Di pasar konsumen global yang didominasi oleh Generasi Z, banyak merek yang go global sedang menerobos celah di pasar Eropa dan Amerika dengan strategi "baru, unik, dan menarik".

Sekarang, Tuke akan menganalisis melalui tiga studi kasus tipikal bagaimana merek-merek yang go global dapat menggerakkan pasar konsumen muda di luar negeri melalui produk inovatif, pemasaran yang berbeda, dan konten yang tepat sasaran.

Kode Konsumsi Generasi Z: Kebaruan, Partisipasi, dan Mata Uang Sosial

Generasi Z (lahir 1996-2010) adalah penduduk asli internet, dengan tiga karakteristik utama dalam perilaku konsumsi: mengejar pengalaman baru, ingin berpartisipasi dalam kreasi bersama, dan gemar berbagi di media sosial.

Menurut "Laporan Konsumsi Global Generasi Z 2024", 73% anak muda Eropa dan Amerika bersedia membayar untuk "mata uang sosial", yaitu produk yang dapat menonjolkan kepribadian dan memicu diskusi. Merek yang go global perlu memasukkan gen "baru, unik, dan menarik" ke dalam desain produk, skenario pemasaran, dan penyebaran konten untuk bisa menonjol.

Sumber gambar: Google

Rumus Viral TikTok: Tiga Jalur Praktis Strategi Baru, Unik, dan Menarik

1. Inovasi Produk: Mengubah Persepsi Tradisional dengan Teknologi Tak Terlihat

Studi Kasus: Pakaian Pelangsing FeelinGirl

Merek FeelinGirl di bawah perusahaan Xiamen Hexin Technology Co., Ltd. mendefinisikan ulang pasar pakaian pelangsing tradisional dengan memperkenalkan konsep pelangsingan tak terlihat. Pakaian pelangsing one-piece berbentuk thong merek ini menggunakan kain dengan 77% nilon dan 23% spandeks, memberikan pembentukan tubuh 360 derajat tanpa rasa terkekang, dan tersedia dalam 13 pilihan warna polos, memenuhi kebutuhan kuat konsumen Eropa dan Amerika akan pakaian dalam tak terlihat.

Selain itu, merek ini juga meluncurkan berbagai produk seperti sabuk pelangsing dan bodysuit tanpa lingkar dada, yang mencakup berbagai situasi seperti olahraga dan sehari-hari, semakin memperkuat persepsi konsumen tentang pakaian pelangsing sebagai item fashion.

Dari segi kinerja pasar, penjualan harian FeelinGirl di TikTok telah menembus 3.000 unit, dan pada saat yang sama, peringkat BSR (Best Sellers Rank) di Amazon masuk dalam tiga besar kategori ini.

Sumber gambar: Amazon

2. Terobosan Konten: Membangun Kepercayaan Melalui Dukungan Profesional

Studi Kasus: Toner The Ordinary

Merek perawatan kulit murah The Ordinary di bawah Estée Lauder Companies menonjol di bidang kecantikan TikTok melalui strategi pemasaran bahan.

Toner asam glikolat 7% merek ini tidak hanya memiliki dukungan otoritatif dari para ahli medis, seperti video uji coba oleh dokter kulit Yale, yang meningkatkan kredibilitas produk. Juga melalui penggunaan eksperimen perbandingan, seperti menampilkan kasus perbaikan jerawat di punggung pria, secara intuitif menunjukkan efek produk.

Selain itu, merek The Ordinary juga bekerja sama dengan lebih dari 4.100 KOL, melalui penyebaran matriks KOL, menanamkan konsep perawatan kulit dengan nilai tinggi dan harga terjangkau ke dalam benak konsumen. Penerapan strategi ini membawa efek pasar yang signifikan, dengan penjualan harian produk tertinggi melebihi 12.000 unit, dan total penjualan merek menembus 2,1 juta unit.

Sumber gambar: EchoTik

3. Cangkokan Budaya: Menggerakkan Penyebaran Sosial dengan Kontras yang Lucu

Studi Kasus: Becak Listrik Guowei

Merek becak listrik China Guowei berhasil memasuki pasar AS melalui strategi pemasaran yang inovatif.

Sebuah video pendek kreatif yang diunggah oleh blogger "Bobo di AS" menampilkan adegan seorang mertua pria Amerika mengendarai becak listrik Guowei. Dalam video tersebut, becak dilengkapi dengan tulisan China "倒车请注意" (Harap perhatikan saat mundur), menciptakan kontras budaya yang kuat, yang menarik perhatian dan diskusi luas dari netizen Amerika.

Cara promosi "kontras yang lucu" ini sangat menonjol dan efeknya juga sangat baik, membuat banyak orang Amerika yang membutuhkan segera memesan dan membeli. Saat ini, produk Guowei telah diekspor ke lebih dari 70 negara dan wilayah di seluruh dunia, terutama sangat diminati di pasar Eropa, Asia Tenggara, dan Afrika. Pendapatan tahunan perusahaan mencapai 50 juta hingga 100 juta dolar AS.

Sumber gambar: Red Star News

Penutup

Di pasar Generasi Z Eropa dan Amerika, merek yang go global mungkin tidak perlu selalu mengikuti arus, tetapi menggunakan "baru, unik, dan menarik" sebagai kail untuk menarik perhatian konsumen muda tersebut.

Ketika merek menjadi bagian dari kehidupan sosial anak muda, "viral" bukan lagi suatu kebetulan, melainkan kemampuan globalisasi yang berkelanjutan.