Baru-baru ini, media melaporkan bahwa TikTok Shop kembali memperluas peta globalnya, dan akan resmi diluncurkan di pasar Spanyol pada 1 Juli.
Saat itu, TikTok Shop akan menyediakan model operasi lokal + terkelola penuh bagi penjual setempat, dan mengintegrasikan bisnis e-commerce sepenuhnya ke dalam basis pengguna Spanyol yang besar, memberikan pengalaman belanja baru bagi pengguna dan penjual lokal.
Perlu dicatat, rencana ekspansi TikTok Shop di Eropa sudah terlihat sejak awal.
Pada Februari tahun ini, ada kabar bahwa TikTok Shop akan diluncurkan di delapan negara sekaligus, termasuk Spanyol, Italia, Prancis, Jerman, Australia, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan. Setelah itu, perusahaan melakukan uji coba semi-tertutup e-commerce di negara-negara tersebut sebagai persiapan peluncuran penuh.
Serangkaian langkah TikTok ini menunjukkan bahwa tata letak e-commerce globalnya semakin sempurna, dan peluncuran di Spanyol hanyalah salah satu langkahnya.
TikTok Shop akan segera hadir di Spanyol Sumber: lavanguardia
Potensi Pasar E-commerce Spanyol Sangat Besar, Menjadi Samudra Biru Baru bagi E-commerce Lintas Batas
Pasar e-commerce Spanyol memiliki potensi besar, menarik perhatian banyak pemain e-commerce lintas batas. Menurut data Statista, pada tahun 2024, ukuran pasar e-commerce Spanyol diperkirakan mencapai 35,5 miliar dolar AS, dan akan terus berkembang dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 9,72% dalam lima tahun ke depan.
Pada tahun 2029, ukuran pasar diperkirakan mencapai 56,46 miliar dolar AS, dengan jumlah pengguna e-commerce mencapai 26,8 juta, dan tingkat penetrasi pengguna akan meningkat dari 43% pada tahun 2024 menjadi 58%.
Laporan E-commerce Spanyol 2023 yang dirilis oleh lembaga riset Cetelem Observatory menunjukkan bahwa belanja online secara bertahap telah meresap ke dalam kehidupan sehari-hari konsumen Spanyol, menjadi saluran belanja utama.
Laporan tersebut mencatat bahwa dalam setahun terakhir, 24% konsumen Spanyol berbelanja online setiap bulan, 22% setidaknya sekali setiap setengah bulan, dan 36% berbelanja online setiap minggu.
Pasar e-commerce Spanyol akan terus tumbuh Sumber: Statista
Media sosial juga memiliki dampak signifikan dalam mendorong semangat belanja online konsumen Spanyol. Menurut penelitian Cetelem Observatory, lebih dari empat dari sepuluh (42%) konsumen Spanyol mencari informasi produk di media sosial sebelum memesan di situs e-commerce, proporsi ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2022.
Selain itu, akibat inflasi, permintaan konsumen Spanyol terhadap produk diskon dan barang bekas meningkat secara signifikan, mendorong perkembangan pesat pasar e-commerce barang bekas.
Secara keseluruhan, pasar e-commerce Spanyol menawarkan banyak peluang, platform e-commerce lintas batas dan penjual dapat menemukan momentum pertumbuhan baru di sini.
Makna Strategis dan Prospek Masa Depan TikTok Shop
Bagi TikTok, keberhasilan membuka pasar Spanyol tidak hanya berarti perluasan lebih lanjut bisnis e-commerce, tetapi juga menandai langkah penting dalam strategi globalnya.
Menghadapi ketidakpastian di pasar AS, TikTok perlu membuka pasar baru untuk menyebarkan risiko, dan pasar Eropa tidak diragukan lagi merupakan pilihan yang ideal.
Peluncuran TikTok Shop di Spanyol mungkin akan berdampak besar pada ekosistem e-commerce lokal.
Pertama, pengaruh media sosial yang kuat dari TikTok akan memberikan dukungan lalu lintas yang besar bagi bisnis e-commerce, hal ini telah terbukti di pasar lain.
Kedua, model kombinasi konten dan e-commerce yang unik dari TikTok akan memberikan pengalaman belanja baru bagi konsumen Spanyol, mendorong perkembangan pasar e-commerce lokal.
Ke depannya, seiring dengan semakin dalamnya TikTok Shop di pasar Spanyol, pengalaman suksesnya mungkin akan direplikasi ke negara-negara Eropa lainnya, bahkan lebih banyak pasar global.
Bagi penjual e-commerce lintas batas, memanfaatkan peluang ini untuk memasuki pasar Spanyol mungkin akan membawa momentum pertumbuhan baru.



