Sebelumnya, Tuke telah memperkenalkan pasar Eropa, pasar Vietnam, dan lain-lain. Hari ini, kami akan memperkenalkan pasar Thailand yang ingin dipelajari banyak orang! Perhatikan para pedagang TikTok yang berniat go global ke Thailand!

TikTok Thailand

Rata-rata durasi penggunaan internet 8 jam 6 menit

Terpengaruh oleh globalisasi, jumlah konten yang dikonsumsi audiens Thailand meningkat pesat, melebihi periode sebelumnya, dengan tingkat penetrasi digital yang tinggi. Pada tahun 2023, pengguna internet mencapai 61,2 juta, meskipun jauh berbeda dibandingkan dengan China, namun mencapai 85% dari total populasi! Di antaranya, jumlah pengguna aktif media sosial adalah 52,25 juta, dengan rata-rata durasi penggunaan internet harian 8 jam 6 menit, melebihi rata-rata global 6 jam 41 menit. Hal ini memberikan kemudahan besar bagi pedagang TikTok untuk mengembangkan pembeli online.

Menonton video online menjadi hiburan favorit

Menurut Tuke, pengguna Thailand sangat menyukai menonton video online, dengan 94,3% pengguna gemar menonton video online, diikuti oleh mendengarkan atau menonton podcast (58,0%), mendengarkan radio online (52,1%), menggunakan layanan streaming musik (36,7%), dan menonton vlog (19,4%).

Di antara platform media sosial yang paling sering digunakan, proporsi pengguna berusia 16-64 tahun yang menggunakan platform video pendek TikTok mencapai 79,6%. Secara spesifik, 75% konsumen Thailand menggunakan media sosial untuk mengetahui merek, hal ini sangat penting bagi pedagang TikTok yang ingin go global ke Thailand.

TikTok

Ketergantungan ekstrem pada media sosial

Generasi digital native di pasar Thailand sangat bergantung pada media sosial dalam berbelanja! 97% mengumpulkan informasi produk di media sosial sebelum membeli produk; 52% merujuk pada rekomendasi influencer. Jelas, konsumen Thailand mencari pengalaman belanja yang lebih autentik, sekaligus mengeksplorasi jalur dengan partisipasi sosial yang lebih tinggi. Berdasarkan hal ini, perusahaan yang go global dapat menjadikan TikTok sebagai basis pemasaran inti, membuat rencana promosi yang ditargetkan, terutama untuk Generasi Z dan Generasi Y, untuk mendapatkan hasil pemasaran yang lebih ideal.

Ekonomi "dia" yang tidak boleh diabaikan

Perempuan Thailand umumnya berpendidikan tinggi dan memiliki kemandirian yang kuat, sehingga mereka lebih proaktif dan aktif dalam konsumsi, serta memiliki kebutuhan yang lebih mendesak terhadap produk perempuan.

Menurut Tuke, 81% perempuan Thailand berharap merek secara aktif mempromosikan solusi produk yang memenuhi kebutuhan perempuan, dan 75% perempuan Thailand berharap merek dapat menyesuaikan kategori produk baru untuk perempuan. Ekonomi "dia" tidak boleh diabaikan! Merek TikTok yang go global harus fokus pada hal ini!

Kesadaran lingkungan yang "mengejutkan"

Tidak terduga, di seluruh kawasan Asia-Pasifik, konsumen Thailand memiliki kesadaran lingkungan yang paling kuat! Hal ini membuat mereka sangat memperhatikan "tingkat ramah lingkungan" dari produk merek. Di antaranya, 83% konsumen Thailand secara aktif memilih merek dengan konsep lingkungan yang lebih menonjol; 80% konsumen Thailand sangat memperhatikan gaya hidup sehat, dan 60% konsumen secara aktif memilih makanan diet dan nutrisi. Berdasarkan hal ini, merek yang go global dapat mengintegrasikan konsep lingkungan ke dalam produk, atau mengintegrasikan "konsep nutrisi" ke dalam makanan yang dijual, diyakini dapat memperoleh penjualan yang lebih baik.

Di berbagai daerah dan negara, preferensi konsumen berbeda, dan waktu penggunaan media sosial seperti TikTok juga berbeda. Saat mempelajari, Anda harus serius melakukan riset, karena mengetahui diri sendiri dan lawan adalah kunci kemenangan!

Sumber informasi: TikTok for Business