
Laporan terbaru dari raksasa jasa keuangan internasional Morgan Stanley memberikan dorongan besar bagi pasar quick commerce India yang sedang panas. Laporan tersebut secara signifikan menaikkan ekspektasi terhadap pasar ini, memperkirakan bahwa pada tahun 2030, ukuran pasar quick commerce India akan melonjak hingga mencapai 570 miliar dolar AS yang mengejutkan.

Dengan ketatnya kebijakan tarif AS, banyak penjual lintas batas mulai mengalihkan pandangan mereka ke pasar berkembang untuk menyebarkan risiko dan mencari titik pertumbuhan baru. Dalam konteks ini, Arab Saudi, dengan skala e-commerce yang berkembang pesat, menjadi fokus perhatian para penjual global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam telah menarik banyak perusahaan e-commerce lintas batas berkat pertumbuhan pesat pasar e-commerce dan kebijakan impor yang relatif longgar. Namun, seiring rencana pemerintah Vietnam untuk memperketat kebijakan bebas bea untuk paket kecil, para penjual lintas batas akan menghadapi tantangan baru.