Tahukah Anda? Pasar sutra global sedang mengalami "ledakan besar"!

Menurut data dari futuremarketinsights, pada tahun 2024, nilai pasar sutra global akan mencapai 20 miliar dolar AS, dan pada tahun 2034, angka ini diperkirakan akan melonjak menjadi 44,6 miliar dolar AS.

Berbicara tentang sutra, banyak orang mungkin masih terpaku pada stereotip "mewah", tetapi kini, sutra hadir dalam gaya hidup dengan cara yang baru. Dari sarung bantal sutra hingga piyama nyaman, dan topi tidur ringan, sutra bukan lagi barang mewah, melainkan pilihan berkualitas bagi semakin banyak orang.

Di antaranya, ada satu nama yang tidak boleh dilewatkan——Lilysilk. Merek asal China ini tidak hanya berhasil menghidupkan kembali sutra, tetapi juga memikat banyak penggemar di lebih dari 150 negara di seluruh dunia.

Dari simbol budaya tradisional hingga item fashion, bagaimana Lilysilk membentuk kembali citra "sutra China"? Hari ini, mari kita ungkap kode suksesnya!

Sumber: Google

Mulai dari Prancis, Bagaimana Lilysilk Melancarkan "Pertempuran Sutra Pertama"?

Pada tahun 2009, pendiri Lilysilk, Lily, telah mengumpulkan pengalaman bertahun-tahun di industri sutra Prancis.

Dia menemukan bahwa produk sutra kelas atas sering diberi label harga tinggi di pasar internasional, sementara banyak konsumen masih menganggap sutra China hanya sebagai produk manufaktur kontrak. Hal ini memicu ide berani dalam dirinya: Mengapa tidak membawa sutra China berkualitas tinggi ke dunia dengan cara yang lebih terjangkau?

Dengan niat awal seperti itu, Lily dan suaminya Mike mendirikan Lilysilk pada tahun 2010, yang berfokus pada pakaian sutra dan perlengkapan rumah tangga. Merek ini memilih Prancis sebagai langkah pertama, negara asal barang mewah dan mode, dengan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap produk sutra.

Namun, tidak seperti merek mewah tradisional, Lilysilk masuk dengan nilai tinggi sebagai titik awal, meluncurkan serangkaian sarung bantal sutra dan perlengkapan tempat tidur. Produk-produk ini tidak hanya mempertahankan bahan berkualitas tinggi, tetapi juga memenuhi kebutuhan lebih banyak konsumen melalui harga yang wajar, memungkinkan Lilysilk perlahan-lahan berdiri kokoh di pasar yang kompetitif.

Kesuksesan di pasar Prancis membuka pintu internasional bagi Lilysilk. Selanjutnya, merek ini mempercepat ekspansi melalui platform e-commerce pihak ketiga seperti Amazon dan eBay, memperluas bisnis ke Inggris, Jerman, dan lainnya. Lilysilk tidak sekadar meniru model pasar Prancis, tetapi secara bertahap memperkaya lini produk sesuai dengan kebiasaan konsumsi di berbagai daerah, menambahkan piyama, topi tidur, dan perlengkapan rumah tangga lainnya untuk memenuhi kebutuhan yang beragam. Strategi yang dekat dengan pasar lokal ini memungkinkan Lilysilk berhasil berdiri kokoh di banyak pasar global.

Sumber: Google

Dari Situs Mandiri ke Global, Bagaimana Pengaruh Sutra China Meluas?

Selain mengandalkan platform e-commerce seperti Amazon, eBay, dan AliExpress, Lilysilk juga membangun situs mandiri merek sendiri untuk membawa sutra China ke lebih banyak konsumen. Diketahui, Lilysilk telah mendirikan 14 situs resmi di Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan lainnya, serta beberapa kali mendapatkan rekomendasi dari majalah internasional terkenal seperti SWEET, VOGUE, dan ELLE.

Sumber: Situs Mandiri Lilysilk

Saat ini, situs mandiri Lilysilk telah menjadi saluran penjualan utama, menyumbang lebih dari 60% dari total pendapatan merek. Kinerja lalu lintas situs mandiri juga sangat mengesankan, hingga Desember 2024, rata-rata kunjungan bulanan mencapai 1,275 juta kali, dan dalam tiga bulan terakhir bahkan mencapai 3,827 juta kali, jauh melampaui banyak merek di bidang yang sama.

Sumber: similarweb

Kolaborasi Multi-Saluran, Menangkap Lalu Lintas dan Reputasi

Dari segi sumber lalu lintas, lalu lintas utama LilySilk terdiri dari kunjungan langsung, dengan proporsi setinggi 44,16%, diikuti oleh pencarian sosial (20,21%) dan lalu lintas organik (16,88%). Keragaman sumber lalu lintas ini berkat pendalaman merek di berbagai saluran, terutama keberhasilan dalam media sosial dan kerja sama dengan influencer, yang membawa lalu lintas organik yang berkelanjutan.

Sumber: similarweb

Strategi TikTok: Menampilkan Keindahan Sutra dalam Berbagai Skenario

Sebagai platform video pendek yang populer secara global, TikTok menyediakan saluran penting bagi LilySilk untuk menampilkan produk dan menjangkau konsumen muda. Dengan memposting video gaya berpakaian sehari-hari di akun TikTok, merek ini mengintegrasikan pakaian sutra ke dalam skenario kehidupan sehari-hari, menampilkan karakteristik nyaman dan elegan produk, menarik perhatian 24.900 pengikut, termasuk banyak penggemar setia.

Sumber: TikTok

Selain itu, LilySilk juga bekerja sama dengan influencer fashion TikTok, memanfaatkan kreativitas dan pengaruh mereka untuk menanamkan merek secara tepat ke target audiens. Para influencer ini biasanya membagikan tips berpakaian, karakteristik bahan, dan pengalaman pengguna dalam bentuk video pendek, memungkinkan konsumen merasakan kualitas dan desain produk secara langsung, yang sangat efektif dalam merangsang keinginan pembelian terhadap produk.

Sumber: TikTok

Matriks Media Sosial: Menampilkan Keunggulan Produk Secara Menyeluruh

Selain TikTok, strategi LilySilk di platform media sosial lainnya juga patut diperhatikan.

Di Instagram, LilySilk memiliki 1,09 juta pengikut. Merek ini menggabungkan efek berpakaian, detail kualitas, dan skenario penggunaan sehari-hari dari pakaian sutra melalui video model dan konten peluncuran produk baru, menyajikan keanggunan dan kepraktisan produk sutra dari berbagai sudut.

Sumber: Instagram

Sementara di YouTube, LilySilk memiliki 33.600 pelanggan. Strategi konten berfokus pada kerja sama dengan influencer untuk membuat video unboxing dan tutorial penggunaan, yang secara mendalam menampilkan bahan dan pengalaman pemakaian pakaian, memberikan lebih banyak referensi keputusan bagi konsumen.

Sumber: YouTube

Konten dari platform ini menampilkan keunggulan produk LilySilk dari berbagai sudut——tidak hanya menonjolkan kualitas tinggi sutra itu sendiri, tetapi juga menunjukkan nilai aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, memudahkan konsumen untuk memahami karakteristik produk dan membangun hubungan emosional dengan merek.

Dukungan Selebriti: Meningkatkan Popularitas Internasional

Selain itu, LilySilk juga mendapat dukungan dan cinta dari banyak selebriti luar negeri.

Misalnya, Nina Dobrev dari The Vampire Diaries, Melissa Rauch dari The Big Bang Theory, dan pemenang Grammy Meghan Trainor, semuanya pernah tampil di depan kamera dengan pakaian sutra LilySilk. Terutama dalam video musik My Kind of Present, jubah dan set piyama sutra LilySilk yang dikenakan Meghan Trainor menjadi sorotan utama, memberikan perhatian lebih tinggi bagi merek.

Meghan Trainor mengenakan set piyama LilySilk dalam video musik Sumber: YouTube

Sutra China Menuju Dunia, Masa Depan Telah Tiba

Dari Jalur Sutra kuno hingga era digital saat ini, merek China sedang menuju global dengan cara yang baru.

Merek lokal seperti Lilysilk menafsirkan tradisi dengan inovasi, memenangkan reputasi dengan kualitas, mengubah sutra China dari simbol budaya "dingin" menjadi bagian dari kehidupan modern. Kesuksesannya tidak hanya menunjukkan ketahanan dan inovasi merek lokal, tetapi juga membuktikan bahwa kerajinan tradisional masih memiliki potensi tak terbatas di pasar modern.

Jalan merek China menuju global mungkin tidak selalu mulus, tetapi setiap upaya berani untuk melampaui batas akan membuka peluang dan kemungkinan baru bagi "produk lokal"!