Akhir-akhir ini saya sibuk mengatur konsultasi pelanggan, dan dari situ kami menemukan satu masalah, yaitu banyak pelanggan, terutama yang bergerak di bidang B2B, kurang memahami pentingnya situs independen luar negeri. Mereka menganggapnya opsional atau cukup dibuat asal-asalan.
Pemikiran ini sebenarnya sangat keliru. Meskipun saat ini "go global" sudah menjadi hal yang biasa, situs independen luar negeri tetap sangat penting. Ini berkaitan dengan kunci utama bagi perusahaan B2B untuk mendapatkan pelanggan.
Hari ini, kami akan membahas hal ini secara mendetail untuk Anda.
Apa itu Situs Independen?
Konsep situs independen sebelumnya beredar dengan berbagai definisi di internet.
Ada yang berpendapat bahwa hanya situs e-commerce lintas batas untuk C-end yang disebut situs independen, padahal tidak demikian.
Situs independen disebut demikian karena sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan, terpisah dari platform e-commerce seperti Alibaba dan Amazon. Secara makna, ini lebih condong sebagai situs resmi perusahaan di luar negeri.
Situs ini, baik dibangun oleh tim teknis internal perusahaan maupun dikerjakan oleh pihak ketiga (perusahaan teknologi/perangkat lunak) dan dimiliki perusahaan, semuanya disebut situs independen.
Pentingnya Situs Independen
Situs independen memiliki arti yang berbeda bagi perusahaan yang go global berdasarkan kategorinya.
Bagi perusahaan B2C, situs independen adalah situs belanja kecil khusus yang dilengkapi dengan fitur pemesanan/pembayaran. Ini dapat menghindari risiko yang timbul akibat masalah pada platform.
Sedangkan bagi perusahaan B2B, selain menghindari risiko, situs independen juga merupakan platform untuk menampilkan perusahaan kepada pelanggan, menunjukkan kekuatan perusahaan, dan membangun jembatan hubungan antara kedua belah pihak.
Tanpa situs independen luar negeri, perusahaan B2B yang bergerak di grosir internasional harus melalui banyak proses berbelit-belit untuk menunjukkan kekuatan dan mendapatkan kepercayaan pelanggan, sehingga membuang banyak potensi pelanggan.
Inilah mengapa perusahaan yang go global harus membangun situs independen luar negeri.
Mari saya ceritakan contoh nyata dari sebuah pabrik perdagangan luar negeri.
Pabrik ini awalnya pernah membuat situs independen luar negeri saat mulai go global, tetapi perusahaan outsourcing yang mengerjakannya hanya menggunakan template, sehingga situs resminya tampak mewah namun tidak fungsional.
Perusahaan tersebut juga tidak paham cara mengelola situs independen, sehingga situs itu terbengkalai tanpa diketahui orang, dan tentu saja tidak ada permintaan. Kemudian, perusahaan jasa go global profesional mengambil alih dan melakukan perubahan besar-besaran pada situs independen tersebut.
Setelah itu, melalui SEO dan pemasaran konten di Google dan TikTok, mereka berhasil meningkatkan popularitas pabrik dan menarik banyak calon pelanggan ke situs independen.
Mereka juga menggunakan data yang dikumpulkan dari situs independen untuk mengoptimalkan produk dan merumuskan strategi penentuan posisi pasar yang lebih tepat. Hasilnya, perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Terlihat betapa pentingnya situs independen bagi perusahaan B2B.
Lalu, apa yang perlu diperhatikan perusahaan B2B saat membangun situs independen?
1. Tujuan dan nilai situs yang jelas
Situs independen adalah wajah perusahaan. Pengguna harus bisa langsung memahami produk apa yang Anda jual. Banner besar harus menampilkannya secara visual.
Selain itu, halaman utama harus menampilkan informasi nyata tentang perusahaan: informasi dasar perusahaan yang detail, alamat, kontak; kondisi fisik perusahaan: kantor, jumlah karyawan, lingkungan pabrik, proses produksi, dll.
Modul permintaan harus mudah ditemukan di setiap halaman. Berikut adalah lokasi yang bisa ditempatkan formulir permintaan:
● Tombol permintaan di bilah navigasi atas halaman.
● Tombol permintaan di setiap produk pada halaman katalog produk.
● Tombol permintaan di bagian atas halaman produk.
● Formulir permintaan yang bisa diisi langsung di bagian bawah halaman produk.
Isi formulir permintaan juga sangat penting, setidaknya harus mencakup hal-hal wajib berikut:
Nama, perusahaan pembeli, email kontak, nomor telepon, negara dan wilayah, nama dan model produk yang diminta, waktu pengiriman yang diharapkan, informasi lain, permintaan, dan pesan.
2. Tampilan gambar profesional dan deskripsi produk
Kita tahu bahwa informasi produk yang lengkap dan profesional membantu pembeli dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, deskripsi produk harus mencakup informasi berikut:
Pengenalan fungsi, spesifikasi, parameter, buku putih teknis, logistik, harga, demonstrasi cara penggunaan, studi kasus pelanggan, dan umpan balik.
3. Pengalaman seluler yang baik
Desain seluler situs independen juga perlu diperhatikan. Berikut dua poin:
● Konten halaman harus dapat menyesuaikan diri secara otomatis dengan berbagai ukuran layar perangkat: komputer, ponsel, tablet, dan layar TV.
● Jika situs lebih cocok untuk dilihat secara horizontal, pastikan untuk memberi tahu pengguna, dan pastikan informasi teks penting dapat ditampilkan sepenuhnya di berbagai orientasi.
Selain itu, desain formulir di situs seluler harus sederhana dan mudah diisi untuk mengurangi biaya pengisian pengguna, serta pastikan semua opsi fungsional mudah digunakan.
Kesimpulannya, pentingnya situs independen bagi pabrik perdagangan luar negeri (perusahaan B2B) tidak bisa diabaikan. Ini tidak hanya membantu perusahaan menonjol di pasar yang kompetitif, tetapi juga menyediakan dasar untuk membangun hubungan pelanggan yang langgeng. Seiring perkembangan pemasaran digital, situs independen akan terus menjadi faktor kunci kesuksesan perusahaan.



