Platform media sosial lama merupakan strategi inti pemasaran B2B bagi perusahaan yang sudah mapan. LinkedIn dirancang untuk menjalin koneksi dengan para profesional bisnis lainnya. Twitter lebih condong ke konten teks, berita real-time, serta argumen dan pembuktian opini pribadi. YouTube adalah medan untuk video berdurasi menengah hingga panjang, tidak cocok untuk dibagikan dan disebarkan secara spontan sehari-hari, dengan proporsi video yang diedit secara presisi cukup besar. Media sosial lama seperti Facebook dan YouTube masih menjadi medan utama untuk pemasaran konten produk dan iklan berbayar. Namun, semakin banyak perusahaan B2B yang menyadari bahwa TikTok dapat menawarkan lebih dari sekadar tantangan dansa dan konten hewan lucu.

TikTok unik di antara platform media sosial karena keasliannya diutamakan di atas segalanya.

Dibandingkan dengan video seperti Instagram Reels dan YouTube, video di TikTok seringkali tidak diedit dan dikurasi secara profesional, sehingga terasa lebih autentik dan membumi.

Penelitian terbaru LinkedIn yang berfokus pada B2B membuktikan bahwa strategi pemasaran yang menarik emosi audiens lebih efektif daripada strategi yang menggunakan pendekatan rasional.

Tentu saja, kedua sisi mata uang sama pentingnya. Pemasaran rasional menuntut individu untuk mengambil tindakan dan memberi tahu mereka secara tepat mengapa harus melakukannya. Di sisi lain, pemasaran emosional dapat membangun kesadaran merek.

Mari kita lihat bagaimana TikTok menggabungkan pemasaran rasional dan emosional, atau dengan kata lain, manfaat TikTok untuk pemasaran B2B:

1. Tagar Lokal

Konten TikTok yang membumi, terutama tagar khusus yang dilokalkan, dapat digunakan untuk terhubung dengan profesional lokal lainnya dan calon pelanggan, secara efektif membangun hubungan pengguna. Apa maksudnya?

Misalnya, agensi pemasaran yang berlokasi di York cenderung menggunakan #YorkshireBusiness##SmallBusinessTikTokUK.

Menggunakan tagar untuk ditemukan di lingkaran B2B di TikTok.

Postingan akan muncul dalam kampanye tagar #SmallBusinessTikTokUK# di TikTok. Jumlah tayangan tagar ini mencapai ribuan, bukan jutaan, yang berarti pengguna lebih mudah menemukan video Anda. Jika produk Anda terkonsentrasi di kota lokal tertentu, Anda dapat menggunakan cara ini untuk membuat tagar video.

2. Membangkitkan Emosi

Saat mempertimbangkan pemasaran B2B, kata "emosi" mungkin bukan hal pertama yang terlintas di benak. Dibandingkan dengan nada blog perusahaan asli atau postingan Twitter dan LinkedIn, platform informal seperti TikTok mungkin tampak terlalu asing.

Tetapi seperti aturan praktis dalam pemasaran, ide terbaik seringkali datang dari membuang aturan, "melalui cara yang kreatif dan tak terduga".

Pada akhirnya, calon pelanggan tidak jauh berbeda dengan konsumen B2C; mereka tetap mencari kepercayaan dan keaslian dalam produk atau layanan. Mereka tetaplah manusia, dan selama mereka manusia, mereka memiliki perasaan dan akan tersentuh oleh konten yang beresonansi. Jadi, bersatulah dengan konten dan pengguna!

Misalnya, Anda dapat menggunakan TikTok untuk berbagi kisah asal-usul bisnis Anda, membicarakan nilai-nilai perusahaan dan kegiatan amal, atau hanya menyorot anjing peliharaan di kantor Anda. Tentu saja, Anda dapat membagikan semua ini secara bersamaan di postingan LinkedIn atau blog perusahaan.

Namun, format video dan sifat informal TikTok memungkinkan konten yang lebih personal dibandingkan platform lain. Video dapat menambah nilai besar pada strategi media sosial, menghasilkan laba atas investasi yang lebih baik. Terbukti, video menghasilkan lebih banyak pembagian dan konversi prospek dibandingkan konten teks dan gambar.

Menekankan Kesalahpahaman: TikTok Bukan Hanya untuk Anak Muda

Kesalahpahaman umum adalah bahwa TikTok hanya berguna untuk pemasaran kepada anak muda.

Meskipun 41% pengguna berusia antara 16 hingga 24 tahun, 59% sisanya berasal dari demografi lainnya.

Mengingat TikTok memiliki lebih dari 3 miliar pengguna aktif di seluruh dunia, ini menyediakan audiens target yang cukup besar bagi perusahaan B2B. B2B tidak perlu takut pada TikTok.