Apa? Es krim juga bisa menjadi viral di media sosial!

Jika es krim bisa menjadi bintang utama yang viral di media sosial, maka merek Little Moons tidak diragukan lagi adalah salah satu contohnya.

Merek yang menggabungkan kue tradisional dengan es krim ini, selama lebih dari sepuluh tahun, telah berkembang dari bengkel kecil menjadi merek bintang di Inggris.

Kini, merek ini telah melangkah dari jalan-jalan London ke seluruh dunia, dengan penjualan tahunan menembus 45 juta poundsterling (setara sekitar 4,2 miliar yuan).

Gambar dari internet

Little Moons: Dari Bengkel Keluarga ke Pasar Luar Negeri

Merek Little Moons didirikan oleh kakak beradik Vivien dan Howard Wong pada tahun 2010, terinspirasi dari toko mochi tradisional yang dijalankan orang tua mereka. Keduanya memutuskan untuk menjadikan mochi sebagai inti dan menciptakan es krim mochi yang unik.

Awalnya, merek Little Moons terutama memasok restoran kelas atas di London, termasuk restoran terkenal seperti Nobu dan Novikov. Para tamu restoran ini menunjukkan minat besar pada es krim mochi, sinyal yang mendorong merek untuk mulai bertransformasi. Pada tahun 2015, merek ini meluncurkan produknya ke pasar massal dan dengan cepat menjangkau supermarket utama di Inggris.

Transformasi inilah yang menjadi dasar bagi ekspansi merek ke luar negeri di masa depan. Melalui cakupan luas di pasar massal, merek Little Moons tidak hanya mengumpulkan reputasi yang baik, tetapi juga menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk ekspansi luar negeri dan kampanye pemasaran online.

Informasi terkait merek Little Moons Sumber: The Times

Memposisikan Pasar, Jalan Inovasi Mochi Kecil

Menurut laporan Fortune Business Insights, pasar es krim global bernilai 76,11 miliar dolar AS pada tahun 2023, dan diperkirakan akan mencapai 132,32 miliar dolar AS pada tahun 2032. Di tengah pertumbuhan pasar ini, inovasi dan diferensiasi menjadi kunci bagi merek untuk menonjol, dan merek Little Moons berhasil memanfaatkan peluang ini dengan posisi produknya yang unik.

Laporan data pasar es krim global Sumber: Fortune Business Insights

Keunggulan kompetitif inti merek Little Moons terletak pada produk inovatifnya, yang memberikan pengalaman rasa yang sangat berbeda dari es krim tradisional kepada konsumen. Pada saat yang sama, merek terus meluncurkan berbagai rasa baru untuk memenuhi kebutuhan beragam konsumen di berbagai wilayah global.

Inovasi produk ini tidak hanya menarik konsumen utama pasar es krim, tetapi juga membuat merek Little Moons membentuk diferensiasi merek yang kuat di pasar makanan penutup yang kompetitif. Dalam proses ini, dukungan media sosial juga sangat penting.

Sumber: Situs web resmi merek Little Moons

Strategi Media Sosial, Ekspansi Lalu Lintas Platform

Seiring dengan meningkatnya persaingan di pasar es krim, merek Little Moons menyadari bahwa hanya mengandalkan inovasi produk tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspansi merek yang cepat. Untuk menonjol di pasar luar negeri, diperlukan saluran komunikasi yang dapat menjangkau konsumen secara langsung, dan media sosial menjadi pendorong kuat bagi ekspansi merek.

1. TikTok: Titik Ledakan Lalu Lintas

Pada awal tahun 2021, seorang konsumen Inggris mengunggah video di TikTok tentang dirinya mencari es krim merek Little Moons di supermarket. Video dengan gaya santai dan lucu ini dengan cepat menarik perhatian luas.

Merek Little Moons dengan cepat memanfaatkan kesempatan ini dengan meluncurkan tantangan "trying to find little moons" di platform TikTok, yang langsung mendorong Little Moons ke daftar trending media sosial.

Video tantangan trying to find little moons Sumber: TikTok

Saat ini, akun resmi TikTok merek Little Moons @littlemoonsmochi telah mengumpulkan 328.600 pengikut, dengan total penayangan video mencapai 271 juta, dan rata-rata penayangan dalam 30 hari terakhir sebesar 1,596 juta.

Data akun TikTok @littlemoonsmochi Sumber: Tabcut

Setelah viralnya lalu lintas jangka pendek, merek Little Moons mulai bekerja sama secara mendalam dengan influencer TikTok untuk promosi, memanfaatkan basis penggemar influencer guna memperluas kesadaran merek.

Misalnya, influencer @emiiyjade yang memiliki 452.600 pengikut di TikTok, mengunggah video mencicipi rasa es krim mochi merek Little Moons, yang mendapatkan 3,5 juta penayangan, memberikan dorongan lalu lintas yang besar bagi merek.

Sumber: TikTok

Selain promosi influencer, merek Little Moons juga menyadari pentingnya konten buatan pengguna (UGC) dan membuka tagar #littlemoons di TikTok, mendorong konsumen untuk mengunggah video dan berbagi pengalaman menikmati produk.

Hingga saat ini, jumlah video dengan tagar #littlemoons mencapai 34.800, yang secara langsung mendorong pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan.

Tagar TikTok #littlemoons  Sumber: TikTok

2. Instagram: Memperkuat Citra Merek

Di Instagram, merek Little Moons menampilkan keragaman dan kreativitas produk melalui konten visual berkualitas tinggi. Misalnya, dengan mengunggah gambar potongan produk, proses pembuatan, dan pengalaman mencicipi konsumen, merek semakin memperkuat citra mereknya yang unik.

Saat ini, akun utama merek Little Moons di Instagram telah mengumpulkan 121.000 pengikut. Melalui penguatan citra merek di Instagram, merek Little Moons tidak hanya mendapatkan pengakuan di pasar domestik, tetapi juga memberikan dukungan kuat untuk promosi di pasar luar negeri.

Akun Instagram merek Little Moons  Sumber: Instagram

Penutup

Kesuksesan merek Little Moons tidak hanya berasal dari posisi produknya yang unik, tetapi juga dari penguasaan tajam terhadap tren pemasaran media sosial.

Dari makanan penutup niche di jalan-jalan London hingga produk fenomenal yang laris di seluruh dunia, Little Moons membuktikan bahwa di era digital, kombinasi antara tradisi dan inovasi dapat menciptakan potensi pasar yang besar.

Kasus ini juga memberikan pengalaman berharga bagi merek lain: di pasar global yang berubah dengan cepat, inovasi produk adalah daya saing inti, sementara membangun hubungan mendalam dengan konsumen adalah kunci perkembangan jangka panjang merek.