Dalam peta internet global, setiap langkah TikTok selalu menjadi sorotan. Meskipun perjalanan di luar negeri penuh duri, TikTok Shop menunjukkan semangat ofensif yang tak kenal takut. Baru-baru ini, sebuah berita besar mengguncang industri—TikTok memutuskan untuk memfokuskan investasi besar-besaran di pasar Inggris, dengan serangkaian rencana investasi ambisius yang terungkap, menandakan ambisi besarnya untuk mendalami Eropa.

Sumber gambar: Internet

01 Pasar Inggris: Titik Tumpu Strategis TikTok di Eropa

TikTok telah tumbuh menjadi raksasa di pasar Inggris. Dengan lebih dari 30 juta pengguna aktif bulanan, mencakup hampir setengah populasi Inggris, platform ini menjadi "komunitas pengguna terbesar di Eropa".

Di balik ekspansi TikTok di pasar Inggris, terdapat pertumbuhan pesat ekosistem bisnisnya—platform ini telah mengumpulkan lebih dari 1,5 juta usaha kecil dan menengah lokal, menyuntikkan nilai £1,6 miliar ke ekonomi Inggris setiap tahun, dan menciptakan 32.000 lapangan kerja.

Sementara itu, TikTok Shop, dengan pertumbuhan pesatnya, telah menjadi platform ritel online teratas di Inggris. Untuk lebih mengaktifkan potensi e-commerce, platform ini meluncurkan program dukungan "Million Pound Club" pada tahun 2025, dengan kebijakan seperti komisi nol persen hingga 90 hari dan dukungan pengiriman gratis, secara signifikan menurunkan hambatan operasional bagi pedagang baru dan mempercepat kemakmuran ekosistem.

Sumber gambar: Oxford Economics

02 Ke Mana Investasi £1,3 Miliar Dialirkan?

Inti dari investasi ini adalah pembangunan kantor pusat baru TikTok di kawasan keuangan Barbican, London. Ruang kantor seluas 135.000 kaki persegi ini jauh lebih besar dari kantor pusat Farringdon yang diresmikan pada tahun 2022 (88.500 kaki persegi), dan dijadwalkan mulai beroperasi pada awal tahun 2026.

Kantor pusat baru ini akan menampung lebih dari 500 karyawan baru yang direkrut tahun ini, sehingga total karyawan TikTok di Inggris mencapai 3.000 orang.

Direktur Inggris, Adam Presser, menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk "secara langsung mendorong ekonomi lokal melalui inovasi dan lapangan kerja".

Selain itu, pembangunan sistem keamanan dan kepatuhan juga menjadi fokus investasi. Untuk merespons persyaratan kepatuhan Uni Eropa yang semakin ketat, TikTok secara sistematis meningkatkan mekanisme perlindungan privasi remaja—melalui penguatan fitur seperti "Kontrol Orang Tua" dan "Kebijakan Senyap Default Konten", untuk membatasi risiko paparan informasi dan waktu penggunaan bagi pengguna di bawah umur.

Sumber gambar: The Peninsulaqatar

03 Pergeseran Strategis: Dari Kebuntuan AS ke Terobosan Eropa

Penambahan investasi TikTok di Inggris ini merupakan pergeseran strategis untuk merespons risiko kebijakan di pasar AS.

Meskipun AS memiliki 137,9 juta pengguna TikTok, menjadikannya pasar terbesar kedua di dunia, undang-undang "jual atau larang" yang ditandatangani oleh mantan presiden AS serta kebijakan tarif yang terus diperketat oleh pemerintahan Trump memaksa TikTok untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar.

Sumber gambar: CNN Business

Pasar Eropa menjadi titik terobosan utama. TikTok Shop membuka tiga lokasi di Jerman, Prancis, dan Italia pada bulan Maret tahun ini, dan kemudian melonggarkan batasan pendaftaran perusahaan—memungkinkan pedagang dari Tiongkok Daratan dan Hong Kong untuk mendaftar di wilayah Uni Eropa dan Inggris, mewujudkan "satu toko untuk lima negara".

Pada awal Mei, TikTok mengumumkan pembangunan pusat data baru di Finlandia, sebagai bagian penting dari rencana keamanan data "Proyek Semanggi" senilai €12 miliar.

Informasi terbaru menunjukkan bahwa TikTok sedang mempersiapkan lokasi di Polandia, yang diperkirakan akan diluncurkan paling lambat pada paruh pertama tahun 2026, menjadikannya lokasi operasi ketujuh di Eropa.

Sumber gambar: xyz

04 Samudra Biru Miliaran Dolar: Menjelang Ledakan Social Commerce Eropa

Percepatan ekspansi TikTok di Eropa bukanlah kebetulan. Menurut data MikMak, pasar social commerce Eropa pada tahun 2023 telah mencapai $26,7 miliar, dan diperkirakan akan melonjak menjadi $48,3 miliar pada tahun 2028, tumbuh lebih dari 80% dalam lima tahun.

Sumber gambar: Internet

Sejumlah pelopor telah menuai hasilnya: merek lokal Inggris Made By Mitchell, melalui kolaborasi live streaming dan kreator, mencatatkan omzet harian lebih dari $1 juta; merek pakaian wanita Tiongkok Nowrain mencapai lonjakan penjualan bulanan sebesar 3665%.

Ekspektasi pasar social commerce Eropa yang akan tumbuh dari $26,7 miliar menjadi $48,3 miliar dalam lima tahun memberi TikTok jalan keluar dari kebuntuan di AS.

Sumber gambar: MikMak

Dengan pendalaman operasi lokal dan peluncuran lokasi baru yang berkelanjutan, pasar Eropa tidak hanya menjadi pelabuhan aman bagi TikTok dalam menghadapi risiko, tetapi juga akan memikul beban kurva pertumbuhan kedua globalnya.

Ekspedisi e-commerce yang melintasi Selat Inggris ini baru saja dimulai.

Bagi ByteDance, ketika pintu pasar AS perlahan tertutup, investasi £1,3 miliar di Inggris membuka jalur baru menuju benua Eropa.