Di platform seperti TikTok, di mana konten berputar dengan sangat cepat dan pengguna sangat aktif, merek ingin menarik perhatian pengguna tidak hanya mengandalkan konten, tetapi juga "trik", yaitu memilih jenis iklan yang tepat.
Sistem periklanan TikTok mencakup setiap tahap dari penanaman brand hingga konversi, dengan berbagai bentuk iklan yang memiliki fokus berbeda, mampu memenuhi kebutuhan beragam mulai dari eksposur produk baru hingga penjualan melalui siaran langsung.
Berikut ini, TuKe akan membedah satu per satu logika penggunaan, skenario yang cocok, dan saran penayangan dari 6 jenis iklan utama TikTok, membantu Anda menentukan apa dan bagaimana cara beriklan di setiap tahap, sehingga anggaran iklan benar-benar digunakan secara efektif.
Sumber gambar: Internet
1. Iklan In-Feed (In-Feed Ads)
·Definisi: Iklan In-Feed adalah iklan video pendek asli yang muncul di antara konten biasa saat pengguna menggulir video, mendukung penambahan tautan, tombol unduh, dll.
·Cocok untuk merek: Cocok untuk merek yang ingin mendapatkan eksposur alami dan mendorong pengguna untuk mengklik dan melakukan konversi, terutama e-commerce, unduhan aplikasi, dan merek yang ingin mengarahkan trafik ke acara.
·Cara interaksi: Pengguna dapat menyukai, mengomentari, dan membagikan seperti video biasa, serta mengklik tautan untuk melakukan konversi (misalnya menuju halaman landing, halaman produk, dll).
·Saran penggunaan: Video harus sesuai dengan preferensi pengguna TikTok, sebaiknya meniru gaya UGC; 3 detik pertama harus menarik perhatian, jika tidak mudah dilewati; menekankan CTA (seperti "Lihat sekarang", "Klik di sini untuk mendapatkan") dapat meningkatkan rasio klik.
Sumber gambar: Iklan In-Feed dari merek skincare dan kecantikan LOOKFANTASTIC
2. Iklan TopView (TopView)
·Definisi: TopView adalah slot iklan video pertama yang muncul setelah membuka TikTok, pengguna pertama kali melihat iklan ini saat membuka aplikasi. Mendukung video berdurasi 5~60 detik, immersive tanpa gangguan, merupakan salah satu format iklan dengan eksposur tertinggi di platform.
·Cocok untuk merek: Cocok untuk kampanye besar, peluncuran produk baru, promosi momen hari raya, dengan tujuan memperluas suara merek secara cepat dan menciptakan kesan pertama yang kuat pada pengguna.
·Cara interaksi: Pengguna dapat menyukai, mengomentari, membagikan, atau mengklik untuk menuju halaman utama merek, halaman landing, atau halaman tantangan hashtag, untuk interaksi atau konversi lebih lanjut.
·Saran penggunaan: Harus memiliki daya tarik visual dan memori merek, 3 detik pertama sangat penting; biasanya dikombinasikan dengan Branded Hashtag Challenge, In-Feed Ads, dll untuk membentuk efek "ledakan + penyebaran".
Sumber gambar: Iklan TopView dari merek mobil GAC Trumpchi
3. Iklan Spark Ads (Spark Ads)
·Definisi: Spark Ads adalah format eksklusif TikTok, memungkinkan konten video yang sudah ada (termasuk yang diposting oleh merek atau UGC pengguna) "diberi otorisasi dan diperbesar" sebagai iklan, tetap mempertahankan nama akun asli dan data interaksi.
·Cocok untuk merek: Cocok untuk merek yang sudah memiliki akumulasi UGC (konten buatan pengguna), atau ingin meningkatkan kredibilitas dan tingkat interaksi melalui konten kolaborasi.
·Cara interaksi: Tetap mempertahankan data like, komentar, dan share dari video asli, juga dapat meningkatkan jumlah follower akun merek; dapat dialihkan ke halaman produk atau acara.
·Saran penggunaan: Dapat digunakan untuk "memperbesar ulang" konten kolaborasi dengan influencer; sangat disarankan memilih video asli dengan tingkat interaksi tinggi dan konten yang natural; membantu mengumpulkan follower dan meningkatkan bobot akun merek.

Sumber gambar: Iklan Spark Ads dari merek biskuit Ooh&Aah
4. Iklan Belanja Video (Video Shopping Ads)
·Definisi: Menggabungkan iklan belanja video TikTok Shop, termasuk Video Shopping Ads (video + kartu produk untuk pembelian langsung), Catalog Listing Ads (menampilkan halaman koleksi produk), Live Shopping Ads (mempromosikan konten live selling).
·Cocok untuk merek: Merek atau influencer yang sudah membuka TikTok Shop dan memiliki kemampuan live/short video selling.
·Cara interaksi: Pengguna dapat menonton sambil berbelanja, mewujudkan siklus seamless dari penanaman hingga pembelian.
·Saran penggunaan: Tekankan "skenario + penanaman + promosi" secara terpadu; dapat menayangkan video viral lama untuk memanfaatkan potensi konversi; cocok untuk promosi hari raya berfrekuensi tinggi dan ledakan penjualan di momen e-commerce.
Sumber gambar: Iklan VSA dari perusahaan pakaian BloomChic
5. Iklan Efek Bermerek (Branded Effects)
·Definisi: Merek dapat membuat stiker, filter, efek AR, dan alat kreatif lainnya secara kustom, mengarahkan pengguna untuk "bermain" dengan konten secara interaktif, sehingga secara alami menampilkan visual merek.
·Cocok untuk merek: Merek yang menekankan kesan brand dan ekspresi visual produk, sangat cocok untuk merek kecantikan, minuman, FMCG yang berorientasi anak muda.
·Cara interaksi: Pengguna dapat menggunakan efek bermerek dalam video mereka sendiri, tingkat penyebaran ulang tinggi, cocok untuk memicu tren konten.
·Saran penggunaan: Efek lebih baik jika dikombinasikan dengan tantangan atau tema hari raya; perlu persiapan desain dan pengembangan sebelumnya; dapat dipromosikan oleh influencer untuk meningkatkan penggunaan.

Sumber gambar: Iklan stiker AR dari merek ponsel Xiaomi
6. Tantangan Hashtag Bermerek (Branded Hashtag Challenge)
·Definisi: Merek meluncurkan tantangan kreatif tertentu (dengan hashtag khusus), mengundang pengguna untuk membuat video seputar topik tersebut, sehingga membentuk penyebaran UGC secara massal.
·Cocok untuk merek: Merek yang bertujuan untuk eksposur besar-besaran, interaksi brand, dan co-creation konten pengguna, sangat cocok untuk peluncuran produk baru dan momen hari raya penting.
·Cara interaksi: Pengguna dapat mengunggah konten buatan sendiri untuk ikut tantangan, like, komentar, dan penyebaran ulang, sangat mendorong produksi konten oleh pengguna.
·Saran penggunaan: Tema tantangan harus mudah diikuti dan sesuai dengan budaya platform; biasanya dikombinasikan dengan Branded Effect + musik populer; cocok dikombinasikan dengan TopView atau Feed Ads untuk ledakan suara.

Sumber gambar: Iklan tantangan brand dari Royal Bank of Canada (RBC)
Secara keseluruhan, iklan TikTok sudah bukan lagi alat eksposur tunggal, melainkan "markas pemasaran full-chain" yang mencakup setiap tahap dari pengenalan merek, penanaman, konversi, hingga pembelian ulang.
Berbagai jenis iklan memiliki logika trafik dan cara menjangkau mindset pengguna yang sangat berbeda, saat beriklan merek harus memilih "senjata" yang tepat dan memahami tahap serta tujuan mereka sendiri.
Jika Anda berencana untuk berinvestasi di TikTok, sebaiknya mulai dari sudut pandang pengguna, tentukan "apa yang ingin mereka lihat, bagaimana mereka melihatnya, dan apa yang mereka lakukan setelah melihat", lalu cocokkan jenis iklan dan strategi kreatif. Dengan begitu, anggaran benar-benar digunakan secara efektif, dan ROI lebih terkontrol serta berkelanjutan.


