Di tengah persaingan pasar e-commerce global yang semakin panas, banyak platform e-commerce gencar meluncurkan promosi besar-besaran demi merebut pangsa pasar.

Baru-baru ini, menurut kabar terbaru industri: platform e-commerce lintas batas Temu resmi membuka rangkaian kegiatan pemasaran "Temu Week" pada 28 Juni, secara langsung menyaingi Prime Day milik Amazon.

Langkah ini tidak hanya menunjukkan ambisi Temu, tetapi juga membawa peluang dan tantangan baru bagi para penjual global.

Sumber gambar: Google

Persaingan Langsung antara Temu Week dan Prime Day

Kegiatan "Temu Week" yang diluncurkan Temu kali ini menerapkan model diskon tiga tingkat, yaitu diskon 15%, 20%, dan 30%, yang mencakup semua kategori produk, namun waktu kegiatan dan persyaratan stok untuk setiap tingkat diskon berbeda.

Di antaranya, diskon 15% dan 20% berlangsung dari 29 Juni hingga 19 Juli, sedangkan diskon 30% terkonsentrasi antara 5 Juli hingga 12 Juli. Yang perlu diperhatikan, hanya diskon 30% yang bisa mendapatkan slot sumber daya di area khusus Deals, dua tingkat lainnya hanya bisa mengandalkan saluran eksposur biasa untuk mendapatkan lalu lintas.

Strategi ini jelas untuk mengambil langkah awal sebelum Prime Day Amazon (8 Juli hingga 11 Juli), dengan menyedot konsumen lebih awal. Prime Day Amazon, sebagai kegiatan promosi tolok ukur industri e-commerce global, tahun ini untuk pertama kalinya diperpanjang menjadi 96 jam, mencakup lebih dari 20 negara dan wilayah, menyediakan pintu masuk lalu lintas yang besar bagi penjual. Namun, Temu dengan siklus kegiatan yang lebih panjang dan ambang partisipasi yang lebih rendah, berusaha mendapatkan bagian dalam persaingan pasar yang ketat.

Sumber gambar: Google

Peluang dan Tantangan Beriringan

Bagi penjual, Temu Week adalah kesempatan pertumbuhan penjualan yang langka, namun juga berarti tuntutan operasional yang lebih tinggi.

Pertama, pengaturan tingkat diskon yang berbeda memungkinkan penjual untuk memilih secara fleksibel sesuai dengan kondisi masing-masing. Misalnya, produk baru cocok untuk mendaftar diskon 15% guna meningkatkan eksposur, produk yang sudah 7 hari tidak laku dapat diaktifkan penjualannya melalui diskon 20%, sedangkan produk dengan stok berlebih dapat menggunakan diskon 30% untuk cepat membersihkan stok. Strategi berlapis ini membantu penjual mengoptimalkan perputaran stok dan meningkatkan likuiditas dana.

Namun, persyaratan stok untuk kegiatan juga menambah tekanan persediaan penjual. Diskon 30% mensyaratkan stok minimal 20 unit, yang berarti penjual perlu melakukan manajemen rantai pasok lebih awal untuk menghindari kehilangan bonus lalu lintas karena stok tidak mencukupi. Selain itu, mekanisme penetapan harga Temu cukup transparan, penjual harus memastikan harga yang diajukan kompetitif saat mendaftar, jika tidak berisiko mengalami kompresi margin keuntungan.

Sumber gambar: Google

Langkah Kunci dalam Merebut Pangsa Pasar

Peluncuran Temu Week bukanlah sekadar taktik promosi jangka pendek, melainkan bagian penting dari strategi jangka panjang platform Temu.

Di satu sisi, kegiatan ini membantu Temu memperkuat posisinya di kalangan konsumen yang sensitif terhadap harga. Dibandingkan dengan penawaran eksklusif anggota Prime Day Amazon, diskon Temu terbuka untuk semua pengguna, menurunkan hambatan belanja dan mampu menarik basis pengguna yang lebih luas.

Di sisi lain, dengan memperpanjang siklus kegiatan, Temu berusaha mengunci permintaan konsumen sebelum Prime Day Amazon. Strategi penyedotan ini tidak jarang dalam industri e-commerce, namun kuncinya adalah apakah benar-benar bisa mempertahankan pengguna. Jika Temu mampu meningkatkan pengalaman pengguna dan tingkat pembelian ulang melalui kegiatan ini, hal itu akan berdampak besar pada rencana ekspansi globalnya.

Sumber gambar: Google

Penutup: Variabel Baru dalam Lanskap E-commerce Global

Kehadiran mendadak Temu Week telah menambah variabel penting dalam musim promosi musim panas pasar e-commerce global tahun 2025.

Bagi ekosistem e-commerce global, kemunculan Temu Week menyediakan pilihan yang lebih beragam bagi penjual, dan menciptakan skenario belanja yang lebih kaya bagi konsumen. Persaingan yang sehat ini pada akhirnya akan mendorong seluruh industri mencapai terobosan baru dalam efisiensi logistik, kualitas layanan, dan inovasi teknologi.

Seiring dengan terus meluasnya pasar e-commerce global, persaingan antar platform akan melampaui perang harga semata, beralih ke persaingan menyeluruh dalam efisiensi rantai pasok, pengalaman pengguna, dan nilai merek. Apakah Temu Week bisa menjadi titik tumpu yang mengubah struktur industri, kuncinya terletak pada apakah ia dapat mengubah lalu lintas jangka pendek menjadi keunggulan kompetitif jangka panjang. Ini akan menjadi jendela penting untuk mengamati tren perkembangan e-commerce global.