Pada 30 Juni 2025, TikTok Shop resmi diluncurkan di Jepang. Setahun kemudian, TikTok Shop Japan mengumumkan peluncuran program dukungan digital yang khusus ditujukan untuk usaha kecil dan menengah di Jepang—'Japan SOAR Together'.

Hal ini patut diperhatikan, bukan karena TikTok Shop melakukan langkah besar lagi, tetapi justru karena menyentuh kondisi yang cukup menarik di pasar Jepang: e-commerce tumbuh, tetapi penetrasinya masih jauh dari cukup.

Sumber gambar: webtan

E-commerce Jepang: ukurannya tidak kecil, tetapi offline masih menjadi 'raja'.

Lihat dulu sekelompok angka. Menurut 'Survei Pasar E-commerce Tahun Anggaran 2024' yang dirilis Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, pada 2024 ukuran pasar e-commerce B2C Jepang mencapai 26.1 triliun yen, tumbuh 5.1% tahun-ke-tahun. Skala ini tidak kecil jika dilihat secara global.

Tetapi angka lain yang lebih menarik: tingkat penetrasi e-commerce Jepang secara keseluruhan hanya 9.8%. Dengan kata lain, sekitar 90% transaksi di industri ritel Jepang masih terjadi secara offline.

Dengan membandingkannya, terlihat perbedaannya. Penetrasi e-commerce China sudah lama melebihi 25%, dan Amerika Serikat juga di atas 15%. Tingkat penetrasi e-commerce Jepang yang 9.8% berarti masih ada banyak ruang pasar yang menunggu untuk dikembangkan.

Lalu mengapa penetrasi e-commerce Jepang tidak kunjung naik? Alasannya cukup rumit. Konsumen Jepang terbiasa berbelanja secara offline, memiliki standar kualitas layanan yang tinggi, sistem pengiriman logistik yang maju tetapi biayanya juga tidak murah. Ditambah lagi tingkat penuaan masyarakat Jepang yang tinggi, banyak konsumen setengah baya dan lanjut usia yang tidak begitu tertarik belanja online.

Namun, perubahan sedang terjadi. Ukuran pasar 26.1 triliun ada di sana, dan setiap tahun masih tumbuh lebih dari 5%. Bagi mereka yang ingin menjalankan bisnis online, ini benar-benar jendela peluang yang perlu ditanggapi dengan serius.

Sumber gambar: meti.go

TikTok Shop di Jepang: dalam satu tahun, dari nol menjadi 50.000.

TikTok Shop memasuki pasar Jepang belum lama. Resmi diluncurkan pada 30 Juni 2025, sekarang baru lebih dari satu tahun.

Apa yang terjadi dalam setahun ini? Dalam enam bulan setelah peluncuran, jumlah pembeli di platform meningkat 20 kali lipat, jumlah pedagang terdaftar menembus 50.000, dan skala kreator juga meluas menjadi sekitar 200.000 orang. Dilihat dari komposisi GMV, lebih dari 70% transaksi didorong oleh konten—di mana siaran langsung menyumbang sekitar 60%, dan video pendek menyumbang sekitar 40%.

Angka-angka ini menunjukkan satu hal: konsumen Jepang perlahan-lahan menerima cara belanja 'menonton konten sambil memesan'. Meskipun tidak bisa dibandingkan dengan skala e-commerce live streaming di Tiongkok, tren ini memang sedang berjalan maju.

Sumber gambar: webtan

'Japan SOAR Together': apa yang akan dilakukan secara spesifik?

Kembali ke program dukungan yang diluncurkan kali ini.

Nama lengkap 'SOAR Together' adalah 'Supporting Our Artisans and Retailers Together'—mendukung pengrajin dan pengecer kami. Program ini awalnya merupakan proyek dukungan usaha kecil dan menengah yang diluncurkan TikTok Shop di tingkat global. Saat ini telah mendukung lebih dari 1.500 pengusaha di lebih dari 10 pasar global setiap tahunnya.

'Japan SOAR Together' di Jepang merupakan perwujudan program global ini di tingkat lokal. Secara spesifik, program ini merekrut 30 usaha kecil dan menengah di Jepang. Target rekrutmen terutama adalah para pelaku skala kecil yang memiliki produk bagus tetapi mengalami kesulitan dalam operasi digital dan perluasan saluran penjualan, termasuk 'para pembuat' di bidang kerajinan tradisional, produk khas daerah, produk pertanian, dan lain-lain.

Sumber gambar: webtan

Sedikit pengamatan

Dari sudut pandang pasar, penetrasi e-commerce Jepang yang 9.8% berarti ruang pertumbuhan yang sangat besar. Dari sudut pandang platform, TikTok Shop telah membuktikan dalam satu tahun di Jepang bahwa model 'e-commerce konten' memiliki pasar di sana. Dari sudut pandang perusahaan, usaha kecil dan menengah yang memiliki produk bagus tetapi kekurangan kemampuan online memang memerlukan dorongan dari pihak eksternal.

'Japan SOAR Together' adalah dorongan eksternal tersebut. Kuota 30 perusahaan tidak banyak, tetapi makna program ini bukan terletak pada kuantitas, melainkan sinyal bahwa TikTok Shop mulai serius melakukan penetrasi lokal yang mendalam di pasar Jepang.

Bagi usaha kecil dan menengah Jepang yang masih ragu-ragu untuk menjalankan bisnis online, ini mungkin merupakan peluang yang layak diperhatikan. Lagipula, di pasar di mana 90% transaksi masih terjadi secara offline, siapa pun yang lebih dulu berhasil menempuh jalur online, dialah yang mungkin akan merebut peluang awal.