Dalam gelombang ekspansi merek ke luar negeri, TikTok dengan ekosistem sosialnya yang unik dan kekuatan penyebaran yang luar biasa, telah menjadi medan penting bagi banyak merek untuk membuka pasar internasional. Namun, untuk benar-benar menembus batas di platform ini, tidak hanya diperlukan ledakan trafik jangka pendek, tetapi juga strategi pemasaran bertahap yang membangun resonansi nilai yang mendalam dengan pengguna.
Mulai dari pengelolaan trafik yang terlokalisasi, pendorong pertumbuhan UGC, hingga penanaman nilai yang mendalam, merek perlu membangun logika pertumbuhan yang lengkap agar dapat bertahan di pasar luar negeri yang sangat kompetitif.

Sumber gambar: Google
Leverage Trafik Lokal: Adaptasi Budaya untuk Jangkauan yang Tepat
Lokalisasi adalah strategi utama bagi merek untuk mendapatkan trafik di TikTok. Merek ponsel asal Tiongkok, realme, pernah melakukan kampanye pemasaran saat Hari Ibu di Brasil, yang merupakan contoh tipikal pemanfaatan leverage trafik lokal.
Merek realme bekerja sama dengan banyak KOL lokal, mengundang mereka untuk membuat video pendek bertema keluarga, secara tepat masuk ke dalam budaya lokal yang menekankan pentingnya keluarga dan kasih sayang. Misalnya, influencer @alcala.creativo menggunakan format unboxing dan narasi, dipadukan dengan topik "hadiah untuk ibu", yang sesuai dengan suasana hari raya setempat dan juga cocok dengan preferensi konten nyata dan kehidupan sehari-hari pengguna TikTok. Hasilnya, video tersebut meraih 763.100 tayangan, sukses mengarahkan trafik ke merek.

Sumber gambar: TikTok
Inti dari strategi ini adalah pemahaman mendalam dan penerapan yang tepat terhadap budaya lokal. Merek perlu meneliti kebiasaan budaya, pola konsumsi, dan preferensi sosial pasar target, bekerja sama dengan KOL yang memahami budaya lokal, serta menyampaikan informasi merek dengan cara yang sesuai dengan persepsi pengguna setempat. Baik itu pemasaran hari raya maupun konten sehari-hari, adaptasi budaya adalah kunci utama untuk membuka pintu trafik.
Mesin Pertumbuhan UGC: Mendorong Kreativitas dan Partisipasi Pengguna
UGC (konten yang dibuat pengguna) adalah fitur inti dari platform TikTok, sekaligus mesin kuat untuk penyebaran merek secara viral.
Merek permen Chupa Chups memanfaatkan tantangan merek #Chupalloween, dengan aturan partisipasi yang sederhana dan stiker kreatif, berhasil membangkitkan antusiasme pengguna untuk berkreasi. Pengguna hanya perlu berdandan menjadi karakter hantu dengan inspirasi stiker Chupa Chups untuk ikut tantangan. Kegiatan ini menghasilkan 373.800 video kreatif baru, dengan jumlah tayangan topik mencapai 295 juta kali, 98.000 kreator aktif berpartisipasi, dan tingkat interaksi mencapai 12,6%.

Sumber gambar: TikTok
Keberhasilan UGC dalam menciptakan efek viral berasal dari pemahaman merek terhadap psikologi pengguna. Cara partisipasi yang mudah menurunkan hambatan berkreasi, tema dan alat yang menarik membangkitkan keinginan pengguna untuk tampil, dan sifat sosial platform menyediakan lahan subur untuk penyebaran konten. Melalui tantangan dan bentuk lainnya, merek mengubah pengguna dari konsumen konten menjadi penyebar, menciptakan efek viral yang meningkatkan eksposur merek secara eksponensial.
Aturan Penanaman Nilai: Membangun Kepercayaan dan Identitas Mendalam
Di babak kedua persaingan trafik, penyampaian nilai merek menjadi kunci untuk membangun kepercayaan jangka panjang pengguna.
Keberhasilan merek kecantikan SACHEU Beauty terletak pada penanaman nilai yang memenangkan pengakuan mendalam dari pengguna. Pendiri merek, Sarah Cheung, membagikan pengalaman masa kecilnya dan visi pemberdayaan perempuan, sehingga pengguna merasakan kehangatan di balik merek. Komitmen merek untuk menyumbangkan 1% dari penjualan kepada organisasi sosial semakin memperkuat rasa tanggung jawab sosial merek. Pada Hari Perempuan, langkah ini langsung membantu merek mencapai peningkatan penjualan bulanan sebesar US$1,15 juta.

Sumber gambar: SACHEU Beauty
Penanaman nilai bukan sekadar slogan, melainkan integrasi konsep merek ke dalam produk, pemasaran, dan perilaku perusahaan. Dengan memperhatikan isu sosial dan menjalankan komitmen sosial, merek dapat membangun koneksi emosional yang melampaui transaksi produk, sehingga pengguna yang mengidentifikasi nilai merek menjadi pendukung setia merek.
Penutup
Kesimpulannya, logika menembus batas merek di TikTok dapat dirangkum dalam tiga tahap: pengelolaan trafik, pemasaran kreatif, dan resonansi nilai. Ketiga aspek ini saling melengkapi dan bersama-sama membentuk kunci sukses ekspansi merek ke luar negeri. Dalam proses ini, merek perlu terus mengeksplorasi dan berinovasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan pasar dan kebutuhan pengguna.
Seiring dengan perkembangan pesat platform baru seperti TikTok, ekspansi merek ke luar negeri akan menghadirkan lebih banyak peluang dan tantangan. Hanya merek yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan terus berinovasi yang dapat mewujudkan perkembangan global merek.


