Model pembayaran "Beli Sekarang, Bayar Nanti" (BNPL) dengan cepat memenangkan hati konsumen Filipina.

Menurut laporan The Philippine Star, berdasarkan data survei yang dirilis oleh perusahaan fintech UnaCash, hampir setengah (49,6%) responden Filipina menyatakan bahwa mereka pernah menggunakan atau pernah mendengar layanan BNPL. Hanya 37,4% responden Filipina yang pernah mendengar tetapi belum pernah menggunakan fitur ini.

Sementara itu, dari data tersebut, di antara responden Filipina yang akrab dengan BNPL, 38% menyatakan kemungkinan akan menggunakan layanan BNPL setiap bulan; 29% responden berencana menggunakannya setidaknya setiap enam bulan sekali; dan 26% responden menyatakan berencana menggunakannya setahun sekali.

Dari alasan yang disebutkan responden untuk menggunakan BNPL sebagai metode pembayaran, 37% karena kebutuhan mendesak akan suatu produk tetapi kekurangan dana, 23% karena alasan pembagian biaya jangka panjang, dan 20% karena kemudahan penggunaan.

Data ini dengan baik mencerminkan popularitas BNPL di pasar Filipina, sekaligus menunjukkan bahwa BNPL bukan hanya sekadar alat pembayaran, tetapi juga alat yang membantu konsumen dalam perencanaan keuangan.

Penggunaan BNPL oleh responden Filipina Sumber: The Philippine Star

Sebenarnya, popularitas fitur BNPL di Filipina sudah terlihat sejak awal. Sebuah laporan penelitian yang dirilis oleh UnaCash sebelumnya menunjukkan bahwa BNPL sangat diminati di pasar Filipina. Data ini menunjukkan bahwa dari tahun 2021 hingga 2023, nilai transaksi barang (GMV) yang dicapai melalui layanan BNPL mengalami peningkatan tiga digit: 118% pada tahun 2021, 178% pada tahun 2022, dan 154% pada tahun 2023. Diperkirakan pada tahun 2024, pasar ini akan terus berkembang, dengan GMV yang diproyeksikan melonjak 173%.

Menanggapi hal ini, Presiden UnaCash, Aleksei Kosenko, pernah menyatakan bahwa BNPL dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dan mitra bisnisnya dengan meminimalkan biaya pembelian awal. Metode pembayaran yang nyaman ini diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

BillEase, Tendopay, Cashalo, Plentina, GCash, dan lainnya adalah perusahaan di Filipina yang mendukung BNPL. Dalam beberapa tahun terakhir, raksasa e-commerce seperti Amazon, TikTok, dan Shopee juga mulai aktif mengembangkan bisnis BNPL di Filipina.

Lonjakan GMV BNPL di Filipina Sumber: dailyguardian

Tidak hanya di Filipina, BNPL telah menjadi tren populer di banyak negara.

Pada Agustus 2023, raksasa e-commerce Polandia, Allegro, setelah memasuki pasar Ceko, dengan cepat meluncurkan fitur BNPL untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik.

Pada September 2023, Amazon bekerja sama dengan platform pembayaran Affirm dan bank terbesar AS, JPMorgan Chase, untuk menambahkan dua layanan BNPL baru, memberikan konsumen lebih banyak pilihan pembayaran yang fleksibel.

Pada Oktober 2023, e-commerce lokal Indonesia, Bukalapak, menjalin kerja sama dengan bank Indonesia, AlloBank, untuk meluncurkan layanan BNPL Allo PayLater, memberikan pilihan pembayaran yang lebih fleksibel bagi konsumen Indonesia.

Pada Desember 2023, Walmart memperkuat kerja samanya dengan Affirm, memperkenalkan layanan BNPL di lebih dari 4.500 toko di AS, untuk lebih meningkatkan pengalaman belanja konsumen.

Pada bulan Maret tahun ini, platform video pendek global fenomenal, TikTok, menjalin kerja sama dengan raksasa teknologi Indonesia, GoTo Group, berencana meluncurkan layanan BNPL di Indonesia untuk lebih meningkatkan pengalaman belanja dan daya tarik platform.

TikTok dan GoTo bekerja sama meluncurkan layanan BNPL

Seiring dengan perkembangan dan penyebaran cepat model BNPL secara global, semakin banyak konsumen menikmati kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan metode pembayaran ini. Baik di platform e-commerce maupun toko fisik, BNPL menunjukkan daya tarik dan potensi pertumbuhan yang kuat. Ke depannya, dengan kemajuan teknologi yang terus berlanjut dan perluasan pasar lebih lanjut, BNPL diperkirakan akan menjadi metode pembayaran pilihan bagi lebih banyak konsumen, membawa lebih banyak inovasi dan perubahan pada pengalaman belanja global.