhasil mencapai GMV sebesar 128,1 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun 2024. Raksasa ritel Walmart yang berada di peringkat ketiga mencatat GMV sekitar 50 miliar dolar AS pada periode yang sama. Peringkat keempat ditempati oleh raksasa e-commerce Asia Tenggara, Shopee, dengan GMV 40,7 miliar dolar AS, sementara platform e-commerce lama eBay berada di peringkat kelima dengan GMV 37 miliar dolar AS.

Yang perlu dicatat, "Empat Naga Kecil" di bidang e-commerce lintas batas China—AliExpress, SHEIN, Temu, dan TikTok Shop—juga berhasil masuk dalam 15 besar global pada paruh pertama tahun 2024. Data estimasi menunjukkan bahwa GMV AliExpress dan SHEIN masing-masing sekitar 30 miliar dolar AS, menempati peringkat keenam dan ketujuh; Temu dengan GMV sekitar 20 miliar dolar AS berada di peringkat kesembilan; sementara TikTok Shop dengan GMV sekitar 10,7 miliar dolar AS menempati peringkat ketiga belas.

Peringkat "Empat Naga Kecil" di bidang e-commerce lintas batas China

Kembali ke Amazon, tidak mengherankan jika ia mampu bertahan di posisi pertama daftar e-commerce. Sebagai penguasa e-commerce global, Amazon terus mempertahankan keunggulan kompetitif yang sangat kuat berkat sistem logistiknya yang tangguh, inovasi teknologi, dan cakupan pasar yang luas.

Tuke mengetahui bahwa pada tahun 2023, Amazon menunjukkan profitabilitas yang luar biasa, dengan rata-rata menghasilkan 636 dolar AS per detik. Angka ini tidak hanya melampaui total pendapatan Alibaba (430 dolar AS) dan Pinduoduo (204 dolar AS), tetapi juga jauh lebih tinggi dari JD.com (107 dolar AS) dan eBay (88 dolar AS). Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar Amazon mencapai 960 miliar dolar AS pada tahun tersebut, menjadikannya perusahaan e-commerce dengan nilai pasar tertinggi di dunia.

Sejak awal tahun ini, Amazon terus mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat, dengan pendapatan dan laba yang meningkat secara signifikan. Menurut laporan keuangan resmi kuartal pertama tahun 2024, penjualan bersih Amazon naik 13% year-on-year menjadi 143,3 miliar dolar AS; pendapatan operasional melonjak menjadi 15,3 miliar dolar AS, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 4,8 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Yang lebih mencolok, laba bersihnya melonjak 229% year-on-year, mencapai 10,4 miliar dolar AS.

Sumber gambar: esmmagazine (Amazon menghasilkan rata-rata 636 dolar AS per detik)

Pada kuartal kedua tahun 2024, pendapatan Amazon mencapai 148 miliar dolar AS, naik 10% dari 134,4 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, berkat kinerja bisnis cloud yang terus kuat, laba Amazon pada kuartal tersebut melonjak signifikan menjadi 13,5 miliar dolar AS, jauh melampaui ekspektasi analis dan juga lebih tinggi dari 6,7 miliar dolar AS pada tahun lalu, dengan pertumbuhan laba year-on-year sebesar 101%.

Di tengah peningkatan kinerja yang terus berlanjut, kapitalisasi pasar Amazon juga mencapai terobosan bersejarah pada tahun 2024. Mendekati akhir Juni, harga saham Amazon naik sekitar 4%, dan kapitalisasi pasarnya untuk pertama kalinya menembus angka 2 triliun dolar AS. Dengan ini, Amazon menjadi perusahaan Amerika kelima dalam sejarah yang mencapai kapitalisasi pasar lebih dari 2 triliun dolar AS.

Sumber gambar: Amazon (Penjualan Q1 mencapai 143,3 miliar dolar AS)

Dapat diprediksi, dengan investasi berkelanjutan Amazon di bidang inti seperti e-commerce dan cloud computing, kinerja raksasa teknologi ini akan terus meningkat.

Ke depannya, kami sangat berharap Amazon dapat menampilkan lebih banyak pencapaian yang mengesankan.