"Merek perhiasan terjangkau yang sukses besar saat memasuki pasar Asia Tenggara."

Di tengah perlambatan ekonomi global, banyak perusahaan menghadapi tantangan besar. Namun, merek perhiasan terjangkau ARTPHRO justru berhasil melawan arus dan meraih pencapaian yang mengesankan.

Dalam waktu hanya 4 bulan sejak meluncur di TikTok Shop Filipina, penjualan harian rata-ratanya mencapai 5.000 dolar AS. Kini, kurang dari setengah tahun, GMV bulanannya telah mencapai sekitar 4,8 juta peso (setara sekitar 83.800 dolar AS), dengan penjualan lebih dari 22.000 unit.

Bagaimana ARTPHRO melakukannya?

Atau apakah perhiasan terjangkau benar-benar sepopuler itu di Asia Tenggara?

01 Peluang di Pasar Berkembang Asia Tenggara

ARTPHRO didirikan pada tahun 2019, awalnya berfokus pada pasar Eropa dan Amerika. Namun, seiring popularitas TikTok di Asia Tenggara, ARTPHRO memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya ke pasar yang sangat potensial ini.

Pada Oktober 2023, ARTPHRO resmi meluncur di TikTok Shop Filipina dan memanfaatkan platform media sosial TikTok untuk membangun momentum merek.

Setelah serangkaian operasi, akun resminya kini memiliki hampir 62.000 pengikut dan 734.000 suka, dengan konten yang terutama menampilkan efek pemakaian produk, serta tingkat eksposur dan penyebaran video yang signifikan.

Bulan lalu, produk terlaris ARTPHRO adalah gelang anyaman kulit magnetik pria yang dapat disesuaikan, dengan harga 271 peso (sekitar 4,7 dolar AS). Sejak diluncurkan, produk ini telah terjual sekitar 55.000 unit, dengan penjualan 8.000 unit dalam 30 hari terakhir, dan GMV mencapai 2,3 juta peso (sekitar 40.000 dolar AS), hampir setengah dari GMV bulan sebelumnya.

Dari pengalaman ARTPHRO, pasar dan produk yang tepat sangat penting bagi penjual lintas batas.

02 Mendapatkan Keunggulan Kompetitif Diferensial melalui Interaksi Pemasaran Konten

Keputusan ARTPHRO untuk memasuki pasar Asia Tenggara bukanlah hasil dari keinginan sesaat. Pendiri Zhang Ying dan timnya telah melakukan riset pasar yang mendalam sebelum memasuki Asia Tenggara. Dengan memahami karakteristik budaya lokal dan mengulangi produk berdasarkan kebutuhan pengguna, mereka dengan cepat mendapatkan popularitas di kalangan pengguna baru.

Dibandingkan dengan e-commerce tradisional, keunggulan e-commerce sosial konten adalah kemampuannya untuk mengumpulkan banyak umpan balik pengguna melalui interaksi komentar, mendapatkan dasar untuk iterasi produk, bergerak cepat dalam langkah kecil, untuk mencapai keunggulan diferensial dalam persaingan.

ARTPHRO menggunakan fitur produk yang dapat disesuaikan untuk mencapai persaingan diferensial, kemudian menggabungkannya dengan kebutuhan lokal untuk meningkatkan desain produk, memberikan pengalaman merek yang belum pernah ada sebelumnya kepada konsumen. Perbaikan produk yang berkelanjutan secara lokal dan pengukiran produk yang cermatlah yang mendorong kebangkitan cepat ARTPHRO di TikTok.

03 Influencer Endorsement Meningkatkan Kekuatan Merek

Selain siaran langsung resmi dan operasi video pendek dasar, influencer endorsement juga merupakan salah satu jalur utama pemasaran TikTok. ARTPHRO, melalui platform data Echotik, dengan cepat mengumpulkan sumber daya influencer yang sesuai dengan gaya dan memiliki data penjualan yang baik. Dalam 30 hari terakhir, ARTPHRO menambahkan 191 influencer baru dan 473 video promosi baru.

Data menunjukkan, dalam 30 hari terakhir, produk unggulan dengan GMV tertinggi, gelang kustom, terkait dengan 539 influencer, dengan total 750 video. Video dengan GMV tertinggi berasal dari influencer kecil Filipina @itsmecrystyl20, video berdurasi 24 detik ini telah ditonton hampir 8 juta kali, dengan perkiraan penjualan 6.000 unit dan GMV 1,74 juta peso (sekitar 30.000 dolar AS).

04 Di Balik Kesuksesan: Strategi ARTPHRO

Kesuksesan ARTPHRO tidak hanya terletak pada pemilihan pasar dan platform yang tepat, tetapi juga pada operasi strategis yang terperinci. Pendiri merek Zhang Ying menjelaskan bahwa inspirasi merek ARTPHRO berasal dari dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Yunani, Aphrodite. Setiap pelanggan adalah mitos unik, dan setiap perhiasan yang diciptakan seperti surat cinta yang unik, menceritakan sejarah budaya merek dan kisah cinta.

Berdasarkan konsep merek ini, ARTPHRO menggabungkan budaya lokal untuk menciptakan produk diferensial yang mendekati kebutuhan pengguna. Misalnya, pasar Filipina dipengaruhi oleh budaya Barat, sehingga dalam desain produk lebih cenderung pada estetika tren Barat. ARTPHRO memanfaatkan pemasaran konten TikTok dan berbagai kampanye promosi besar untuk membangun pengaruh merek, dan sebagainya.

Kecepatan perkembangan pasar Asia Tenggara memberikan peluang besar bagi e-commerce lintas batas. Dibandingkan dengan pasar Eropa dan Amerika, pasar konsumen Asia Tenggara lebih muda, dengan konsumen yang lebih menerima hal-hal baru dan tren mode. Terutama di negara-negara seperti Filipina, Indonesia, dan Thailand, tingkat penetrasi media sosial tinggi, dan konsumen terbiasa mendapatkan informasi belanja melalui platform video pendek.

Menurut data, tingkat penetrasi internet di Filipina melebihi 70%, dan jumlah pengguna TikTok tumbuh dengan cepat, yang memberikan ruang pengembangan yang luas bagi merek seperti ARTPHRO. Melalui posisi pasar yang tepat dan strategi pemasaran yang kuat, ARTPHRO dapat meraih pencapaian yang mengesankan dalam waktu singkat.

Dan kisah ARTPHRO hanyalah awal; di masa depan, akan ada lebih banyak merek yang menciptakan keajaiban di TikTok.