Meskipun tahun lalu larangan TikTok di Indonesia menjadi perbincangan hangat dan membuat banyak pedagang TikTok Indonesia kewalahan.
Namun untungnya, pada 12 Desember berikutnya, bisnis TikTok Shop di Indonesia sudah pulih.
Kemudian beredar kabar bahwa untuk masuk kembali ke pasar Indonesia, TikTok mengeluarkan dana besar sebesar 840 juta dolar AS untuk bergabung dengan Tokopedia, dan melanjutkan ekspansi pasar e-commerce Indonesia dengan identitas PT Tokopedia, membuat banyak pedagang merasa lega.
Namun, saat dunia mengira badai ini telah berakhir, baru-baru ini Menteri Koperasi dan UKM Indonesia, Teten Masduki, menyatakan secara terbuka bahwaTikTok Shop di Indonesia masih dalam status melanggar aturan.
Poin kontroversinya tetap pada masalah bagaimana media sosial dan e-commerce dapat "hidup berdampingan".
Saat ini, Masduki belum mengungkapkan strategi penanganan selanjutnya dan perkiraan waktu, hanya mengatakan sedang berdiskusi dengan pihak terkait.
Begitu kabar ini keluar, entah apakah pihak TikTok akan menyesali keputusan mengeluarkan dana besar untuk bergabung dengan Tokopedia, tapi saya pikir, kemungkinan besar tidak.
Populasi Indonesia sangat besar, merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan pengguna internetnya juga yang terbanyak. Menurut data dari Statista, jumlah pengguna TikTok di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 92 juta, atau 33,8% dari total populasi Indonesia.Diperkirakan pada tahun 2025, jumlah pengguna TikTok di Indonesia akan mencapai 120 juta.
Jumlah pengguna yang sangat besar dan pertumbuhan yang cepat ini mewakili potensi pasar yang sangat besar. Selain itu, seiring perkembangan e-commerce dan media sosial, iklan media sosial dan iklan video telah menjadi jenis iklan dengan pertumbuhan tercepat.
Jadi, apa pun biayanya, selama hasil akhirnya lebih menguntungkan daripada merugikan, TikTok tidak akan melepaskan kue besar ini.
Kembali ke pasar Indonesia, menurut data resmi TikTok, usia rata-rata pengguna TikTok di Indonesia adalah 24 tahun, dengan 60% pengguna berusia di bawah 30 tahun.
Ini membuktikan bahwa pengguna TikTok di Indonesia memiliki daya beli dan aktivitas yang tinggi, serta tingkat penerimaan yang tinggi terhadap hal-hal baru dan budaya tren, yang merupakan kelompok pelanggan yang cocok untuk diperoleh oleh pedagang lintas batas. Jadi bagi pedagang lintas batas,Indonesia bisa dikatakan sebagai pasar lintas batas yang paling ideal di seluruh Asia Tenggara.
Di Indonesia, konsumen dapat dibagi menjadi tiga kategori: "Gen Z" yang merupakan penduduk asli digital potensial; "Milenial" yang merupakan pembeli e-commerce matang dengan kebutuhan beragam; dan "Gen X+" yang konservatif dan mengutamakan stabilitas dan kesehatan.
Meskipun ketiganya memiliki konsep yang berbeda tentang konsumsi e-commerce, menurut penelitian, ketiga jenis konsumen ini sama-samasensitif terhadap harga, dan memiliki tingkat pengakuan serta loyalitas yang tinggi terhadap produk dan merek lokal. Jadi bagi merek lintas batas,lokalisasi merek luar negeriadalah kuncinya.



Dalam industri secara keseluruhan di Indonesia, saat ini ada beberapa industri yang menjadi tren populer lintas batas, dan dengan bantuan pemasaran media sosial, lebih mudah untuk mencapai hasil pemasaran yang baik.
Game
Data menunjukkan bahwa 83% orang Indonesia adalah pemain game yang setia dan teguh, kecintaan terhadap game melintasi usia, jenis kelamin, dan wilayah. Dan 23% orang Indonesia telah melakukan pembayaran untuk game seluler dalam sebulan terakhir.
Menurut perkiraan NiKo, pada tahun 2027, ukuran pasar game Indonesia akan menembus 1,5 miliar dolar AS, dan tingkat pertumbuhannya akan melampaui negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, serta pasar matang seperti Jepang dan Korea.
Jadi, game lintas batas bisa dibilang sebagai tren panas di pasar Indonesia saat ini, namun ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu lokalisasi bahasa.
E-commerce
Kebutuhan e-commerce tidak perlu diragukan lagi, TikTok gencar mengembangkan pasar Indonesia karena melihat potensi perkembangan pasar e-commerce-nya.
Dan berdasarkan statistik, fesyen, kecantikan, dan makanan adalah kategori dengan penjualan online terbanyak pada tahun 2023, yang juga menunjukkan tren utama pasar Indonesia. Namun seiring perkembangan pasar social commerce, pangsa sektor lain juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan.
Kecantikan
Indonesia adalah salah satu pasar kosmetik dan perawatan kulit terbesar di Asia, dan di Indonesia, produk perawatan pribadi adalah inti dari industri kecantikan.
Menurut survei TikTok, konsep kecantikan utama di Indonesia mulai berubah secara perlahan,perhatian terhadap keragaman dan kulit alami terus meningkat, dan pada saat yang sama,lebih menyukai kosmetik yang sesuai dengan gaya hidup Islami.
Hal ini perlu diperhatikan secara khusus oleh merek kecantikan yang masuk ke pasar Indonesia.
Elektronik 3C
Elektronik 3C selalu menjadi industri populer lintas batas, orang Indonesia sangat suka membelanjakan uang untuk teknologi baru dan produk elektronik, jadi di masa depan, daya tarik industrinya tidak akan banyak berubah.
Selain itu, momen hari raya juga menjadi fokus pemasaran TikTok di Indonesia. Terutama bulan Ramadan yang baru saja berlalu, ini adalah hari raya terpenting di Indonesia. Selama bulan Ramadan, penjualan di berbagai platform akan meningkat secara signifikan, menjadikannya momen pemasaran yang tidak boleh diabaikan oleh perusahaan yang masuk ke pasar Indonesia.
Diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan, pasar TikTok Indonesia akan terus tumbuh dengan cepat, memberikan ruang pengembangan yang lebih luas bagi pedagang lintas batas. Dan pedagang perlu secara aktif menyambut peluang, terus berinovasi dalam model pemasaran, untuk lebih memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia, dan mencapai kesuksesan bisnis yang lebih besar.



