Sebelumnya ada Three Sheep yang memasuki pasar Singapura, kini ada Oriental Selection yang merekrut operator TikTok dengan gaji bulanan 40.000 yuan. Saat kita masih sibuk mencari nafkah, arah zaman telah diam-diam berubah.

Langkah para streamer top ini untuk go global juga menjadikan pasar e-commerce luar negeri sebagai medan pertempuran baru tanpa asap mesiu.

Apakah pasar luar negeri benar-benar begitu menjanjikan?

1 Three Sheep Memulai Live Streaming Kolaborasi di Singapura

Selama bertahun-tahun, seiring perkembangan e-commerce dan penyempurnaan industri logistik, e-commerce luar negeri tidak lagi dikritik seperti dulu.

Ditambah dengan popularitas TikTok di pasar global, go global menjadi tidak lagi sesulit dulu, dan ini membuat banyak perusahaan dalam negeri melihat peluang bisnis.

Diketahui, baru-baru ini, divisi TikTok milik perusahaan Xiaoyang Ge merilis video dengan keterangan "Pemberhentian pertama [Singapura], pemberhentian kedua [Malaysia]".

Dan pada 10 Januari, Three Sheep Group telah memberikan otorisasi kepada kreator lokal Singapura @shopwithsasax untuk melakukan live streaming kolaborasi, sebagai langkah pertama dalam memberdayakan kreator luar negeri untuk menjual produk.

Live streaming ini juga mencatat rekor sektor e-commerce TikTok di Singapura, langsung menduduki peringkat pertama di tangga lokal Singapura.

Ini juga merupakan langkah besar pertama Three Sheep Network setelah memindahkan kantor pusatnya pada akhir 2023.

Meskipun berita ini mungkin terkesan mendadak, faktanya, Three Sheep telah merencanakan bisnis luar negeri sejak lama.

Pada Mei 2023, CEO Three Sheep Network, Du Gang, pernah mengatakan bahwa setelah perusahaan pindah ke gedung baru, mungkin akan melakukan sesuatu di TikTok.

Dan Xiaoyang Ge kemudian juga dengan jelas menyatakan dalam live streaming: pasti tidak akan terbatas hanya di dalam negeri.

Semua ini mengindikasikan keinginan untuk go global.

Sejak Juli 2023, Three Sheep mulai merencanakan pasar global secara menyeluruh, dan pertama-tama memilih Asia Tenggara sebagai wilayah uji coba.

Setelah membentuk tim go global dan mendirikan lembaga MCN luar negeri "Three Sheep Network", Three Sheep mengundang tim editing terbaik dalam negeri untuk melakukan uji coba internal. Setelah tiga bulan kerja keras, berhasil membangun matriks konten dengan 2 juta pengikut untuk IP Three Sheep di Asia Tenggara.

Pada saat yang sama, Three Sheep juga aktif bekerja sama dengan mitra berkualitas dari live streaming dalam negeri untuk menyusun rencana go global, mendorong produk laris untuk masuk ke pasar internasional.

Namun sebenarnya, Three Sheep bukanlah streamer top pertama yang mewujudkan keinginan go global.

2 Streamer Top Mulai Merencanakan Langkah

Baik Oriental Selection milik Yu Minhong, maupun Make Friends milik Luo Yonghao, keduanya telah memulai rencana pasar luar negeri sejak awal.

Pada awal 2023, perusahaan induk Oriental Selection, "Beijing New Oriental Xuncheng Network Technology Co., Ltd.", telah mulai mengajukan pendaftaran beberapa merek dagang bernama "EAST BUY", terutama mencakup dua kategori internasional: makanan instan dan layanan situs web. Pada saat yang sama, CEO Oriental Selection saat itu, Sun Dongxu, juga mengungkapkan bahwa Oriental Selection sedang mempersiapkan bisnis go global.

Dan lebih awal lagi pada 2022, Make Friends sudah memasuki TikTok dan mendirikan divisi luar negeri serta akademi e-commerce luar negeri. Divisi luar negeri terutama bertanggung jawab atas pemasaran, produk, dan live streaming, sementara akademi e-commerce luar negeri fokus pada pelatihan kreator dan pedagang.

Pada saat itu, kepala divisi luar negeri Make Friends, Hao Xijie, juga mengatakan, "Go global akan menjadi kurva pertumbuhan kedua yang penting bagi Make Friends di masa depan."

Grup Xinxuan milik streamer top Kuaishou, Xin Youzhi (Xin Ba), juga meluncurkan rencana go global pada Mei 2023, dengan pemberhentian pertama di Thailand.

Langkah-langkah para streamer top ini menunjukkan satu fakta—zaman telah berubah, pasar luar negeri kini benar-benar luas.

Melihat perubahan TikTok di luar negeri selama bertahun-tahun, sebenarnya mirip dengan era video pendek di dalam negeri beberapa tahun lalu.

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap platform sosial seperti TikTok terus meningkat, dan secara tidak langsung, kepercayaan terhadap pedagang di platform juga semakin dalam.

Perubahan seperti ini sangat menguntungkan bagi perusahaan B2C dan B2B dalam aksi go global.

Karena kepercayaan adalah hambatan terbesar antara pedagang go global dalam negeri dan audiens lokal, dan kini hambatan itu sudah sangat tipis.

Namun jangan berpikir go global itu mudah,seperti kata pepatah, urusan profesional serahkan pada ahlinya.

Go global membutuhkan rantai pasokan dan sistem operasi yang kuat, jika belum siap, tidak disarankan untuk mencoba secara gegabah.