Baru-baru ini, film anti-pahlawan《Venom 3》telah menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia, terutama di TikTok, di mana elemen film ini memicu tren riasan tiruan di kalangan banyak pengguna.
Sebagai platform yang mengutamakan interaksi dan kreativitas konten, TikTok selalu mampu dengan cepat memperbesar popularitas topik semacam ini, langsung mempopulerkantag #venom dan tag terkait lainnya.
Seiring dengan penayangan film di berbagai daerah, dapatkah merek kosmetik memanfaatkan kesempatan ini untuk menciptakan gelombang lalu lintas baru di platform?

Sumber: Google
Bagaimana Topik TikTok Memicu Popularitas
Algoritma TikTok merekomendasikan video berdasarkan minat, suka, dan data berbagi pengguna, sehingga topik hangat dapat dengan cepat mendapatkan lalu lintas di platform. Begitu video merek ikut serta dalam topik populer, video tersebut berpotensi naik ke peringkat 1 dalam daftar topik.
Baru-baru ini, tag #venom telah memiliki 2,9 juta karya, dengan penambahan 102K postingan dalam 7 hari.Jika merek dapat mengikuti tren ini dalam kreativitas konten, mereka mungkin mendapatkan perhatian dan tingkat konversi yang lebih tinggi.

Sumber: TikTok For Business
Di antara penonton film Venom, kelompok usia 18-34 tahun sangat besar. Banyak pengguna muda tertarik pada riasan gelap dan cosplay, terutama di tempat-tempat seperti Meksiko dan Peru, di mana partisipasi penonton sangat aktif, memberikan titik masuk pemasaran yang berharga bagi merek.

Sumber: TikTok For Business
Ikuti Cara Blogger Ini, Merek Juga Bisa Ikut Populer
Di bawah topik #venom, konten dari beberapa blogger kreatif menjadi pusat lalu lintas.
Misalnya, blogger kecantikan @dorisjocelyn, ia menggunakan riasan yang sangat khas dan elemen Venom untuk membuat video lipsync pendek dengan memerankan beberapa karakter,video tersebut setelah dirilis meraih 12,6 juta penayangan dan 1,4 juta suka.
Sumber: TikTok
Dalam "riasan tiruan topik hangat" semacam ini, merek kosmetik dapat merancang lipstik gelap bergaya Venom, eyeshadow bertekstur metalik, dan lainnya, serta dengan cerdik menggunakan video riasan tiruan untuk menunjukkan efek penggunaan. Selama videonya cukup menarik, merek dapat dengan cepat memasuki pandangan pengguna.
Pada saat yang sama, merek menambahkan elemen interaktif dalam video topik, seperti undian, tantangan topik, dll., yang tidak hanya dapat meningkatkan loyalitas pengguna tetapi juga secara alami meningkatkan reputasi merek.

Sumber: TikTok
Bukan Sekadar Ikut Populer, Tapi Juga Beresonansi dengan Pengguna Global
Lalu lintas yang dibawa oleh topik hangat hanya bersifat sementara. Jika merek ingin benar-benar "menonjol", mereka perlu membangun resonansi yang lebih dalam dengan pengguna.
Dengan keunggulan interaktivitas tinggi dan konten kreatif, TikTok telah menjadi platform penting bagi merek kosmetik dan mode untuk membuka pasar luar negeri.
Pemasaran influencer luar negeri sudah dimulai sejak tahun 2007, dan telah berkembang selama bertahun-tahun. Banyak influencer luar negeri tidak hanya memiliki kepribadian yang unik, tetapi juga basis penggemar yang kuat dan kemampuan mendorong penjualan. Bagi merek yang go global, bagaimana membuat influencer dengan kepribadian yang menonjol sesuai dengan citra merek adalah kuncinya.

Sumber: Google
Strategi pemasaran go global yang baik bukan hanya "memanfaatkan momentum", tetapi juga beresonansi dengan pengguna global.
Merek dapat menemukan sumber daya influencer yang sesuai dengan suasana film melalui platform TikTok, dan merancang konten kreatif dengan elemen film. Misalnya, bekerja sama dengan KOL untuk meluncurkan set kosmetik edisi terbatas bergaya Venom, atau bahkan menambahkan filter lucu dalam video, pengguna secara alami akan tertarik untuk berpartisipasi dalam interaksi. Dengan cara ini, merek tidak hanya dapat meningkatkan eksposur, tetapi juga mendorong efek reputasi produk.

Sumber: TikTok
Menciptakan Pemasaran Lintas Budaya yang Eksklusif Adalah Rahasia untuk Benar-Benar Menonjol
Jika merek ingin terus "menonjol" di pasar global, mereka tidak bisa hanya mengandalkan pemasaran topik hangat satu kali.
Setiap pasar memiliki perbedaan dalam estetika dan kebiasaan budaya pengguna. Merek harus belajar menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi setempat, mengintegrasikan kreativitas lintas budaya ke dalam kemasan produk, gaya video, atau bahkan cara aktivitas, menemukan cara ekspresi yang sesuai untuk target pengguna, agar benar-benar dapat menyentuh konsumen.
Di bawah arus konten global,"bermain dengan ciri khas, bermain dengan poin memori"bukan hanya cara merek membuka pandangan pengguna, tetapi juga kunci untuk masuk ke dalam hati pengguna.



