Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok Shop berkembang pesat di pasar Malaysia dan telah menjadi kekuatan penting dalam ekosistem e-commerce lokal. Penjualan kategori seperti pakaian, alas kaki, topi, kosmetik, perawatan pribadi, elektronik 3C, serta perlengkapan rumah tangga terus meningkat, menarik banyak penjual lokal dan lintas batas untuk bergabung.
Sumber gambar: Situs TikTok Shop Malaysia
Namun, seiring dengan perluasan platform, masalah kepatuhan pajak juga semakin mendapat perhatian regulator.
Baru-baru ini, TikTok Shop Malaysia secara resmi mengumumkan akan memulai implementasi kerangka kerja faktur elektronik pada 1 Juli 2025, guna memenuhi persyaratan kebijakan dari Lembaga Hasil Dalam Negeri Malaysia (LHDN). Aturan baru ini akan berdampak besar pada cara penjual menjalankan usaha, sekaligus membentuk kembali lingkungan operasional platform.
Kebijakan Baru Diterapkan, Faktur Elektronik Menjadi Kewajiban
Pemerintah Malaysia dalam beberapa tahun terakhir aktif mendorong digitalisasi pajak, dengan rencana untuk sepenuhnya mengimplementasikan faktur elektronik untuk transaksi e-commerce pada tahun 2026. Sebagai langkah antisipasi, TikTok Shop Malaysia mewajibkan penjual untuk menyelesaikan pendaftaran informasi pajak sebelum 1 Juli 2025, termasuk Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), informasi pendaftaran perusahaan, nama faktur, dan verifikasi akun penerimaan. Penjual yang tidak menyerahkan data tepat waktu akan menghadapi sanksi seperti pembekuan penarikan dana, pembatasan lalu lintas, hingga penutupan akun.
Perlu dicatat, pemerintah Malaysia menerapkan strategi bertahap, dengan pelaksanaan yang dibagi berdasarkan skala pendapatan tahunan penjual. Penjual besar telah mulai menyesuaikan diri dengan aturan baru sejak Agustus 2024, sementara penjual kecil dan menengah mendapatkan masa tenggang yang lebih panjang. Pengaturan ini bertujuan menyeimbangkan kekuatan regulasi dengan kemampuan adaptasi pelaku usaha, namun masih banyak penjual yang menghadapi tekanan kepatuhan karena catatan transaksi historis yang tidak lengkap atau kurangnya pengetahuan pajak.
Sumber gambar: Google
Biaya Kepatuhan Meningkat, Namun Menguntungkan Operasional yang Terstandarisasi
Penerapan aturan baru ini jelas menambah biaya operasional penjual, terutama bagi penjual kecil dan menengah. Sebelumnya, sebagian penjual mungkin mengandalkan transaksi tunai atau saluran informal, sehingga catatan pajak tidak lengkap. Kini mereka perlu melengkapi informasi pajak dalam waktu singkat, bahkan mengajukan NPWP resmi. Bagi penjual perorangan, TikTok Shop menyediakan NPWP sementara "EI00000000010" untuk membantu transisi, namun tetap disarankan untuk segera mengurus NPWP resmi agar tidak mempengaruhi operasional selanjutnya.
Selain itu, implementasi faktur elektronik berarti penjual harus menyesuaikan sistem manajemen keuangan, memastikan setiap transaksi dapat menghasilkan faktur yang sesuai secara otomatis. Ini merupakan tantangan bagi penjual kecil dengan kemampuan teknis yang lemah, karena mungkin memerlukan investasi tambahan pada perangkat lunak keuangan atau menyewa tim akuntan profesional. Namun dalam jangka panjang, kepatuhan pajak akan meningkatkan kredibilitas penjual, mengurangi risiko audit pajak, dan membantu mendapatkan lebih banyak dukungan lalu lintas dari platform.
Sumber gambar: Google
Persiapan Awal, Optimalkan Manajemen Keuangan
Menghadapi aturan baru, penjual perlu mengambil langkah proaktif untuk beradaptasi. Penjual yang belum mendaftarkan NPWP harus segera mengajukan ke Lembaga Hasil Dalam Negeri Malaysia untuk menghindari pembatasan akun akibat ketidaklengkapan data. Disarankan penjual memanfaatkan alat manajemen pajak yang disediakan TikTok Shop, atau mengintegrasikan sistem keuangan pihak ketiga untuk memastikan sinkronisasi otomatis antara catatan transaksi dan faktur.
Untuk masalah catatan transaksi historis yang hilang, penjual dapat mencoba melengkapinya dengan dokumen pendukung seperti laporan bank atau bukti pengiriman. Selain itu, perhatikan pengumuman resmi TikTok Shop untuk memahami detail kebijakan dan panduan operasional tepat waktu, hindari pelanggaran akibat keterlambatan informasi. Penjual kecil dan menengah juga dapat mempertimbangkan bekerja sama dengan jasa akuntansi untuk mencapai kepatuhan pajak dengan biaya lebih rendah, memastikan transisi bisnis yang lancar.
Sumber gambar: Google
Di Bawah Kebijakan Baru, Tantangan dan Peluang Berdampingan
Kebijakan baru faktur elektronik TikTok Shop Malaysia, di satu sisi merupakan sinyal pengetatan regulasi, dan di sisi lain merupakan jalur yang tak terhindarkan menuju kematangan industri. Bagi penjual, beradaptasi dengan aturan baru mungkin berarti biaya penyesuaian jangka pendek, namun dalam jangka panjang, operasional yang patuh akan membawa lingkungan bisnis yang lebih stabil dan ekosistem persaingan yang lebih adil.
Langkah platform ini sejalan dengan tren global normalisasi perpajakan e-commerce, dan juga memberikan pengalaman belanja yang lebih transparan dan terpercaya bagi konsumen. Ke depannya, seiring dengan perkembangan mendalam ekonomi digital di Asia Tenggara, penjual yang secara proaktif merangkul perubahan mungkin akan mendapatkan keunggulan dalam proses penataan ulang ini dan meraih ruang pasar yang lebih besar.



