Pada 8 Mei, pasar e-commerce Brasil menerima kabar besar, TikTok resmi meluncurkan fitur "jualan melalui video" TikTok Shop di Brasil, langkah ini jelas menjadi "bom besar" di bidang e-commerce Brasil.

TikTok Shop bukanlah pemula yang baru muncul. Sejak tahun 2021, ia sudah menonjol di pasar Asia Tenggara, kemudian terus maju dengan pesat dan merebut banyak wilayah. Hingga kini, sudah hadir di 12 negara termasuk Amerika Serikat, Meksiko, Spanyol, Inggris, dan Prancis. Pada tahun 2024, hanya di pasar AS, TikTok Shop menciptakan total nilai transaksi barang (GMV) sekitar 90 miliar dolar AS, mendorong model "social commerce" yang menggabungkan media sosial dan pengalaman belanja ke level baru.

Sumber: Google

Kali ini di Brasil, TikTok Shop juga telah mempersiapkan diri dengan matang. Dalam beberapa minggu ke depan, sistemnya akan secara bertahap dibuka untuk semua pengguna Brasil, dan pengiriman barang dapat menjangkau seluruh wilayah. Kategori pertama yang dibuka meliputi kecantikan dan kesehatan, fashion, dekorasi rumah, produk elektronik, dan perlengkapan olahraga, dan dalam tahun ini akan terus memperluas lebih banyak kategori.

Peluncuran TikTok Shop kali ini membawa tiga fitur utama. Dalam video promosi produk yang dirilis oleh influencer, merek, atau kreator konten, akan muncul tombol belanja video, pengguna cukup mengetuknya untuk langsung melompat ke halaman pembelian. Fitur live shopping juga tersedia, selama siaran langsung, diskon real-time ditampilkan bersamaan, langsung memicu keinginan belanja pengguna. Halaman profil kreator juga dilengkapi "etalase" untuk menampilkan produk yang mereka rekomendasikan secara terpusat. Tidak hanya itu, halaman "toko" mirip halaman e-commerce tradisional dalam aplikasi juga akan segera hadir, dengan fitur seperti gambar produk, bilah pencarian, penawaran hari ini, dan filter berdasarkan kategori, membuat pengalaman belanja semakin nyaman.

Sumber: Google

Lalu, mengapa TikTok begitu mementingkan pasar Brasil?

Dari data, TikTok saat ini memiliki 111,3 juta pengguna aktif di Brasil, hanya kalah dari AS. Awalnya direncanakan diluncurkan pada akhir 2025, kini dirilis lebih awal, ini cukup menunjukkan tekad ByteDance untuk mempercepat ekspansi di pasar Amerika Latin. Menurut laporan analisis Bank Santander Spanyol pada Maret, langkah TikTok ini bertujuan merebut pasar e-commerce terbesar di Amerika Latin, merek lokal seperti Natura, Renner, C&A, berpotensi mendapatkan keuntungan dari kerja sama ini.

Sumber: centex

Bagi konsumen Brasil, berbelanja menggunakan TikTok Shop sangat mudah. Di pojok kiri bawah video promosi terdapat nama produk dan ikon keranjang belanja, klik untuk masuk ke proses pembelian. Saat pertama kali membeli, isi informasi pribadi dan alamat pengiriman, untuk pembelian selanjutnya sistem akan menyimpannya secara otomatis, menyederhanakan proses. Saat ini, TikTok menyelesaikan pengiriman melalui kerja sama dengan mitra logistik, penyimpanan dan pengiriman barang ditangani oleh penjual. Namun, sistem logistik mandiri TikTok (Fulfilled by TikTok) yang sudah berjalan di negara lain, dari penerimaan hingga pengiriman sepenuhnya dikelola oleh gudang milik platform, apakah akan diikuti di Brasil di masa depan, masih belum diketahui.

Merek mitra pertama platform termasuk Natura, Boticário, L'Oréal, Stanley, C&A, dan Riachuelo, penjual perdana semuanya adalah perusahaan lokal Brasil, yang perlu memiliki CNPJ yang valid dan mampu menjual secara nasional. Belum jelas apakah penjualan lintas batas akan dibuka di masa depan, tetapi pasar lain sudah mendukung penjual luar negeri.

Sumber: Google

Kedatangan TikTok Shop telah menyuntikkan vitalitas baru ke pasar e-commerce Brasil, dan juga membawa peluang serta tantangan baru bagi konsumen, kreator, dan penjual. Bagaimana perubahan lanskap e-commerce Brasil? Mari kita nantikan bersama!