“TikTok Shop terus melanjutkan mitosnya di Asia Tenggara.”
Perkembangan TikTok Shop di pasar Asia Tenggara tetap secepat biasanya.
Menurut laporan media asing “Nikkei News”, meskipun ada serangkaian masalah di berbagai belahan dunia lainnya, jumlah pedagang aplikasi dan penjualan rata-rata TikTok di Vietnam tahun lalu (2023) melonjak dua kali lipat.
Perwakilan TikTok Vietnam mengungkapkan bahwa lonjakan penjualan sebagian disebabkan oleh barang-barang populer seperti sepeda motor VinFast dan ponsel Samsung, yang juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen Vietnam terhadap belanja online.
Sumber gambar: Techin Asia
Sebenarnya, tidak mengherankan bahwa TikTok Shop bisa meraih hasil yang begitu menggembirakan di Vietnam.
Menurut laporan penelitian TikTok for Business, pertumbuhan ekonomi Vietnam terus memimpin di Asia, dengan ekonomi yang terus berkembang. Diperkirakan ekonomi internet Vietnam akan mencapai 57 miliar dolar AS pada tahun 2025, hanya di belakang Indonesia. Sektor manufaktur dan pariwisata sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi Vietnam, yang juga membuat konsumen Vietnam memiliki daya beli yang lebih kuat. Pada saat yang sama, digitalisasi juga sangat memengaruhi keputusan pembelian konsumen Vietnam, terutama dalam hal e-commerce.
Jelas bagi TikTok, permintaan yang lebih besar untuk belanja online di Vietnam berarti bahwa negara ini telah menjadi sumber pendapatan utama bagi bisnis Asia Tenggaranya. Namun, perwakilan perusahaan tidak mengungkapkan angka resmi.
Sumber gambar: TikTok for Business
Nikkei News juga pernah melaporkan konten terkait, menunjukkan bahwa dalam hal pangsa pasar, TikTok adalah situs e-commerce terbesar kedua di Vietnam, unggul dari Lazada. Nikkei News mengaitkan kesuksesan TikTok dengan keputusannya lima tahun lalu untuk mendirikan kantor fisik di Vietnam, sambil mencatat bahwa pesaingnya seperti Facebook, YouTube, dan lainnya belum mendirikan kantor fisik di Vietnam.
TikTok Shop memang telah mencurahkan banyak upaya di Vietnam. Selain mendirikan kantor fisik di Vietnam, untuk menarik pedagang dan mendorong penjual untuk bergabung, TikTok Shop Mall juga diluncurkan di Vietnam.
Menurut informasi dari Tuke, pada minggu pertama peluncuran TikTok Shop Mall di Vietnam, penjualan produk dari berbagai kategori mengalami ledakan besar, dengan banyak produk yang penjualannya melonjak lebih dari 10 kali lipat, dan beberapa toko bahkan mencapai penjualan hingga 70.000 unit.
Selain Vietnam, perkembangan TikTok Shop di wilayah Asia Tenggara lainnya juga menarik perhatian.
Ambil contoh Thailand, salah satu negara Asia Tenggara yang juga meluncurkan TikTok Shop Mall. Sejak diluncurkan, hasil yang signifikan telah dicapai. Hingga 28 Maret 2024, lebih dari 400 merek pedagang telah bergabung dengan TikTok Shop Mall, dengan lebih dari 1.000 produk, dan pesanan telah melampaui 100.000, sendirian memikul “bendera pendapatan” TikTok Shop di Thailand.
Sumber gambar: bangkokpost
Pertumbuhan pesat TikTok Shop di Vietnam dan seluruh Asia Tenggara tiba-tiba menunjukkan potensi besar dan daya tarik pasarnya di kawasan Asia Tenggara. Ini juga membuktikan keunggulan kompetitif TikTok Shop di bidang e-commerce. Dengan semakin dalamnya digitalisasi global dan perkembangan lebih lanjut industri e-commerce, diyakini bahwa TikTok Shop akan mencapai hasil yang lebih gemilang di Asia Tenggara di masa depan. Mari kita nantikan bersama!



