Meskipun menghadapi potensi larangan, pengaruh TikTok tetap kuat dan tak berkurang.
Menurut laporan iklan TikTok tahunan ketiga yang dirilis oleh platform pengalaman merek Disqo, berdasarkan survei terhadap lebih dari 6.500 penduduk AS, ditemukan bahwa pengguna terus menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi terhadap iklan TikTok. Secara spesifik, 63% pengguna memiliki sikap positif terhadap iklan TikTok, dan 14% lainnya menyatakan bahwa mereka setidaknya membeli satu produk setiap minggu berdasarkan rekomendasi TikTok.
Sumber: Laporan WWD media asing
Hampir sepertiga responden (28%) menyatakan bahwa mereka menghabiskan banyak waktu setiap hari untuk menjelajahi TikTok, yang mencerminkan daya rekat pengguna yang sangat kuat dari platform ini dan kemampuannya sebagai sumber informasi tepercaya serta platform untuk menemukan hal-hal baru.
Direktur Komunikasi Merek Disqo, Stacy Perrus, menunjukkan: "Potensi periklanan TikTok tidak bisa dianggap remeh, dan perkembangan cepat pengalaman mereknya telah menciptakan rekor tertinggi sepanjang masa. Kini lebih dari sebelumnya, perlu untuk memperhatikan sikap konsumen dan mengukur efektivitas aktivitas media sosial dari kesadaran hingga pembelian. Inovasi dan optimalisasi yang sering adalah kunci untuk mengikuti perkembangan dinamis TikTok dan memaksimalkan laba atas investasi iklan."
Yang penting, laporan Disqo juga menyoroti evolusi cara produksi konten TikTok, di mana integrasi mulus antara konten iklan dan kreasi influencer TikTok memberikan pengalaman scrolling yang koheren bagi pengguna, sehingga mengubah cara pengguna berinteraksi dengan platform. Saat ini, 73% pengguna menggunakan TikTok sebagai alat hiburan utama, sementara 36% lainnya menggunakannya untuk mendapatkan informasi. Selain itu, 35% pengguna menggunakannya untuk menemukan produk, dan 34% untuk mengikuti tren mode.
Iklan umpan informasi merek kecantikan tertentu
Laporan Disqo juga menunjukkan: "Kekuatan sejati TikTok terletak pada kemampuannya untuk secara mendalam memengaruhi sikap dan perilaku konsumen." Pengguna tidak hanya menyukai iklan di TikTok, tetapi juga mengambil tindakan karenanya. Meskipun jumlah iklan TikTok meningkat dibandingkan tahun lalu, kesan keseluruhan konsumen terhadap iklan ini tetap tinggi di angka 63%. Perilaku yang paling umum termasuk berbagi konten (64%), meneliti produk (42%), dan melakukan pembelian (27%).
Yang perlu dicatat, meskipun TikTok Shop relatif baru, platform ini telah secara signifikan memengaruhi aktivitas e-commerce melalui integrasi umpan dan iklan yang dapat dibeli. 14% pengguna menyatakan bahwa mereka membeli setidaknya sekali seminggu berdasarkan rekomendasi TikTok, sementara 15% pengguna mengatakan mereka membeli setidaknya sekali sebulan. Generasi Z muda sangat aktif dalam hal ini. Di antara basis pengguna Disqo, nilai keranjang belanja pengguna TikTok 21% lebih tinggi dibandingkan non-pengguna.
Jelas terlihat bahwa TikTok bukan sekadar platform sosial; ia telah melampaui fungsi media sosial sederhana dan menjadi medan penting bagi promosi dan pemasaran merek perusahaan.
Di masa depan, baik pembangunan merek maupun pemasaran pasar tidak dapat lepas dari pengaruh pasar unik TikTok. Oleh karena itu, bagi merek yang mencari pasar luar negeri, menguasai dan memanfaatkan karakteristik dinamis TikTok adalah strategi penting untuk mempertahankan daya saing di masa depan.



