Di tengah restrukturisasi struktur perdagangan global dan inovasi teknologi yang terus berkembang, pasar AS, yang tampak seperti "medan perang lama" yang akrab, secara diam-diam sedang mempersiapkan perubahan baru...

Sumber gambar: Internet

01/Pasar yang besar, pintu masuk yang kompleks

Menurut Laporan Tren Industri Elektronik Konsumen Pasar Konsumen AS 2025 yang dirilis oleh Payoneer, pada tahun 2024, PDB AS mencapai 29 triliun dolar AS, dengan pendapatan per kapita sebesar 87.000 dolar AS, dan total penjualan ritel mencapai 7,4 triliun dolar AS, menjadikannya pasar konsumen terbesar di dunia. Di bidang elektronik konsumen, penjualan AS sekitar 150 miliar dolar AS, menempati peringkat ketiga secara global, setelah China dan Eropa.

Namun, di balik pasar yang besar ini, terdapat juga tantangan yang lebih berat. Mulai tahun 2025, tarif AS untuk peralatan listrik/elektronik buatan China dinaikkan menjadi 145%, termasuk mesin, furnitur, peralatan optik, dan berbagai kategori lainnya juga menghadapi tekanan berat. Ditambah dengan ketidakpastian kebijakan, daya saing produk saja tidak cukup untuk mendukung merek keluar dari kesulitan, diperlukan peningkatan kemampuan untuk merespons ketidakpastian.

Sumber gambar: Laporan Tren Industri Elektronik Konsumen Pasar Konsumen AS 2025 oleh Payoneer

02/Restrukturisasi struktur konsumen, peluang baru muncul

Sementara itu, struktur konsumen di pasar AS juga secara diam-diam sedang berubah, memberikan titik masuk baru bagi merek-merek China. Di antaranya, Generasi Z dan kelompok lansia (silver generation) menjadi kekuatan utama konsumen.

Generasi Z (usia 18-26) menyumbang 19% dari populasi AS, memiliki penerimaan yang tinggi terhadap merek China, menekankan desain, fungsi, dan penyebaran sosial, sementara negara asal merek bukanlah fokus keputusan mereka.

Sementara itu, proporsi kelompok lansia dalam total populasi juga terus meningkat, mencapai 18% pada tahun 2024, dan diperkirakan akan mencapai 22% pada tahun 2050. Kelompok lansia lebih memperhatikan kesehatan, kemudahan, dan kenyamanan dalam berbelanja, serta memiliki daya beli yang kuat.

Perpaduan kedua kelompok ini mendorong tren baru produk elektronik konsumen menuju kecerdasan, multifungsi, dan ramah lingkungan.

Sumber gambar: Laporan Tren Industri Elektronik Konsumen Pasar Konsumen AS 2025 oleh Payoneer

03/Integrasi saluran penuh menjadi normal baru

Di saat restrukturisasi struktur konsumen berlangsung, evolusi saluran pembelian juga mengubah cara merek terhubung dengan pengguna. Pada tahun 2024, pangsa penjualan online elektronik konsumen AS mendekati 60%, jauh lebih tinggi dari pangsa online ritel secara keseluruhan (sekitar 40%).

Dan meskipun pangsa saluran offline menurun, raksasa ritel seperti Costco dan Walmart, dengan mengandalkan sistem keanggotaan, pengalaman satu atap, dan keunggulan logistik, masih mempertahankan daya tarik yang kuat. Terutama di kalangan pengguna paruh baya dan lanjut usia, pengalaman offline masih penting.

Sementara itu, pesatnya pertumbuhan social commerce menjadikannya skenario belanja penting bagi kelompok muda seperti Generasi Z. Diketahui, GMV TikTok Shop di pasar AS tumbuh hingga 689% year-on-year, dengan pengguna pembayar harian meningkat lebih dari 100%, dan di antara pengguna berusia 18-34 tahun, 42% telah melakukan pembelian melalui platform tersebut.

Sumber gambar: Laporan Tren Industri Elektronik Konsumen Pasar Konsumen AS 2025 oleh Payoneer

04/Jalan keluar bagi merek China

Perubahan berkelanjutan dalam struktur saluran dan preferensi konsumen mendorong penyesuaian mendalam dalam strategi merek. Menghadapi persaingan yang ketat dan tekanan kebijakan yang tinggi, merek China tidak tinggal diam, tetapi secara aktif mencari terobosan dengan beradaptasi.

Pertama, bertransformasi menuju produk cerdas kelas atas, memperkuat inovasi produk. Data menunjukkan, 63% pendapatan industri teknologi konsumen global berasal dari produk baru yang diluncurkan dalam dua tahun terakhir, dan Generasi Z adalah pendorong utama.

Kedua, membangun sistem rantai pasokan baru. Model "China+N" mulai muncul, dengan menyebarkan kapasitas produksi ke Asia Tenggara atau Amerika Utara untuk menghindari hambatan perdagangan. Pada saat yang sama, memanfaatkan teknologi AI dan blockchain untuk meningkatkan efisiensi manajemen arus kas dan kepatuhan.

Contohnya, Anker Innovations, pada paruh pertama tahun 2024, penjualan platform sendiri tumbuh 28%, dan penjualan platform Amazon tumbuh 103%, ini adalah hasil dari sinergi antara strategi multi-saluran dan optimasi rantai pasokan.

05/Penutup

Pasar AS berubah dari sekadar medan penjualan menjadi "tempat uji tekanan" untuk menguji kemampuan globalisasi perusahaan.

Di bawah tatanan perdagangan baru, go global bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga persaingan kemampuan sistematis, termasuk pengenalan merek, tata letak rantai pasokan, inovasi teknologi, operasi saluran, pemahaman budaya, kepatuhan kebijakan, dan serangkaian mekanisme operasi global yang lengkap.

Kami percaya hanya perusahaan yang memiliki kemampuan "lari jarak jauh" yang benar-benar dapat berakar di luar negeri dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan.