Live streaming penjualan sedang menjadi tren panas di seluruh dunia, dengan potensi menghasilkan puluhan ribu dolar AS hanya dalam beberapa jam, menarik banyak pengusaha dan selebriti untuk ikut serta.
Di tengah gelombang ini,merek lilin dan perawatan kulit Emporal Cotanpa diragukan lagi adalah salah satu contoh yang paling sukses. Merek yang didirikan oleh dua saudari asal Singapura, Grace dan Lena, memanfaatkan angin segar TikTok di Asia Tenggara dan Singapura, berhasil bangkit dengan cepat dalam waktu singkat dan menjadi pemimpin di industri ini.
Menurut data dari Echotik, akun resmi Emporal Co di TikTok saat ini memilikilebih dari 100.000 pengikut, dengan jumlah like video mencapai lebih dari 4,3 juta.
Strategi live streaming penjualan mereka juga sangat sukses,dalam waktu hanya lebih dari satu tahun, penjualan telah menembus 22.000 unit, dengan total GMV mencapai 564.000 dolar Singapura (setara dengan lebih dari 3 juta yuan Tiongkok).
Dari memulai bisnis dari nol hingga mencapai hasil seperti sekarang dalam waktu lebih dari satu tahun, Emporal Co bisa dikatakan telah memberikan contoh sempurna tentang bagaimana merek ciptaan sendiri dapat bangkit dengan cepat berkat kombinasi faktor lingkungan dan lainnya.
Tentu saja, tidak bisa dipungkiri bahwa bantuan dari platform media sosial TikTok sangat besar, yang pada tahap awal membantu merek ini mengumpulkan banyak penggemar dan pengguna setia.
Tetapi faktor lingkungan pasar Singapura yang sangat mendukung live streaming penjualan juga tidak boleh diabaikan.
Singapura adalah salah satu negara terkaya di dunia, dengan tingkat penetrasi internet yang tinggi dan daya beli yang kuat, sehingga menjadi tempat yang sangat cocok untuk perkembangan live streaming penjualan.
Menurut data terkait,pada tahun 2023, GMV social commerce Singapura diperkirakan akan mencapai 1,2 miliar dolar AS, dan pada tahun 2029 angka ini akan melonjak menjadi 8,47 miliar dolar AS.Tren pertumbuhan ini memberikan peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi merek-merek yang ingin berkembang di pasar internasional.
Pada bulan Maret tahun ini, TikTok juga secara resmi meluncurkan TikTok Shop Mall di Singapura, memperluas pengaruh TikTok Shop di pasar Singapura.
Jadi secara keseluruhan, tidak heran jika merek ciptaan sendiri seperti Emporal Co bisa sukses melalui live streaming penjualan.
Tentu saja, kemampuan dua saudari ini memimpin Emporal Co untuk unggul dari merek lain dan meraih kesuksesan lebih dulu juga berkat keunggulan mereka sendiri.
Grace dan Lena dalam live streaming penjualantidak hanya menampilkan produk, tetapi juga sangat menekankan membangun hubungan yang mendalam dengan penonton. Setiap kali live streaming, kedua saudari ini turun langsung, menjelaskan secara detail keunggulan dan pengalaman penggunaan produk, berinteraksi secara real-time dengan penonton, dan menjawab pertanyaan mereka. Cara interaksi yang personal dan membumi ini membuat jumlah penggemar mereka tumbuh pesat dan sangat meningkatkan loyalitas pengguna terhadap merek.
Selain itu, Emporal Cosangat ketat dalam pengendalian kualitas produksehingga mereka mendapatkan reputasi yang baik. Sebelum meluncurkan produk baru, kedua saudari ini akan mencoba sendiri selama beberapa bulan, memastikan kualitas produk benar-benar terjamin sebelum dijual. Keteguhan mereka terhadap kualitas membuat Emporal Co semakin layak dipercaya.
Seiring dengan pertumbuhan merek, Emporal Co. tidak hanya puas dengan pencapaian saat ini. Mereka sedang menjajaki ekspansi ke lebih banyak kategori produk, serta strategi operasional pasar yang lebih detail, berusaha untuk memperluas pangsa pasar dalam beberapa tahun ke depan dan menjadi merek acuan dalam bidang live streaming penjualan di Singapura bahkan Asia Tenggara.
Sama seperti Emporal Co,merek ciptaan sendiri asal Singapura yang juga sukses menjual produk melalui live streaming TikTok adalah Benew. Didirikan oleh Aqilah Adnan yang berusia 26 tahun, Benew terutama menjual scrub tubuh, scrub bibir, dan lotion pelembab beraroma.
Aqilah Adnan dalam live streaming akan menjelaskan secara detail keunggulan berbagai scrub, dan sebisa mungkin mendeskripsikan aromanya, karena pengguna tidak bisa mencium bau produk melalui layar. Banyak pengguna mengatakan bahwa menonton Aqilah mengemas pesanan sangat menenangkan, bahkan mereka bisa melihat proses pengemasan pesanan mereka sendiri, sambil bersantai dan berbelanja.
Bukankah cara live streaming seperti ini juga merupakan metode untuk mendekatkan diri dengan pelanggan?
Dengan berkembangnya live streaming penjualan di pasar luar negeri, perusahaan dalam negeri kini memiliki peluang emas untuk go international. Kesuksesan Emporal Co dan Benew membuktikan bahwa melalui model live streaming penjualan, merek dapat dengan cepat menancapkan kaki di pasar internasional.
Bagi perusahaan dalam negeri, pasar konsumsi tinggi seperti Singapura adalah titik awal yang ideal. Dengan memanfaatkan platform seperti TikTok, perusahaan dapat langsung berinteraksi dengan konsumen global dan membuka ruang pertumbuhan baru.
Sekarang adalah waktu yang tepat bagi merek dalam negeri untuk go international melalui live streaming penjualan. Dengan meniru contoh sukses ini, lebih banyak merek Tiongkok diharapkan dapat tampil di pasar internasional dan mewujudkan strategi globalisasi.


