Pernahkah Anda mengalami hal ini?

Awalnya hanya sekadar scroll TikTok, tiba-tiba tanpa sadar Anda tergoda oleh suatu produk, lalu mencari informasi dan riset, akhirnya tidak bisa menahan diri untuk "memotong tangan" (berbelanja), dan kemudian memamerkan barang yang dibeli di media sosial. Jika pernah, selamat, Anda telah menyelesaikan satu siklus belanja Generasi Z di TikTok.

Sebagai "penduduk asli" internet, Generasi Z (lahir 1995-2010) tidak percaya pada iklan tradisional, tetapi mereka percaya pada kreator, ulasan, dan video pendek asli di TikTok. Jadi, jika merek ingin menarik anak muda ini, mengandalkan iklan besar-besaran saja tidak akan berhasil. Mereka harus belajar cara "menanam rumput" (menarik minat) dengan cara mereka. Bagaimana caranya? Simak di bawah ini!

Sumber: Internet

Langkah Pertama: Menanam Rumput (Menarik Minat) — Jangkauan Konten yang Tepat

Generasi Z tidak suka dipaksa melihat iklan. Mereka lebih suka menemukan merek atau produk baru melalui konten yang alami, menarik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari saat menonton video. Algoritma TikTok memainkan peran penting dalam tahap ini.

· Belajar Mengemas Merek

Iklan keras akan langsung dilewati. Konten harus sesuai dengan gaya TikTok yang santai dan menarik. Misalnya, gunakan alur cerita kreatif, skenario kehidupan sehari-hari yang lucu, atau video pendek dengan dampak visual yang kuat untuk menyisipkan merek secara alami.

· Manfaatkan Keuntungan Algoritma

Algoritma rekomendasi TikTok adalah alat yang ampuh untuk menanam minat. Merek perlu membuat video yang sesuai dengan minat target pengguna, menggabungkan BGM, tantangan, dan tagar yang sedang tren untuk meningkatkan kemungkinan video direkomendasikan.

· Manfaatkan Rekomendasi Alami dari Kreator

Bekerja sama dengan kreator (KOL) untuk merekomendasikan merek melalui video keseharian mereka. Cara penyajian yang santai dan tidak formal lebih efektif daripada promosi langsung.

· Contoh: Poppi dan Emily Mariko

Merek soda kesehatan Poppi bekerja sama dengan influencer Emily Mariko, membiarkannya menampilkan produk secara alami dalam video "restock kulkas". Video tersebut tidak mengandung promosi keras, melainkan menampilkan skenario kehidupan nyata, dan akhirnya meraih 24,1 juta penayangan. Merek berhasil melakukan "penanaman minat tanpa terasa" melalui cara ini.

Sumber: TikTok

Langkah Kedua: Riset — Hilangkan Keraguan dengan Konten Asli

Setelah tertarik, Generasi Z akan melakukan riset. Mereka akan terus menonton video serupa, memeriksa komentar, dan melihat ulasan untuk memastikan apakah produk layak dibeli. Pada tahap ini, merek harus secara proaktif menyediakan informasi yang asli dan kaya untuk mengurangi waktu ragu konsumen.

· Ciptakan Banyak UGC (Konten Buatan Pengguna)

Dorong pengguna biasa untuk membuat video terkait produk, meningkatkan jumlah dan kredibilitas umpan balik asli. Dapat memotivasi partisipasi pengguna melalui aktivitas atau hadiah (seperti kupon diskon).

· Akun Merek Aktif Membuat Ulasan dan Tutorial Produk

Publikasikan panduan penggunaan produk yang profesional namun tetap menarik, seperti video unboxing, perbandingan produk, tips penggunaan, dll. "Penanaman minat berbasis informasi" semacam ini paling mudah menarik Generasi Z yang suka riset.

· Arahkan Pengguna untuk Berpartisipasi dalam Diskusi, Berikan Interaksi Sosial

Jawab pertanyaan pengguna secara aktif di kolom komentar, ciptakan suasana yang aktif dan interaktif. Dekatkan hubungan merek dan pengguna melalui percakapan nyata.

· Contoh: Boss Up Cosmetics

Merek kecantikan ini berhasil membangun kepercayaan melalui strategi UGC. Mereka mendorong pengguna untuk berbagi video menggunakan produk, menciptakan suasana "semua orang menggunakannya". Konten asli tidak hanya menarik lebih banyak pengguna, tetapi juga membantu merek menembus penjualan sebesar 5 juta dolar AS.

Sumber: TikTok

Langkah Ketiga: Memotong Rumput (Membeli) — Turunkan Hambatan Konversi

Dalam perjalanan belanja Generasi Z, "memotong rumput" (membeli) adalah langkah kunci, terutama bagaimana membuat mereka memesan dengan cepat dan lancar. Fitur belanja bawaan TikTok dan fitur live shopping memberikan kemudahan besar bagi merek.

· Sederhanakan Proses Pembelian

Gunakan tautan belanja langsung di TikTok untuk mengurangi langkah berpindah platform. Semakin sederhana operasinya, semakin tinggi tingkat konversi pengguna.

· Menanam Minat di Live Streaming

Live shopping TikTok adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan tingkat konversi. Host menampilkan produk secara real-time, menjawab pertanyaan, dan menambahkan pemicu seperti "diskon terbatas" atau "peringatan stok habis" untuk membuat pengguna segera memesan.

· Bangkitkan Rasa Urgensi

Keputusan pembelian Generasi Z seringkali sangat cepat, terutama setelah menonton video yang menarik. Jika merek dapat menciptakan ketegangan melalui penawaran terbatas atau label laris, ini dapat secara signifikan meningkatkan konversi pembelian.

· Contoh: Penjualan Live P Louise

Merek kecantikan ini mengadakan live TikTok dan menjual lebih dari 2 juta dolar AS dalam 12 jam, menyumbang 45% dari total penjualan merek pada hari itu. Interaksi real-time dan diskon terbatas di live room membuat konsumen menyelesaikan keputusan dengan cepat, sehingga efisiensi pembelian sangat tinggi.

Sumber: TikTok

Langkah Keempat: Berbagi — Biarkan Pengguna Aktif Menanam Minat pada Orang Lain

Setelah membeli sesuatu, Generasi Z paling suka "pamer". Mereka akan secara aktif berbagi pengalaman berbelanja di media sosial, sambil menanam minat pada orang lain. Jadi, merek tidak boleh membiarkan transaksi berhenti pada "pembelian", tetapi harus mengarahkan pengguna untuk berbagi.

· Dorong untuk Memamerkan Pesanan, Ciptakan Topik Berbagi

Sediakan tantangan eksklusif atau template berbagi yang menarik, misalnya "tunjukkan produk dengan caramu". Aktivitas yang mudah ditiru akan menarik partisipasi spontan pengguna.

· Perkuat Suara Pengguna, Tingkatkan Eksposur Merek

Sebarkan kembali video buatan pengguna, misalnya dengan membagikan ulang konten bagus di akun merek, atau bahkan menggunakannya untuk membuat iklan. Ini memberikan rasa pencapaian kepada pengguna sekaligus meningkatkan citra positif merek.

· Contoh: L'Oreal dan Alix Earle

Merek kecantikan L'Oreal bekerja sama dengan selebriti TikTok Alix Earle untuk mempromosikan maskara. Alix tidak hanya menunjukkan efek produk, tetapi juga aktif berinteraksi dengan penggemar di kolom komentar, berhasil membangkitkan keinginan berbagi penggemar. Video ini meraih 7,5 juta penayangan, menjadi bagian penting dalam penyebaran merek.

Sumber: TikTok

Kesimpulan: Bagaimana Membuat Generasi Z Membeli dari Anda di TikTok?

Jalur konsumsi Generasi Z di TikTok dapat dilacak: Menemukan produk (menanam minat) — Memastikan nilai (riset) — Menyelesaikan pembelian (memotong rumput) — Berbagi secara aktif (menyebarkan). Merek harus memahami jalur ini dan meninggalkan pola pikir iklan tradisional, menggunakan konten yang asli, menarik, dan interaktif untuk memikat mereka.

Daripada memikirkan cara "menjual", lebih baik pikirkan bagaimana menjadi bagian dari konten sehari-hari mereka. Selama strategi Anda tepat, Generasi Z akan bersedia membeli, dan juga akan membantu Anda menanam minat pada lebih banyak orang!