Dengar kabar "The Knockout" tidak hanya populer di dalam negeri, tapi juga sukses di luar negeri!

Penonton Jepang terpesona dengan wajah karakter anime Gao Qilan, penonton Korea memuji keanggunan "Kakak Ipar", sementara di Asia Tenggara, Gao Qiqiang menjadi pusat perbincangan, dipuji karena kecerdasan dan keberaniannya. Sayangnya, pada akhirnya ia tetap tidak bisa lolos dari jeratan hukum.

Drama ini tidak hanya membuat penonton terpikat, tetapi juga secara tak terduga mempopulerkan sebuah merek jam tangan China yang rendah hati—OLEVS. Jam tangan OLEVS yang dikenakan para aktor dalam drama menjadi incaran banyak orang, dengan cepat menarik perhatian pasar Asia Tenggara.

Sebagai merek jam tangan yang memasuki pasar Asia Tenggara sejak 2018, OLEVS tentu tidak melewatkan popularitas yang dibawa oleh drama domestik ini. Melalui strategi pasar yang tepat dan pemasaran yang dilokalkan, OLEVS berhasil memperluas kesadaran merek dan pengaruh pasarnya di Asia Tenggara.

Lalu, bagaimana OLEVS beralih dari drama ke dunia nyata dan menjadi favorit baru di kalangan mode Asia Tenggara?

Tampilan jam tangan OLEVS Sumber: Situs independen OLEVS

01

Menangkap "Denyut Mode" Asia Tenggara

Seperti kata pepatah, "Besi harus ditempa agar kuat", untuk bertahan di pasar Asia Tenggara, hal pertama yang dilakukan OLEVS adalahmemahami kebutuhan sebenarnya konsumen lokal.

Pasar Asia Tenggara mengalami perkembangan ekonomi yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan generasi muda yang semakin kuat dalam daya beli produk mode dan personal. OLEVS dengan cerdik menangkap tren ini, dan dengan desain produk yang sesuai dengan estetika dan kebiasaan konsumsi lokal, dengan cepat meraih pangsa pasar.

Misalnya, di Vietnam, Malaysia, dan Thailand, jam tangan OLEVS yang diluncurkan tidak hanya bergaya dan terjangkau, tetapi juga sangat memperhatikan kepraktisan, dengan fitur tahan air dan tahan lama.

Begitu produk ini diluncurkan, mereka menarik banyak konsumen muda yang peduli mode dan praktis, dengan cepat menjadi "primadona" di pasar lokal.

Tampilan jam tangan OLEVS Sumber: Situs independen OLEVS

Namun, meskipun OLEVS telah lama berinvestasi di pasar Asia Tenggara, meningkatkan kesadaran merek dengan cepat dan mendapatkan pengakuan pasar yang luas bukanlah hal mudah. Ini adalah salah satu tantangan yang dihadapi OLEVS saat pertama kali memasuki pasar Asia Tenggara.

Dan popularitas "The Knockout" justru menjadi peluang bagi OLEVS.

Para aktor dalam drama mengenakan jam tangan OLEVS, "dukungan" tak terlihat ini lebih berdampak daripada iklan biasa. Penonton yang tenggelam dalam alur cerita juga tertarik pada merek OLEVS, sangat meningkatkan eksposur merek.

Selain itu, OLEVS tidak hanya berhenti pada kerja sama drama, mereka juga bekerja sama dengan bintang terkenal Asia Tenggara, Iko Uwais. Iko Uwais tidak hanya memiliki pengaruh luas di Asia Tenggara, tetapi popularitasnya di Hollywood juga menambah nilai citra internasional OLEVS.

Melalui kerja sama dengan bintang lokal, OLEVS tidak hanya meningkatkan kedekatan merek, tetapi juga secara efektif memperluas kesadaran merek di kalangan generasi muda.

Iklan kerja sama OLEVS dengan Iko Uwais Sumber: Situs independen OLEVS

02

Manfaatkan TikTok, Wujudkan Pemasaran Tepat Sasaran

Selain dukungan selebriti, media sosial juga menjadi bagian tak terpisahkan dari penyebaran merek saat ini. Terutama TikTok, platform media sosial yang hampir menjadi "standar" di kalangan anak muda Asia Tenggara.

OLEVS membangun beberapa akun matriks TikTok dan bekerja sama dengan influencer di Asia Tenggara untuk promosi produk. Jam tangan diperkenalkan ke mata konsumen dengan cara yang paling alami.

Di TikTok, OLEVS tidak hanya menampilkan desain dan fungsi produk, tetapi juga menarik banyak perhatian melalui video dukungan selebriti, tutorial penggunaan, dan bentuk lainnya.

Akun matriks di TikTok Sumber: TikTok

Sumber: TikTok

Strategi pemasaran konten ini sangat meningkatkan eksposur merek, dan membuat jam tangan OLEVS menjadi topik hangat di kalangan sosial anak muda Asia Tenggara.

Menurut data Echotik, total penjualan OLEVS di TikTok Shop Filipina saja telah mencapai 150.000 unit, dengan total penjualan dikonversi dari Peso Filipina menjadi hingga 1,33 juta dolar AS.

Melihat data ini, tidak bisa tidak menghela napas: Pemasaran yang baik, prospek merek pun cerah!

Sumber: Echotik

Selain itu,OLEVS sangat memahami bahwa "cepat" adalah tema utama di era internet.

Di tengah meningkatnya keinginan konsumen akan hal-hal baru, OLEVS terus mempercepat iterasi produk, dari meluncurkan satu produk baru per bulan menjadi setidaknya lima produk baru per bulan, untuk memenuhi keinginan konsumen akan kebaruan dan mode.

Kemampuan merespons permintaan pasar dengan cepat inilah yang memungkinkan OLEVS mempertahankan vitalitas dan kesegaran merek, selalu berada di garis depan mode.

Sementara itu,OLEVS sangat memperhatikan desain yang dilokalkan.Berdasarkan iklim dan karakteristik budaya Asia Tenggara, OLEVS mengintegrasikan fitur tahan air dan tahan lama ke dalam desain fungsional jam tangan, serta memasukkan elemen budaya lokal ke dalam desain tampilan, membuat produk lebih dekat dengan estetika konsumen Asia Tenggara. Strategi lokalisasi ini tidak hanya membuat jam tangan OLEVS lebih praktis secara fungsi, tetapi juga lebih dekat secara emosional dengan konsumen.

Sumber: Situs independen OLEVS

03

Jalan ke Luar Negeri, Masa Depan Cerah

Kesuksesan OLEVS di pasar Asia Tenggara bukan hanya hasil usaha merek itu sendiri, tetapi juga memberikan referensi berharga bagi merek China lainnya yang ingin go global.

Melalui posisi pasar yang tepat, strategi pemasaran yang efektif, dan iterasi produk yang cepat, OLEVS membuktikan bahwamerek China sepenuhnya bisa "menang" di pasar internasional, dan "menang dengan gemilang".

Di pasar Asia Tenggara yang penuh peluang ini, selama kita bisa memahami kebutuhan konsumen dengan tepat dan menggunakan berbagai alat pemasaran secara fleksibel, merek China sepenuhnya bisa membuka ruang sendiri di pasar luar negeri.

Kisah OLEVS mungkin hanya sebuah awal.